
Shin Ji Joon tersenyum manis melihat Choi Ha Jae. Ingin sekali dia menghampiri Choi Ha Jae, tapi agaknya nanti dulu.
...----------------...
"Oh terimakasih." sahut Shin.
"Sama-sama." jawab pelayan itu dengan ramah.
"Oh maaf. Boleh saya bertanya sedikit?." ucap Shin menghalangi pelayan yang ingin beranjak dari tempat itu.
"Silahkan, Pak. Jika memang saya bisa jawab akan saya jawab." jawab pelayan itu.
"Kau lihat gadis yang di sana?" ucap Shin menunjuk arah Ha Jae.
"Ohh Nona Ha Jae?! Dia pelanggan setia kami, Pak." jawab pelayan itu. "Hampir setiap hari dia berkunjung ke sini, Pak."
"Oh pantas, dia sangat akrab dengan Barista itu. Aku pikir pemilik Cafe ini." ucap Shin.
"Oh kalau dia memang akrab. Dengar-dengar Kyun bersahabat dengan Nona Ha Jae. Mangkanya mereka sangat akrab. Malah kami pikir mereka berpacaran. Tapi kalau soal pemilik Cafe ini, bukan dia, Pak. Pemilik Cafe ini Mrs.Thanos. Dia ada di Italia, jarang berkunjung ke Cafe ini." jelas pelayan itu.
"Ooo. Oh ya, aku titip kartu nama ini untuk Tuan Thanos. Jika dia kembali ke sini. Bilang suruh hubungi saya jika dia sudah menerima pesan saya." ucap Shin.
"Baik, Pak. Ada yang di tanyakan lagi?" tanya karyawan itu.
"Tidak itu saja." ucap Shin.
"Baik, Pak. Kalau gitu saya permisi, mau kembali bekerja." Pamit karyawan itu.
"Baik silahkan. Terimakasih, ya." ucap Shin Ji Joon.
Hari berganti hari, hampir setiap hari Shin menyempatkan diri untuk datang ke Cafe itu. Dia selalu melihat Ha Jae duduk di tempat yang sama setiap harinya.bTapi tak pernah sekali pun Shin menghampiri atau menemui Ha Jae.
Dia tetap memilih duduk di pojok ruangan untuk memperhatikan Ha Jae dari kejauhan.
Sampai hari itu, Shin tak melihat lagi kedatangan Ha Jae di cafe itu. Sudah hampir 1 Minggu ini, Shin tak melihat Ha Jae berada di cafe itu.
"Kemana dia?!" tanya Shin dalam hati.
"Permisi, Tuan. Pesanaannyaa." seru seorang pelayan mengantarkan pesanannya.
"Kau!" seru Shin terkejut melihat Kyun yang mengantarkan pesanannya.
"Ya saya, Tuan?! Ada yang bisa saya bantu?" sahut Kyun.
"Ah, tidak. Tidak ada. Terimakasih." ucap Shin.
"Baik, Tuan. Permisi, Tuan." seru Kyun berpamitan.
Sejak hari itu, Shin Ji Joon terus datang ke cafe itu. Tapi tetap tak bertemu dengan Choi Ha Jae. Shin sempat ingin bertanya pada Kyun, tapi dia tidak ingin Kyun curiga dengan dirinya.
......................
__ADS_1
...(Galleria, Daejeon)...
...----------------...
"Tuan. Maaf, Tuan. Kalau boleh saya tau. Apa yang sebenarnya tuan cari?!" tanya Sekertaris Yang.
"Aku tidak tau." jawab Shin. "Aku ingin memberi hadiah keseseorang. Apa kau tau apa yang pantas aku berikan?!"
"Maaf. Untuk siapa kah Tuan?!" tanya Sekertaris Yang. "Maksud saya, wanita atau pria. Hadiah ulang tahun atau yang lainnya."
"Wanita." jawab Shin. "Hadiah permintaan maaf."
"Ohh. Bagaimana jika sebuah Tas, Tuan." usul Sekertaris Yang. "Wanita suka di belikan barang-barang."
"Benar juga." sahut Shin.
Akhirnya Shin Ji Joon memutuskan untuk membeli sebuah barang yang ingin dia beli, Setelah dia hampir 5 kali berkeliling mencari barang yang pas. Dia pergi ke salah satu toko ternama di gedung berlantai 12 itu.
Shin menghampiri toko berbrand ternama di dunia, dan masuk ke dalamnya.
Shin pun kembali di buat bingung saat ia melihat ratusan tas yang terpajang rapi di dalam rak. Dia tak tau harus membeli model yang mana dan warna yang mana. Dia benar-benar tak punya pengalaman sedikit pum dalam memberikan sebuah hadiah terhadap seorang wanita.
"Permisi, Tuan. Ada yang bisa saya bantu." tanya seseorang SPG menghampiri Shin.
