Mencintai Sendiri

Mencintai Sendiri
Mengungkap


__ADS_3

"Gedebrukkk!!"


"Krompyenggg."


(bunyi kegaduhan Big Man dan The Boy yang saling adu jotos di dalam kontrakan).


"Ciuh!"


Kyun meludahkan darah segar yang mengalir dari bibirnya. Dia tertatih bangkit dari jatuhnya.


...----------------...


"Hanya segitu kemampuan mu Tuan Lee Kyun Co?!" sergah Man berdiri menantang di hadapan Kyun.


Terlihat jelas bekas goresan luka yang hampir memenuhi sekujur badan Man yang terlihat kekar berotot itu. Kyun berlahan bangkit dari jatuhnya. Dia mengusap darah yang mengalir segar dari hidung dan mulutnya.


Kyun menyeringai lepas sebelum sebuah pukulan yang Man layangkan membabi buta menghajarnya. Kyun hanya tertawa mendapatkan pukulan dari Man. Sekali lagi Man melayangkan sebuah pukulan di wajah Kyun yang membuatnya jatuh tersungkur di hadapan Man.


"Kau masih berani tertawa hah?!" sergah Man dengan kesal.


"Ha ha,, Ha ha ha ha ha." pekik tawa Kyun yang seakan berat dia ungkapkan.


"BRENGSEKK!!!" hardik Man menarik kerah baju Kyun. "Lebih baik kau katakan! Apa maksudmu masuk ke kehidupan Ha Jae?!"


Man menatap wajah Kyun dengan tajam. Kyun pun dengan sinisnya berbisik kepada Man.


"Kau ini lucu sekali ya?" ucap Kyun. "Oe, Ha Jae itu sahabatku."


Man melayangkan sebuah pukulan lagi ke wajah Kyun yang membuatnya jatuh tumbang terkapar tak berdaya. Kyun hanya bisa parah dengan apa yang Man lakukan padanya. Tidak ada perlawanan sedikit pun dari Kyun.


"Jika Ha Jae tau siapa kau. Kau pasti akan habis!!" ucap Man kepada Kyun.


"Ha, ha ha ha ha!" Lagi-lagi Kyun hanya bisa tertawa mendengar ucapan Man seakan puas mendengar akan hal itu.


Man yang terlihat kesal melampiaskan kekesalannya dengan memukul beberapa barang di ruangan itu. Man memutuskan untuk pergi dari rumah itu dan meninggalkan Kyun yang terkapar dengan luka parah di wajahnya.


Sejak malam itu, Man memutuskan untuk tidak tinggal bersama Kyun lagi. Tapi tak sampai di situ. Man, masih belum puas dengan semua informasi yang dia dapat tentang, siapa sebenarnya Kyun.


Man masih terlihat beberapa kali mencoba mengikuti Kyun kemana pun dia pergi. Kyun pun sadar akan hal itu.


"Oe! Kau tidak punya kerjaan hah?!" seru Kyun, berusaha menyapa Man yang diam bersembunyi di ujung jalan.


Man tidak menanggapi hal itu dan masih terus berusaha mengikuti Kyun kemana pun ia pergi sampai benar-benar dia mendapatkan apa yang dia inginkan.


......................


"Di mana Sekertaris Yang?!" tanya Shin kepada salah satu pelayan yang datang membereskan cangkir di meja.


"Sebentar saya panggilkan Tuan Muda." ucap pelayan.


Pelayan itu bergegas pergi dari ruangan itu.

__ADS_1


"Selamat pagi Nona Muda." Hormat pelayan itu saat berpapasan dengan Julia.


"Oppa annyeong." sapa Julia mendekati Shin.


Julia langsung merangkuk tangan dan memberikan sebuah kecupan manis di pipi Shin.


"Oppa, tumben ajak aku jalan?" tanya Julia.


Shin hanya diam dengan senyuman tipis di bibirnya. Dia masih sibuk merapikan lengan tangan kemejanya.


"Oppa, aku cantik gak? Masih ingat? Ini Gaun pemberian mu saat Ulang Tahun ku ke 16 Tahun dulu. Aku gak nyangka masih muat memakainya." ucap Julia memutarkan badannya berharap mendapatkan sebuah pujian.


"Kau selalu terlihat cantik." puji Shin.


Julia tersenyum bahagia mendengar pujian itu. Shin beranjak meraih jaket yang berada di sofa dekat tempatnya berdiri. Dia mengajak Julia untuk segera berangkat saat itu.


"Ayo." ajak Shin.


Julia pun mengikuti dengan merangkul tangan kanan Shin Ji Joon. Sampai mereka di ruang tengah, mereka berpapasan dengan Sekertaris Yang.


"Tuan Muda." sapa Sekertaris Yang memberikan hormat.


"Paman, saya ada acara hari ini. Urus semua pekerjaan ku." titah Shin.


"Baik Tuan Muda." sahut Sekertaris Yang.


"Oh ya jangan lupa. Saya menunggu secepatnya tugas yang saya berikan pada Paman kemaren." jelas Shin.


