
Tak berapa lama aku menunggu. Kyun datang dengan membawa pesanan yang aku pesan.
"Silahkan pesanannya Kak," ucap Kyun seraya menyodorkan secangkir kopi di depanku.
"Terimakasih. Emm Boy jam berapa sekarang?" tanyaku tak memalingkan mataku dari ponsel di tanganku.
"Ya ampun ya ampun! Saking asik nge-Game sampai gak nyadar ini jam berapa." tegurnya.
"Dari datang tadi. Aku rasa sudah hampir 3 Jam lebih kamu duduk main game terus. Baterai hpmu awet juga ya, ha ha!" Goda Kyun merangkul pundakku, mendekatkan badannya untuk melihat ke layar ponselku.
"3 jam?!" pekikku.
Aku tersentak mendengar jawaban Kyun.
Dengan cepat aku menutup gameku, dan melihat jelas Jam yang tertera di layar ponselku. Yang benar aja, sudah pukul 02:45.PM.
Aku segera melihat kembali histori pesanku kepada Shin Ji Joon.
Sial! Batinku kesal.
"Huuff!!"
Aku menghela nafas dan membuangnya berlahan. Dengan muka masam, aku meminum habis kopiku di hadapanku.
Aku bergegas meraih tas dan berkas yang aku taruh di kursi sampingku.
"Boy mana Bonku!" Todongku seraya bangkit dari dudukku.
"Wah wah sebentar!! Kok tiba-tiba mau pergi aja?! Ada apa, mukanya kesal gitu?? Apa aku salah berbicara??" tanya Kyun merasa tak enak.
__ADS_1
"Emm enggak kok, bukan denganmu." sahutku.
"Sebenarnya aku ada janji dengan seseorang jam 12:30 tadi, di sini. Tapi sampai sekarang gak nongol juga," jelasku membuang mukaku merasa tak enak kepada Kyun.
"Emm? Maksudmu Pak Yokada?! Tadi jam 1 dia kesini bersama temannya. Tapi hanya pesan kopi lalu pergi lagi," selidik Kyun dengan muka serius.
"Hah? Senpai?! Jadi tadi dia kesini??" pekikku.
"Yaa.." jawab Kyun penuh hati-hati seraya mengaruk rambut pirangnya.
"Ih si ******!!" sergahku dengan kesal aku mengepalkan kedua tanganku.
"Bukan sama dia sih sebenarnya." ungkapku sengan muka yang masam. "Tapi kan seharusnya nyapa aku dulu kek, ngajak ngopi, tau orang lagi boring,"
"Jadi dari tadi kamu bosan ya? Tau gitu aku temani." goda Kyun membungkukkan badan jangkungnya itu ke arahku.
Aku berjalan menenteng tas ranselku menuju ke depan kasir. Kyun membuntuti dengan usilnya terus menggodaku.
"Ayolah jangan kesal gitu, lain kali kalau lama nunggu kan bisa minta aku temani. Tapi kamu harus traktir aku kopi ya, ha ha ha!" goda Kyun.
"Hei! Harusnya aku yang mendapatkan kopi gratis." tegasku.
"Mana ada pelayan berikan Kopi gratis ke pengunjung?!" tolaknya.
"Justru karna gidak ada. Jadi buat biar ada." todongku.
"Ah, nanti aku di pecat." timpalnya.
"Kalau di pecat, kerja saja denganku." rayuku.
__ADS_1
"Kerja apa?!" tanya Kyun penuh penasaran.
Dia mendekatkan badan jangkungnua ke arahku.
"Sikat genteng rumah," bisikku ke arah telinga Kyun.
"Hah!! Lebih baik aku jadi badut tedi bear di taman kota!" tolaknya.
"Heh?! Jadi badut taman kota gajinya gak besar tau." tekadku.
"Yang penting banyak cewek cantik," bisik Kyun ke arahku.
"Aaa! Kau nakal juga ya?!" godaku.
"Hai, akukan masih lelaki normal." timpalnya.
"Kya! Mana Bonku. Dari tadi juga!" tegasku dengan kesal.
"Ah kau ini! Sebentar aja kenapa sih?! Sebentat lagi aku juga udah pulang. Nanti kita mukhang bareng." sahutnya.
"Lain kali aja. Aku ada urusan yang harus aku selesaikan." tolakku.
"Ahh! Ayolah,," rengeknya.
"NO!! Capat!" tegasku.
Setelah aku mendapatkan bonku. Aku segera membayar pesananku dan pergi dari cafe itu.
...****************...
__ADS_1