"Aku mencari sebuah tas. Yang cocok untuk hadiah." jawab Shin melihat dengan pasti setiap tas di hadapannya.
"Oppa oppaaa." seru seseorang datang mendekat.
"Aku sedang belanja. Oppa sedang apa?" tanya Yura penasaran.
"Aku mencari sebuah tas." jawab Shin.
"Ahh, itu bagus." ucap Yura menunjuk sebuah tas pria yang terlihat sangat elegan.
"Hemm, bukan untuk pria. Tapi untuk wanita." jelas Shin tertawa kecil.
"MWO!" sergah Yura.
Yura terlihat kaget mendengar akan hal itu. Dia menebak dan berandai-andai untuk siapa tas itu di belikan. Tak lama Yura melempar senyuman menyeringai sebelum dia menarik tangan Shin Ji Joon.
"Aku bantu. Sini." ajak Yura. "Coba lihat ini. Ini keluaran terbaru. Limited. Pasti wanita itu sangat suka."
"Benarkah?" tanya Shin meraih tas itu dan memperhatikannya.
"Benar, Tuan. Itu varian limited. Pasti wanita itu akan sangat senang mendapatkan barang terbatas seperti ini." sela SPG itu.
"Kalau gitu, aku beli ini." ucap Shin memberikan tas yang dia pegang ke SPG itu.
"Baik Tuan." sahut SPG itu meraih tas hitam yang glamour itu.
"Yess!!" gumam Yura merasa bahagia.
__ADS_1
"Kau ingin membeli sesuatu?! Biar aku yang membayarnya." tanya Shin.
"Oh tidak usah. Aku lapar." jawab Yura.
"Kalau gitu, kita makan siang bersama." ucap Shin.
"Okay." jawab Yura dengan bahagia.
Siang itu Shin Ji Joon dan Yura makan siang bersama di salah satu restoran yang tak jauh dari tempat itu. Sesaat sedang asik menikmati makanan mereka. Ponsel Shin Ji Joon pun berbunyi.
Ting ting tinggg. (nada ponsel berbunyi).
"Maaf, sebentar. Halo?" jawab Shin.
Shin Ji Joon menyela makan siangnya dengan Yura. Larna memang Shin orang yang penting. Tidak mungkin dia melewatkan sebuah telepon yang masuk ke ponselnya.
"Ya dengan saya sendiri. Ahh baiklah, siang ini. Saya akan segera kesana. Terimakasih." ucap Shin Ji Joon dengan orang yang berada di ujung telepon.
"Maaf, aku harus segera pergi. Semuanya sudah saya bayar. Saya pergi dulu." ucap Shin kepada Yura.
"Ohh, Oppa. Hati-hati." seru Yura.
Shin Ji Joon pun akhirnya bergegas menuju ke Cafe Shop untuk bertemu dengan seseorang.
"Sekertaris Yang. Setelah ini pergilah ke Kantor duluan. Saya ada urusan penting sebentar." titah Shin.
"Baik, Tuan." ucap Shin.
Tak berapa lama perjalanan. Mereka sampai di Cafe Shop. Shin Ji Joon langsung bergegas masuk ke dalam Cafe. Dia langsung di sambut oleh seorang karyawan, yang mengarahkannya ke sebuah tempat duduk yang sudah di siapkan.
Shin pun duduk dan menunggu dengan tak sabarnya. Tak berselang lama, datanglah seseorang menghanpirinya.
Terlihat jelas bahwa dia asli keturunan AS. Yang memiliki tubuh tinggi dan badan yang gagah berotot. Dia datang memberi salam dan duduk bersama dengan Shin Ji Joon.
"Hi Mr.Shin Ji Joon. My name is Thanos." (Hai Tuan Shin Ji Joon. Nama saya Thanos.) ucap lelaki bertubuh tinggi itu memperkenalkan dirinya.
"Oh hai." (Oh hai.) sahut Shin.
Shin Ji Joon mepersilahkan Mr.Thanos untuk duduk bersamanya.
"Tuan Shin, ada yang bisa saya bantu? Maaf, saya baru mendapat pesan anda dari karyawan saya. Saya memang jarang berada di Korea. Saya harus bolak-balik Korea-Italia untuk mengurus bisnis saya." tutur Mr.Thanos.
"Ah tidak. Saya yang harus meminta maaf, karna menyita waktu anda sebentar." jawab Shin. "Saya hanya tertarik dengan Cafe anda ini. Sangat mengesankan untuk saya."
Shin terdiam sebelum melanjutkan ucapannya. Terlihat Mr.Thanos begitu serius dan sabar mendengarkan apa yang Shin ingin sampaikan.
"Saya ingin sekali memiliki Cafe seperti tempat ini. Tapi tidak mungkin saya meniru konsep anda." imbuh Shin.
"Jadi? Apa maksud anda? Langsung saja ke intinya." tanya Mr.Thanos dengan serius.
...****************...
__ADS_1