"Siap Tuan Muda, akan segera saya selesaikan." jawab Sekertaris Yang memberikan hormat.


Mereka pun pergi dengan sebuah mobil hitam milik Shin. Ntah ingin kemana tempat tujuan mereka. Shin dengan cepat melajukan mobilnya menyelusuri jalan hitam pusat kota.


Lumayan lama perjalan yang mereka tempuh. Hingga akhirnya mobil itu berbelok menyelusuri jalan kecil yang sepi.


Pepohonan hijau yang menghiasi bukit-bukit. Sawah yang terbentang luas terbelah oleh jalan hitam beraspal. Tak berapa lama pemandangan itu mengisi.


Sampailah mereka di sebuah pantai yang indah. Suasana yang sejuk dan asri, seakan pantai ini belum pernah terjamah oleh wisatawan.


Angin semilir dengan lambaian ombak yang indah, seakan menyambut hangat kedatangan mereka berdua. Udara yang sejuk di tambah pasir putih yang terbentang luas. Seakan seperti surga yang mengintip ke dunia.


Shin diam berdiri menghadap ke laut lepas yang tenang. Dia melepas kacamatan frame hitam yang ia kenakan. Melihat jelas dengan kedua matanya, betapa istimewanya pantai itu untuknya.


Julia berlari kesana kemari, seperti anak kecil yang bebas bermain menikmati suasana pantai berpasir putih itu. Terpancar jelas kebahagiaan di wajahnya.


Bagi Julia, ini adalah kebahagian yang berharga untuk dirinya. Karna inilah kali pertama dia di ajak oleh Shin, ke tempat indah dan seromantis ini.


"Oppa!" teriak Julia berlari menghampiri Shin.


Dia memeluk Shin dengan erat. Seolah tak ingin melepaskannya. Shin hanya termanggu menatap wajah cantik Julia. Dia tertegun dalam lamunannya, melihat jauh ke ujung laut di depannya.


"Ibu. Apa kau setuju jika gadis ini yang aku ajak ke sini. Walau sebenarnya bukan dia yang ingin aku kenalkan ke ibu. Tapi sayang, semua harapanku kosong." batin Shin penuh kekecewaan.

__ADS_1


Shin berlahan berjalan ke sebuah batu karang yang tak jauh dari tempanya berdiri. Dia duduk di antara batu karang itu. Duduk termanggung memandang jauh ke laut lepas.


^^^(Flashback masa kecil Shin)^^^


^^^----------------^^^


"Ibu!! Ha ha ha ha." pekik Shin kecil berlari ke sana ke mari bersama sang ibunda.


"Ha ha ha ha Igukk!!" panggil Ibunda Shin, mengejar Shin kecil dengan penuh kebahagiaan.


^^^----------------^^^


^^^(end flashback)^^^


"Oppa?!" seru Julia membangunkan lamunan Shin.


Shin pun tersentak dari lamunya. "Hem?!"


"Aku lapar." ucap Julia dengan manjanya.


"Ohh. Di sini ada tempat makan yang enak. Kau mau coba?!" tanya Shin kepada Julia.


"Hemm." sahut Julia mengangguk menerima tawaran itu dengan senang.


......................


"Apa kau yakin?!" seru Sekertaris Yang.


"Iya, Tuan." jawab seorang Ajudan di hadapannya.


"Aneh sekali! Bagaimana sampai tidak ada informasi sedikit pun tetang gadis ini?!" ucap Sekertaris Yang.


Dia merasa bingung dengan hasil yang di berikan oleh anak buahnya..


"Kau yakin?! Sudah pastikan tidak ada informasi lain tentang gadis ini?!" tanya Sekertaris Yang dengan penuh penasaran.


"Ya, Tuan." sahut Ajudan itu.


"Hahg!" hela Sekertaris Yang. "Jika dia seorang WNI, harusnya kau bisa mendapatkan informasi dari Negara asalnya. Bagaimana bisa tidak ada informasi sedikit pun yang kau dapat?!"


Sekertaris Yang merasa tak puas dengan apa yang Ajudannya berikan itu.


"Maaf Tuan. Data yang saya dapat dari Korea, tidak membawakan hasil dari Indonesia. Saya mengira, data yang di pakai di Korea adalah data palsu atau samaran Tuan." jelas Ajudan itu.


"Kalau kau berfikiran seperti itu. Kenapa kau tidak cari tau lebih jauh lagi?!" ucap Sekertaris Yang. "Aku tidak mau tau. Cari informasi sedetail mungkin tentang gadis ini. Jika perlu berurusan dengan orang itu, maka lakukanlah."


"Ba-baik Tuan." sahut Ajudan itu tidak yakin.


"Pergilah." titah Sekertaris Yang.


"Siap Tuan." sahut Ajudan memberikan hormat.

__ADS_1


"Aku penasaran, bagaimana bisa Data seseorang bisa tidak terlacak seperti ini. Padahal aku sudah mengunakan data pemerintah untuk melacaknya. Aku curiga ... " batin Sekertaris Yang merasa kurang puas dengan hasil yang Ajudannya berikan.


...****************...


__ADS_2