Mencintai Sendiri

Mencintai Sendiri
Bermalam


__ADS_3

^^^(Chat to William Yokada)^^^


Shin Ji Joon : "Okay."


Shin Ji Joon : "Sampai jumpa Minggu besok."


...----------------...


Waktu yang di nanti telah tiba. Shin sudah siap dengan barang barang yang akan dia bawa. Dia juga menyiapkan sebuah mobil Jeep untuk ia kendarai ke rumah Yokada nanti. Dia tau, medan tempat kemah yang mereka akan datangi, bukan medan yang bisa di lewati oleh kendaraan biasa.


Sore itu, Shin Ji Joon sudah sampai di rumah besar yang tidak menjadi asing baginya. Shin berdiri termangu di depan gerbang. Dia memperhatikan lantai atas, yang dulu menjadi tempat favoritnya di semasa kecil.


Shin bergegas ke intercom bell yang berada di samping gerbang. Dia memecet intercom itu, agar Yokada tau dia sudah sampai di depan rumahnya.


Tittttt Titttttt Annyeong Titttt. (bunyi intercom bell).


Yokada yang mendengar intercom berbunyi, langsung bergegas menyapa dari ujung layar intercom bell.


"Oh Shin. Masuk." titah Yokada.


Yokada membukakan gerbang depan memencet tombol kunci melalui intercom itu. Shin pun bergegas kembali ke dalam mobilnya, dan masuk bersama mobilnya ke dalam halaman rumah besar itu.


Yokada yang sudah menunggu Shin di dalam rumah, langsung menyambut dengan ramah ke datangan Shin.

__ADS_1


"Ayo ayo, sini masuk." sambut Yokada.


"Annyeong haseyo." sapa Shin.


"Aa, ayo silahkan duduk." ucap Yokada. "Malam ini menginap dulu di sini, okay. Besok pagi buta baru kita akan berangkat. Gimana kau sudah siapkan semua barangmu?!"


"Sudah, aku sudah siapkan semua." jawab Shin.


"Aku malah belum selesai. Oh ya, kau tidur di kamar sebelah. Karna lantai atas Ha Jae yang tempati." tutur Yokada. "Satu lagi. Jika tidak ada hal penting. Jangan naik ke atas! Okay."


Yokada berbisik pelan ke arah Shin dengan seriusnya. Hal itu membuat Shin penasaran dengan apa yang Yokada maksud.


"Hah?!" Shin terlihat bingung dengan apa yang Yokada ucapkan.


"Ohh. Ya, baiklah." seru Shin merasa lega.


Malam itu, Shin tak melihat Ha Jae di lantai bawah sama sekali. Ingin sekali dia naik ke lantai atas untuk melihat gadis itu. Tapi sayang, tidak sopan rasanya jika dia tidak menghargai privasi orang lain.


Keesokan harinya, pukul 02:00 dini hari. Ha Jae sudah sibuk menyiapkan semua keperluan yang akan mereka bawa. Dia bolak-balik memasukan barang-barang ke dalam sebuah mobil yang sudah dia siakan.


Seperti rutinitas biasa, Ha Jae menyempatkan membereskan rumah. Ia pun juga menyempatkan membuat bekal sarapan untuk mereka di perjalanan nanti.


Ha Jae terperanjat saat berada di dalam kamar tamu untuk membersihkannya. Ha Jae melihat seseorang terbaring tertidur pulas di ranjang tamu itu.

__ADS_1


"Yokada?!" batinnya.


Dia berpikir itu adalah Yokada, tapi salah, itu bukan dirinya. Ha Jae ternyalang saat samar-samar dia melihat bayangan seseorang duduk di samping ranjang itu. Sekujur badan Ha Jae pun langsung merinding di buatnya.


"Kenapa di sini?" batin Ha Jae melihat sosok itu.


Tak berfikir lama, Ha Jae pun bergegas meninggalkan kamar itu, untuk pergi ke kamar Yokada. Dia ingin memastikan, bahwa itu bukan Yokada.


Sesampainya di kamar Yokada, Ha Jae pun tertegun melihat Yokada yang terkujur lelap tanpa busana.


Berlahan Ha Jae mendekati Yokada. Dia meraih beberapa botol minuman yang berserakan di atas ranjangnya, lalu merapikannya di atas meja. Ha Jae mengecek laci dan tong sampah untuk memastikan sesuatu yang membuatnya khawatir. Dia meraih sebuah gelas yang berisi air putih, lalu menuangkannya tepat di tubuh Yokada.


"Haaahh!!" pekik Yokada tersentak dari tidurnya. "HAI BOCAH!!" hardiknya terkejut dengan perlakuan Ha Jae.


"Sudah jam 3. Bangun." ucap Ha Jae datar lalu meninggalkan kamar Yokada.


Yokada begitu sangat kesal karna di bangunkan dengan cara seperti itu. Dia pun langsung bangkit bergegas ke kamar mandi untuk bersiap diri. Ha Jae kembali membereskan pekerjaannya dan juga menyiapkan dirinya.


Pukul 03:21.AM, Ha Jae turun ke lantai bawah. Dia sudah di tunggu oleh Yokada yang duduk di meja makan menikmati secangkir kopi. Shin terlihat diam ternyalang melihat kedatangan Ha Jae.


Ha Jae pun menundukan kepalanya untuk memberikan salam kepada Shin. Tak berapa lama mereka menunggu, datanglah Sekertaris Min Ho dan Asisten Min Sae. Serasa semua sudah lengkap, mereka pun memutuskan untuk langsung segera berangkat.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2