
Shin Ji Joon semakin terkagum dengan apa yang Choi ha Jae tunjukan. Dia sesekali tersenyum melihat ke arah Ha Jae, yang sama sekali tak menyadari akan hal itu.
"Yhaa!!" sergah Ha Jae memukul kepala Kyun menggunakan gagang pisau.
Hal itu membuat Shin tertawa kecil di buatnya.
"Kamu ini!! Begini salah, begitu salah. Tadi salah, sekarang salah!!" cerocos Kyun memandang Ha Jae dengan kesal.
Shin lagi lagi tertawa kecil melihat keributan yang Kyun dan Ha Jae timbulkan. Tak di sangka Yokada pun dari tadi memperhatikan Shin Ji Joon yang terlihat sangat serius memperhatikan Ha Jae. Sampai beberapa kali, Shin tidak fokus di ajak ngobrol oleh Yokada.
"Ya, ya! Yaa!!" sergah Yokada menghentikan keributan Kyun dan Ha Jae. "Kyun kamu urus yang lain saja. Biar Shin yang membantu Ha Jae."
Yokada melirik ke arah Shin yang terlihat senang akan hal itu. Ha jae terlihat terkejut akan hal itu. Dia terlihat kesal melirik ke arah Kyun yang terlihat senang pergi meninggalkannya. Shin pun berlahan menghampiri Ha Jae.
"Apa yang bisa aku bantu?" tanya Shin yang sudah berdiri di samping Ha Jae.
Ha Jae mengulurkan pisau ke depan muka Shin. Yang membuatnya ternyalang ngeri akan hal itu.
"Oh maaf." ucap Ha Jae merasa tak enak terhadapnya.
"Haagg,, tidak apa-apa." sahut Shin menghela nafas lega.
Shin meraih pisau dari tangan Ha Jae. Dia berbalik melihat deretan rempah yang tersusun rapi di hadapannya.
"Kau menanam semua ini sendiri?" tanya Shin kepada Ha Jae.
"Oh iya." jawab Ha Jae dengan gelagapan. "Anu, tolong ambilkan kunyit dan daun salam. Ee kunyitnya dikit aja ya."
Shin Ji Joon dengan gesit nya memgambil rempah di hadapannya. Dia ingat kembali masa saat dia di ajarkan ibunya menanam sayur sawi di halaman neneknya.
Kenangan indah yang sering dia ingat saat berada di dekat Ha Jae. Shin bangkit dari duduknya. Dia memetik beberapa daun rempah lalu membawanya menghampiri Ha Jae.
"Ini, di taroh mana lengkuas dan daun salamnya?!" tanya Shin.
"Sini, biar aku cuci." sahut Ha Jae mengambil rempah dari tangan Shin.
Shin Ji Joon bergegas menuju meja bar yang berada di samping dapur itu. Dia duduk sembari memperhatikan Ha Jae dan yang lainnya, yang sedang sibuk menyiapkan masakan.
Tak lama Kyun ikut bergabung dengan Shin yang duduk di bar memperhatikan dua wanita itu sibuk memasak. Terlihat jelas Ha Jae sangat cekatan dan pintar memasak hidangan itu. Dia dengan sabar dan detailnya mengajari Min Sae tentang masakan itu.
__ADS_1
"Coco, kenapa kuahnya berwarna kuning?" sergah Kyun yang berada di samping Shin.
Sontak Shin Ji Joon di buat ternyalang dengan pertanyaan itu. Shin tidak menyangka jika pertanyaan konyol yang pantas di tanyakan oleh seorang anak kecil itu, Kyun tanyakan.
Shin tersenyum melihat wajah Kyun yang benar-benar terlihat polos, tanpa ada ekspresi berpura-pura sedikit pun agar menarik perhatian Ha Jae.
Blubuk blubuk blubuk! (suara kuah yang mendidik).
"Aaaa itu. Kenapa luber?!" seru Kyun panik.
"Kan mendidih" sergah Ha Jae mengambil sendok sayur.
Shin Ji Joon hanya dapat tertawa kecil melihat kekonyolan Kyun tersebut. Tak henti-hentinya Kyun bertanya hal yang tak seharusnya tak di tanyakan oleh orang sedewasa dia. Shin memandang dalam Ha Jae yang terlihat mencicipi masakan di hadapannya. Terasa Shin sedang melihat sosok ibunya di diri Ha Jae.
