Mendadak Jadi Papa

Mendadak Jadi Papa
Pertolongan


__ADS_3

"Mengapa kamu lakukan padaku semua ini, Mika?" Tanya Marry dengan berteriak.


Mika menatap dingin Marry. Tapi, Marry sama sekali tak gentar. Marry membalas tegas dan tajam tatapan Mika itu, seolah memberi perlawanan.


"Aku ingin seberapa kuat nyalimu menghadapi semua ini? Kamu tahu? Kevin mungkin telah tak bernyawa saat ini. Dan jika masih bernyawa, mungkin dia setengah hidup setengah mati." Seringai Mika dengan tatapan kejamnya.


Marry hanya bisa pasrah menatap Mika.


"Tapi, mungkin sebelum kamu menyusul suamimu itu, mungkin, mereka bisa menikmati tubuhmu dulu! Hahaha..." Tawa Mika membahana, disusul tawa ketiga lelaki yang ada dalam ruangan itu.


Seorang preman yang menangkap Marry tadi langsung memposisikan tubuhnya tepat di balakangnya tubuh Marry, lalu menggesekkan kejantanan miliknya pada bagian belakang tubuh Marry.


Marry meggeram, dan langsung mengangkat kakinya, lalu menginjakkan empat pada kaki preman itu dengan kuat.


"Aduh... Keparat!" Teriaknya sambil menghempaskan tubuh Marry.


Marry berpegang pada dinding, dan meraih sebuah besi yang ada di sana.


"Jangan mendekat! Aku tak akan tinggal diam!" Seloroh Marry sambil menatap mereka penuh perlawanan.


"Hhmmm.... Ternyata kamu bernyali juga. Pantas Tuan Mars Junior tertarik padamu. Kamu masih ingat? Kami adalah tetanggamu dulu, Marry. Kamu hanyalah seorang wanita biasa yang memiliki anak dari lelaki yang tak jelas, bukan?" Seringai salam satu preman yang lain.


"Aku tak peduli padamu! Dan dengar! Aku memiliki suami, dan anak anakku memiliki ayah. Jangan pernah mengganggu keluargaku, atau kamu tak akan pernah hidup dengan tenang selamanya!" Ancam Marry dengan tatapan penuh amarah.


Preman itu terus melangkah mendekati Marry.


"Jangan mendekat!" Tukas Marry sambil bersiaga membawa besi di tangannya.


TAP


Sepasang tangan kokoh kini memegang tubuh Marry dari belakang.


"Lihat, bisa apa kamu sekarang, pelacur!" Ucap Tom sambil mencengkram lengan Marry dengan kuat, membuat Marry kesakitan, hingga besi yang dipegangnya terlepas.


PRANG


Suara besi jatuh terdengar. Sontak Marry terkejut dan meronta-ronta sekuatnya, berusaha membebaskan dirinya sendiri.


Dua preman tadi mendekati Marry yang masih meronta dalam cengkraman Tom.


Lalu Tom dan preman tadi menyeret tubuh Marry dan meletakkan di atas sebuah meja.


Mereka memegangi tubuh Marry dan salah satu preman menciumi tubuh Marry dengan bringas.


Marry memalingkan wajahnya, tak ingin melihat wajah wajah lelaki itu.


"Lepaskan aku!"


Teriak Marry sambil menggerakkan tubuhnya dengan sekuat tenaga.


Marry mencakar wajah salah satu dari lelaki itu, lalu menendang dengan kuat yang lainnya.


Marry mengambil napas dalam-dalam, lalu dengan sekuat tenaga mendorong tubuh para lelaki itu.


BRUK..


Dua orang tersungkur karena Marry meronta dengan membabi buta.


DOR..

__ADS_1


Suara tembakan membuat semua berhenti.


Mika menembakkan senjatanya, lalu menghampiri Marry yang meringkuk sambil meringis menahan sakit.


"Berdiri!" Teriak Mika dengan lantang pada Marry dengan penuh kemarahan.


"Kamu pikir, kamu adalah wanita kuat! Keluarga Mars harus hancur... Dimulai dari kamu!"


Mika mengarahkan senjatanya tepat di kepala Marry.


Jantung Marry seakan berhenti berdetak.


Tatapan Mika yang tajam dan menakutkan sebenarnya membuat nyali Marry menciut, namun, saat dia melirik di sudut ruangan melihat bayangan tubuh Kevin bergerak, membuatnya memiliki harapan kembali.


"Aku tidak takut Mika. Apa kamu tidak pernah melihat betapa sayangnya, Bibi Tracy padamu? Dengan segenap jiwanya dia menjagamu, menyayangimu, bahkan memberikan sebagian miliknya padamu. Bibi Tracy harus membawa kamu jauh dari sini untuk mencari pengobatan untuk dirimu saat kamu masih bayi. Bertahun-tahun dia bereksperimen untuk menemukan obat untukmu, dan akhirnya kamu bisa hidup hingga saat ini. Mengapa kamu lakukan ini Mika?"


Mika mendengus kesal menatap Marry, dan menggelengkan kepalanya.


