Mencintai Sendiri

Mencintai Sendiri
Dollfie Yang Malang


__ADS_3

Bruk! (suara Hani tertabrak).


"Aduh!!" pekik Lee Hani.


"Brengsek, jalan hati-hati!!" hardik seseorang yang menabrak Lee Hani. "Sial, ternyata kau lagi!!"


...----------------...


"Hei hei, kau ganti pacar lagi ya?! Ternyata kau Play Boy juga ya. Atau wanitanya yang murahan? Bagi aku satu dong." sergah Lee Tae.


Lee Tae mencoba mengganggu Lee Hani dengan memegang pipinya. Lee Hani menepisnya, akan tetapi Lee Tae terus menggodanya. Man yang merasa kesal, spontan langsung meraih tangan dan leher Lee Tae dan membantingnya ke tanah.


Brruk!!


"Hei, jangan sampai kita ketemu lagi ya. Kalau tidak, aku tak akan berbaik hati kepadamu lagi." ancam Man dengan tatapan sengit.


Man meraih dan megeret tangan Hani untuk mengajaknya beranjak meninggalkan tempat itu.


"Ah sial tangan ku." seru Big Man mengibaskan tangan Kirinya.


Man tertegun menoleh ke arah Hani. "Kau tidak apa-apa?"


Hani hanya diam terpaku terlihat Man di hadapannya. Dia terlihat sangat Syok dan ketakutan. Menyadari akan hal itu, Man tidak melepaskan genggaman tangannya kepada Hani.


"Sial. Ni cewek kenapa cantik sih?!" gumam Man dalam hati.


Man kembali berjalan dengan menggandeng tangan Hani, menuju tempat berkumpul yang sudah mereka tentukan sebelum berpisah bersama teman-teman yang lainnya.


......................


"Hai sayang, coba ini, ini enak sekali." ucap Kyun.


Kyun menyodorkan tteokbokki yang dia beli dari salah satu pedagang yang ada di sana.


"Emm. Awas tumpah." ucap Jennie.


Jennie meraih dan mencicipi sesuap tteokbokki dari tangan Kyun.

__ADS_1


"Apa gak apa-apa jika kita senang-senang dulu? Nanti gak selesai pekerjaan kita." ucap Jennie kepada Kyun dengan terus menguyah makanan di mulutnya.


"Tenang, hanya sebentar kok. Lagian aku juga sudah suruh teman-temanku untuk ikut membantu." jelas Kyun melirik ke arah Jennie sembari tetap menyantap makanan yang ada di tangannya.


......................


"Oee kerja yang bener!! Bos bilang kita harus ambil Gambar yang Natural." sergah seseorang suruhan Lee Kyun, yang di minta untuk membantu pekerjaannya.


"Gimana mau Natural jika orang yang di Wawancara aja ketakutan!!" sergah salah satu temannya.


"Aduh jangan ketakutan dong, yang biasa ajaaa, biasa!! kami ini cuman mau Wawancara kalian saja, bukan mau ngrampookk kalian!!" hardik orang itu dengan kesalnya kepada warga yang mereka wawancarai.


"I-iya iya, i-ya tuan." jawab salah satu warga yang mereka wawancarai dengan gelagapan.


Mereka merasa ketakutan dan ngeri dengan penampilan orang-orang suruhan itu.


......................


"Kira-kira, mereka ngapain ya?" gumam Ha Jae dalam hati.


Ha Jae memikirkan Kyun, Jennie, Hani dan Man yang tidak kunjung datang untuk berkumpul.


Dia menyodorkan segelas Kopi yang ia beli dari sebuah cafe dekat situ.


"Terimakasih." ucap Ha Jae mengambil Kopi yang Shin Ji Joon sodorkan.


Sembari menunggu, Mereka menikmati segelas Kopi. Lama mereka menunggu yang lainnya yang tak kunjung datang juga. Tak sengaja, jauh di depan sana. Ha Jae melihat sebuah toko barang antik tua yang terlihat menarik.