"Eee Pak Shin, mau coba??" tanya Min Sae.
Shin Ji Joon tersentak kaget mendengar pertanyaan itu. Dia bangkit dari duduknya menghampiri Min Sae. Shin mengambil sebuah sendok lalu mencicipi kuah soto itu dengan penasarannya.
"Gimana??" tanya Min Sae penuh penasaran.
"Eee-enak" jawab Shin dengan ragu.
Shin Ji Joon hanya dapat ternyalang saat dia melihat Choi Ha Jae memasukan gula, lada dan garam tanpa ukuran ke dalam kuah itu.
"Mwo?!" batin Shin.
Tak berselang lama, semua masakan siap mereka hidangankan. Makanan yang sederhana memang, tapi aromanya membuat perut semua yang ada di sana, pasti merasa kelaparan. Begitu juga dengan Shin. Dia terlihat tidak sabar menyantap makanan di hadapannya.
Shin Ji Joon terlihat sudah mahir meracik soto ke dalam sebuah mangkok. Tanpa ragu dia menyantap hidangan yang sangat lezat baginya itu. Keberuntungan besar buat Shin dapat merasakan masakan wanita yang dia sukai.
Nguuuuukkk nguuuukkkk. (suara getar ponsel).
Ha Jae bangkit dari duduknya, lalu menghampiri ponsel itu.
"Halo! Ono opow? Ha?! Ooo. Ohh. Ya sudah sini aja, kebetulan kita lagi pada ngumpul" titah Ha Jae dengan seseorang yang berada di ujung telepon.
Choi Ha Jae terlihat melirik ke arah Yokada yang sedang menikmati makanan di hadapannya.
"Ada makanan banyak di sini, kamu kesini aja. Okay, aku tunggu." jawab Ha Jae sebelum menutup telepon itu.
__ADS_1
Ha Jae terlihat sumringah setelah mengangkat telepon itu. Shin pun terlihat penasaran dengan siapa yang Ha Jae pinta untuk datang bergabung bersama mereka. Yokada yang tidak kalah penasarannya pun tanpa ragu bertanya pada Ha Jae.
"Hei, Ha Jae. Siapa yang kamu suruh kesini? Kelihatannya senang sekali? Pacar!?" tanya Yokada dengan penasaran.
"Hag?! Ora. Temen." jawab Ha Jae datar.
"Sejak kapan kamu punya teman?!" tukas Yokada.
Choi Ha Jae terperangah mengangkat wajahnya. "Jadi selama ini kita gak temenan??" sanggah Ha Jae melihat ke arah teman-temannya dengan tatapan polos.
"Kyaa! Kita kan memang gak temenan!" sergah Jennie. "Tapi sahabataaaannn!"
"Uuuwuuuuuuuu!!" sorak kompak mereka berempat dengan gaya gemulai.
Shin Ji Joon tertawa kecil melihat tingkah mereka. Mereka begitu sangat akrab dan menyenangkan. Ingin sekali rasanya Shinbdapat seakrab dan sedekat itu dengan mereka. Terutama dengan Ha Jae.
......................
Tak berapa lama mereka bercengkaman sembari menikmati hidangan. Terdengar suara bell pun berbunyi. Semua pasti bisa menebak, siapa yang datang bertamu.
Ting tong. Ting tong. (suara bell rumah).
"Biar aku yang buka" ucap Ha Jae bergegas menghampiri pintu. "Yo! Ayo masuk."
Masuklah seseorang pemuda yang terlihat sepergi preman. Dia begitu sangat tegas dengan kulit hitam eksotis dengan rabut panjang ikalnya. Melihat Ha Jae seakan akrab dengan pemuda itu. Shin di buat semakin penasan tentang siapa pemuda itu.
"KYA!!! ********!! SEDANG APA KAU KESINI!" hardik Yokada bangkit dari duduknya.
Shin Ji Joon pun kaget di buatnya. Begitu juga dengan orang-orang yang berada di sana. Mereka sangat penasaran, siapa sebenarnya pemuda ini.
"Seenpaiiiii!" sela Ha Jae menarik tangan Yokada.
Dia meminta Yokada agar lebih tenang. "Dia tamu. Aku yang menyuruh nya kesini."
Choi Ha Jae melihat Yokada dengan tatapan yang polos. Seakan meminta agar Yokada tidam naik darah.
...(baca bab "Kedatangan Man")...
...****************...
__ADS_1