"Jadi kamu telah mendengar kisah hidupku?" Tanya Mika, lalu tertawa terbahak-bahak.


"Mika. Berhentilah! Sadarlah! Kembalilah pada kami. Jauhi Tom!" Pekik Marry.


Tom segera menghampiri Marry.


PLAK PLAK...


Tamparan bertubi tubi pada pipi Marry.


Tubuh Marry terhuyung. Lalu Marry mencoba untuk menahan tubuhnya sendiri agar tetap berdiri. Tom menghampiri Marry dan menatapnya sambil menyeringai dingin.


BUG BUG


Tom membabi buta memukul dan menampar, hingga menendang tubuh Marry, hingga terpental ke dekat tembok.


Mika hanya menatap semua perbuatan Tom pada Marry tanpa ekspresi apa pun.


Mika mengambil sebatang rokok dan menyulutnya, lalu duduk sambil menikmati pemandangan Tom sedang menggerayangi tubuh Marry bersama dua preman lainnya.


Marry mendorong dan menendang ketiga lelaki yang mengeroyoknya sekuat tenaganya.


Dari balik lemari Kevin hanya bisa menggeram marah menatap Marry yang disiksa oleh para lelaki itu.


Kevin berusaha untuk bangkit, namun, kakinya terasa mati rasa.


Kevin memejamkan matanya.


"Aku harus bisa! Marry bertahanlah."


Kevin menguatkan dirinya dan terus berusaha untuk menggerakkan kakinya, dan tubuhnya untuk berdiri.


BRAKK...


"Angkat tangan! Jatuhkan senjata kalian!"


Pintu didobrak, dan polisi segera menyeruak siaga sambil mengarahkan senjata mereka pada para penjahat itu, termasuk Mika yang masih memainkan senjata, dengan memutar mutar senjata dengan jarinya.


Tom, dan dua preman segera menghentikan perbuatan mereka pada Marry.


"Hai! Mengapa kamu takut pada mereka, Pengecut?!" Hardik Mika sambil menatap tajam pada Tom dan dua preman itu.

__ADS_1


"Mika Sayang, kembalilah, Nak!" Ucap Tracy dengan suara lantang namun lembut.


Perlahan Tracy mendekati Mika, dan memeluknya.


Tiba tiba, Mika menodongkan senjatanya pada Tracy sambil menyeringai lebar.


"Mika... Ada apa denganmu? Aku menyayangimu! Tak pernah sedetik pun, aku pernah berpikir kamu akan seperti ini." Ucap Tracy sambil berurai air mata.


"Aku bukan anak kecil pesakitan yang selalu kamu bohongi lagi! Aku telah dewasa dan berhak untuk memilih jalan hidupku!"


Tracy tersentak, dan menoleh ke arah Mika.


"Maksudmu, apa?"


"Kamu terlalu banyak mengatur hidupku! Dan aku telah muak denganmu! Bahkan ayah kandungmu pun tak pernah memedulikan aku." Dengus Mika sambil menatap ke arah Tuan Morgan Mars dengan tatapan dingin.


"Aku membencimu dan semua keluarga Mars!" Ucap Mika dengan penuh penekanan, sambil menarik pelatuk senjatanya.


DOR..


Timah panas menembus dada Mika seketika, dan tubuh Mika langsung ambruk.


"Mika! Mika! Tolong selamatkan putriku!" Pekik Tracy pada para semua yang ada di sana.


GUBRAK


Semua menoleh ke arah suara, yang ternyata Kevin menjatuhkan benda yang ada di rak lemari, tempatnya bersembunyi


"Kevin!" Teriak hampir semua orang.


Suara sirine ambulan terdengar. Tubuh Mika langsung saja segera dibawa menggunakan tandu dan diperiksa oleh tenaga medis. Namun, naas, dia telah tewas.


Tracy sangat sedih, dan hanya dapat meratapi kepergian anak yang diasuhnya sejak kecil itu.


Marry dan Kevin segera mendapatkan pertolongan.


"Mama! Papa!" Pekik Alice saat melihat Kevin dan Marry masuk ke dalam ambulans.


Marry memeluk putrinya dengan erat.


"Mama dan Papa akan baik baik saja." Bisik Marry.


"Tapi Papa?" Alice menatap Kevin yang terbaring di samping Marry.


"Papamu ini kuat. Lain kali jangan mau dijemput oleh orang asing!" Tukas Kevin pada Alice.


"Tapi, bukankah dia keluarga kita juga?" Tanya Alice.


"Jangan salahkan dia, Kev. Kita yang tak menduga, jika Mika seperti itu." Marry menepuk bahu Kevin.


"Mama, Papa!"


Alice memeluk Marry dan Kevin penuh kebahagiaan.


---- THE END ----


Sebenarnya part ini sudah TAMAT, tapi tetep akan dibuat bonus part buat para pembaca setia semua...


Terima kasih sudah mengikuti MENDADAK JADI PAPA dari awal hingga akhir ini.

__ADS_1


😘😘😘


__ADS_2