Mencintai Sendiri

Mencintai Sendiri
Untuknya


__ADS_3

"Ah tidak. Saya yang harus meminta maaf, karna menyita waktu anda sebentar." jawab Shin. "Saya hanya tertarik dengan Cafe anda ini. Sangat mengesankan untuk saya. Saya ingin sekali memiliki Cafe seperti tempat ini. Tapi tidak mungkin saya meniru konsep anda."


"Jadi? Apa maksud anda? Langsung saja ke intinya." tanya Mr.Thanos dengan serius.


...----------------...


"Jika anda tidak keberatan. Saya ingin membeli Cafe ini." tutur Shin Ji Joon.


Mr.Thanos terlihat tertegun mendengar maksud dan tujuan Shin Ji Joon. Dia seakan sedang memikirkan sesuatu. Datanglah seorang pelayan yang memberikan secangkir kopi kepada Mr.Thanos.


"Silahkan Mr." ucap pelayan itu.


"Thank you." sahut Mr.Thanos.


Mr.Thanos menyruput kopi di hadapannya. Dia menghela nafas lalu mengeluarkannya berlahan.


"Sebenarnya saya juga kesulitan untuk mengurus Cafe ini. Saya kewalahan jika harus bolak-balik Korea-Italia. Saya juga pernah punya pemikiran untuk menjual Cafe ini. Karna menurut saya, lebih baik saya fokus kebangkan bisnis saya yang berada di Italia, menghabiskan waktu saya bersama keluarga saya di sana, tanoa saya harus sibuk memikirkan dan bolak-balik ke Korea-Italia untuk semua ini." tutur Mr.Thanos. "Tapi maaf. Jika menjual sepenuhnya Cafe ini. Mungkin saya belum bisa. Karna Cafe ini adalah tempat saya bertemu dengan istri saya, ha ha ha. Saya harus ijin dengan istri saya terlebih dahulu. Dan menjual sepenuhnya, aku rasa tidak akan bisa. Tapi entahlah."


Shin Ji Joon merasa sangat kecewa mendengar jawaban Mr.Thanos itu.


"Saya sangat mengerti maksud Anda." sahut Shin. "Sebenarnya saya menginginkan Cafe ini, juga karena seorang wanita."


"Benarkah?! Kekasih Anda?!" tanya Mr.Thanos tak percaya.

__ADS_1


"Belum. Saya baru mencoba mendekatinya. Saya juga berharap akan hal itu. Bahkan lebih." jelas Shin. "Saya melihat dia hampir setiap hari datang berkunjung ke cafe ini. Saya mendengar dari sodaranya, dia senang menghabiskan waktu luang di tempat ini untuk menikmati kopi dan bermain game. Saya berpikir, jika saya memiliki cafe ini. Saya dapat memberikan kepada gadis itu sebagai hadiah yang spesial untuknya suatu saat nanti. Itupun jika dia menerima cintaku suatu saat nanti, hmmm."


"Itu luar biasa." seru Mr.Thanos memberikan tepuk tangan ringan.


"Saya jadi teringat, saat pertama kali saya bertemu dengan istri saya. Sebenarnya, dulu saya hanya seorang Barista di cafe ini. Tapi karna saya ingin mendapatkan hati istri saya, yang selalu memesan kopi buatan saya. Saya menjual semua harta saya yang berada di Italia, agar saya dapat menanam saham di cafe ini. Saya pikir jika saya menjadi bos. Dia tidak akan menolak saya. Kau tak akan menyangka dengan apa yang terjadi ... " tutur Mr.Thanos. "Dia ternyata pemilik cafe ini. Hahahaha!!"


"Is it true?!" (Benarkah?!) tanya Shin tak percaya.