"Anu, boleh aku pergi sebentar. He he di sana ada Toko Barang Antik, kelihatannya bagus." ucap Ha Jae kepada Shin Ji Joon menunjuk ke arah toko itu.


"Oh silahkan." jawab Shin Ji Joon mempersilahkan Ha Jae pergi.


"Anuu, Anda mau ikut?? Mmm, lebih baik dari pada menunggu sendiri di sini." ucap Ha Jae kepada Shin Ji Joon.


Ha jae berharap Shin Ji Joon tak menolaknya. Shin hanya tersenyum ke arah Ha Jae menunjukan bahwa ia setuju. Shin pun bangkit dari duduknya dan mengikuti Ha Jae.


Sampai di toko barang antik itu. Mereka melihat-lihat barang-barang kuno dan aneh yang berada di sana. Banyak sekali koleksi yang di miliki toko itu. Seperti pedang, pisau, lampu, panah, sampai bekakas rumah seperti panci, sendok, piring pun ada di sana. Toko itu bagaikan musium tua, Ha Jae terlihat sangat senang bisa menemukan toko ini.

__ADS_1


"KEREN." takjub Ha Jae dalam hati.


Ha Jae mendekat ke tempat kasir, di sana ada seorang kakek yang sedang memperbaiki beberapa barang yang ada di meja. Di kotak besar, yang sepertinya itu kotak bekakas. Ha Jae melihat sebuah boneka dollfie yang rusak. Kaki dan tangan nya patah tak menyatu.


"Apa ini di jual?" tanya Ha Jae kepada kakek itu.


"Boneka itu rusak, siapa yang mau membelinya." jawab Kakek itu mendekat ke arahku.


"Berapa harganya? Aku suka." tanya Ha Jae melihat dengan detail boneka itu.


"Anda mau membelinnya? Jika Anda mau, bayar saja ikhlas Anda saja." ucap kakek itu tersenyum kepada Ha Jae.


"Aku mengambilnya." jawab Ha Jae menyodorkan boneka itu ke arah Kakek itu.


"Kau mau membelinya? Kamu bisa membeli yang baru." sela Shin yang sudah berdiri di samping Ha Jae.


"Aku suka Karakternya." ucap Ha Jae tersenyum ke arah Shin.


Ngukkkkkkkk! (suara ponselku bergetar).


"Oe kau di mana?" tanya Man dari ujung telepon.


"Oh aku ada di Toko Barang Antik dekat Pohon Sakura." jawab Ha Jae.


"Ya sudah sini aja. Aku di tempat makan Jepang di sebrang jalan." ucap Man.


"Okay." jawab Ha Jae.


Ha Jae mematikan telpon itu. Dia melihat ke arah Shin, yang terlihat sedang asik melihat beberapa barang yang ada di rak pajangan.


"Emm anu, kita di tunggu anak-anak di tempat Makan Jepang yang ada di sebrang jalan. Tidak apa-apa kan, jika kita makan siang dulu sebelum pulang?" tanya Ha Jae kepada Shin.


"Oh okay." jawab Shin tersenyum ke arah Ha Jae.


"Anu Kek, aku jadi Beli Boneka ini. Tapi apa boleh Bonekanya di betulkan dulu. Aku akan bayar DPnya sekarang. Nanti kalau Bonekanya sudah jadi akan segera aku ambil." pinta Ha Jae kepada kakek itu.


"Oh baik Nona, silahkan tinggalkan Nomor Telpon Anda di sini, ini Kartu Nama saya." ucap Kakek.

__ADS_1


Kakek itu memberikan sebuah kertas nota dan sebuah nartu nama kepada Ha Jae. Setelah selesai, Ha Jae dan Shin pun langsung bergegas keluar menyusul teman-teman ke tempat makan Jepang yang berada di sebrang jalan.


...****************...


__ADS_2