"Awalnya saya tidak tahu. Karena bukan dia yang saya temui saat penanaman waktu itu. Tapi saat saya ingin tanda tangan saham. Dia berada di hadapan saya." sambung Mr.Thanos. "Waktu itu aku hanya berfikir 'Oh sial.' ternyata posisinya lebih tinggi dari pada saya. Saya pasti masih sangat sulit menggapainya. Tapi saat dia bertanya alasan saya menanam saham di cafe ini. Saya hanya berkata 'Karna saya menyukai seorang gadis yang sering berkunjung ke cafe ini. Senyumannya hampir membuat saya gila setiap waktu. Saya ingin memilikinya.' Dia hanya terdiam saat itu. Saya bisa melihat wajahnya yang berubah ekspresi seakan dia sedang kecewa tentang sesuatu. Sampai hingga akhirnya dia berkata 'Gadis itu pasti sangat berharga. Siapakah dia? Boleh saya tahu.' Aku ragu saya menjawab. 'Gadis itu selalu memesan Latte kepada saya. Wajahnya sangat mirip dengan anda. Dan saya berharap itu anda. Walau mungkin mustahil bagi saya mendapatkan cinta anda. Tapi ya sudahlah. Saya sudah di sini.' Saya tidak tau, saya hanya ingin jujur saat itu. Saya keluarkan apa yang saya rasakan. Walau Saya tau semua itu percuma. Tapi di luar dugaan. Dia memecat saya hari itu juga dari cafe ini. Beberapa hari, dia datang mencari saya dan mengajak saya pulang ke Italia. Setelah itu, tak lama kami menikah. Ha ha ha," jelas Mr.Thanos.


Mr.Thanos sangat antusias menceritakan perjalanan hidupnya bertemu dengan istrinya. Karna memang dia rasa, hidupnya sama seperti Shin Ji Joon.


"Hidup saya di luar dugaan saya. Saya tidak tau bahwa istri saya juga menyukai saya saat itu. Maka dari itu, dia selalu meminta saya yang membuatkan pesanannya. Setelah kami menikah. Dia selalu bilang bahwa dia tidak salah memilih saya." imbuh Mr.Thanos.


"You are very lucky." (Anda sangat beruntung.) puji Shin.


"Anda serius?!" (You are serious?!) sahut Shin.


"Saya ingin anda mendapatkan wanita anda, sama seperti saya dapat mendapatkan istri saya." ucap Mr.Thanos. "Istri saya pasti tidak akan keberatan. Terlebih lagi, dia tahu siapa anda sebenarnya. Saya yakin."


"Terimakasih banyak. Saya sangat tersanjung. Saya sangat berharap, dapat mendapatkan keberuntungan seperti yang anda dapatkan. Terimakasih." sahut Shin merasa terhomat.


"Tapi. Apa boleh saya tahu wanita anda itu?! Apa sekarang dia ada di sini?!" tanya Mr.Thanos coba memperhatikan sekelilingnya.

__ADS_1


"Ah tidak. Sekarang dia sedang tidak ada di sini." jawab Shin merasa malu.


"Benarkah? Oh sial. Pasti dia sangat cantik." seru Mr.Thanos merasa kecewa.


"Dia sangat manis. Sudah sekitar 2 minggu ini dia tidak terlihat di sini. Saya baru akan menanyakan kabarnya kepada sodaranya." jelas Shin.


"Semoga dia baik-baik saja. Perkenalkan dia kepada saya saat kalian mengantarkan undangan pernikahan kalian nanti. Okay." titah Mr.Thanos menggoda.


"Haha ha ha, aku berjanji." sahut Shin.


"Semoga sukses kawan." ucap Mr.Thanos memberikan jabat tangan kepada Shin sebagai bentuk dukungan untuknya.


"Terimakasih Mr.Thanos, Terimakasih." sahut Shin.


Pertemuan itu membuahkan hasil untuk Shin Ji Joon. Dia berhasil membeli setengah saham dari cafe itu. Shin Ji Joon juga di percaya sepenuhnya untuk memegang cafe itu, jika Mr.Thanos sedang berada di Italia.


Shin Ji Joon memberikan sedikit perubahan kecil di cafe itu. Dia berharap wanita incarannya suka dengan warna baru yang kecil itu.


"Ini adalah seragam baru kalian. Ini adalah seragam senin sampai jumat. Dan ini seragam untuk hari sabtu dan minggu." tutur Shin. "Satu lagi. Layani tamu kita dengan seramah mungkin. Anggap mereka adalah sahabat kita yang sedang berkunjung ke rumah kita. Mengerti!"


"Siap, Pak!!" sahut semua karyawan.


Shin Ji Joon merasa puas dengan apa yang dia lakukan. Dia masih menanti, kapan Choi Ha Jae akan datang kembali ke cafe ini. Shin Ji Joon merasa tidak sabar melihat ekspresi Choi Ha Jae dengan perubahan kecil ini.

__ADS_1


Shin Ji Joon termangu di atas meja kerjanya. Dia melihat sebuah tas belanja yang lama dia simpan di meja kantornya. Dia lalu bangkit dan meraih tas belanja itu. Dia mengambil kunci mobilnya dan bergegas pergi keluar dari kantornya.


...****************...


__ADS_2