
"Olivia sengaja memutuskan hubungan dengan Joe, untuk keselamatan Joe dan keluarganya. Dia masih mencintai Joe, sesungguhnya."
Marry menceritakan semua pada Kevin tentang pertemuannya dengan Olivia saat di sekolah.
"Aku akan mengurusnya. Kamu tenang saja. Aku sudah meminta detektif untuk menyelidikinya, dan segera menangkap orang yang telah mengganggu Olivia, bahkan berani mengancam keselamatan keluarga Joe." Tukas Kevin
"Terima kasih, Kev. Aku tak tahu, bahwa selama ini Olivia memiliki rahasia yang kelam seperti itu. Aku sama sekali tak pernah melihat ayahnya yang mana, dan seperti apa tampangnya. Tapi, sepertinya, Olivia memiliki trauma mendalam bersama ayahnya itu. Katanya ayahnya menyiksa ibunya. Dia melihatnya sekali itu saja seumur hidupnya, dan tak pernah bisa melupakannya begitu saja. Bahkan tega memaksa ibunya, harus melayani napsu bejatnya, di depan Olivia semasa dia masih berusia delapan tahun. Setelah itu memukul dan menyiksanya. Setelah puas, dia mengambil semua uang hasil jerih payah ibunya selama itu. Dan pergi meninggalkan mereka kembali."
Marry bercerita dengan penuh emosi, dan pada akhirnya dia menangis. Entah bawaan dia sedang hamil atau karena ikut merasakan betapa menyedihkannya kehidupan Olivia semasa kecil.
Kevin telah menghubungi orang orang kepercayaannya untuk membantu menyelidiki masalah itu.
Keluarga Miller yang merupakan keluarga Joe, tak menyadari, bahwa mereka tengah mempekerjakan seorang yang akan mencelakakan keluarga itu.
Setelah mengetahui, putrinya merupakan kekasih Joe, salah satu putra keluarga Miller yang kaya itu, Tom berencana mengeruk kekayaan keluarga itu dengan menggunakan putrinya.
Bahkan jika keluarga itu mengetahui rencananya, dan berusaha menyingkirkannya, maka dia tak tanggung-tanggung untuk menghabisi keluarga Miller itu.
Tom, ayah kandung Olivia adalah seorang pecandu narkoba, yang hidupnya keluar masuk penjara karena narkoba, bahkan sampai melakukan tindak kekerasan supaya mendapatkan narkoba.
Terakhir dia dibebaskan, dan mendapat surat rekomendasi untuk bekerja di bawah kendali pihak kepolisian. Tom mendapat pekerjaannya menjadi tukang kebun di rumah keluarga Miller.
Namun, pertemuan tak sengaja yang terjadi dengan putrinya di kediaman orang tua Joe beberapa Minggu yang lalu, membuat Tom berinisiatif, untuk mengeruk kekayaan kembali.
Dia tidak benar-benar bertobat. Dia masih berpikir untuk melakukan kejahatan lagi. Dia bahkan berpikir dapat mendapatkan uang yang banyak, untuk bisa memakai dan menjual narkoba kembali.
Selama ini dia hanya bersandiwara di depan polisi, supaya dia mendapat surat rekomendasi untuk bebas bersyarat.
Tapi, setelah Marry menceritakan semua pada Kevin. Dan Kevin telah meminta tolong pihak polisi dan detektif untuk menyelidiki Tom. Tak butuh banyak waktu yang lama, akhirnya Tom dapat tertangkap kembali.
Tapi, berhubung bukan karena narkoba, Tom hanya diamankan saja oleh pihak kepolisian atas permintaan Kevin, supaya tidak menggangu kembali Olivia dan keluarga Miller.
Tom mendapat hukuman untuk menjauhi keluarga Miller dan Olivia. Jika dia mendekati mereka, secara langsung polisi akan menangkap dan menghukumnya dengan alasan mengancam nyawa orang lain.
Detektif menghubungi Kevin bahwa telah menyelesaikan masalah itu dengan baik. Tim telah diamankan oleh polisi, dan akan mendapatkan hukuman kembali.
Kevin dapat tersenyum lega, meskipun hanya sementara. Dia dapat melangsungkan pesta resepsi pernikahannya.
__ADS_1
*
Hari ini adalah hari resepsi pernikahan Kevin dan Marry, dan bagi pasangan William dan Emily.
Mereka melangsungkan resepsi di halaman hotel milik ayah Kevin. Konsep outdoor yang memberikan kesan santai pada pesta ini.
Di sudut halaman ada sebuah panggung yang disediakan untuk para tamu dan keluarga yang ingin menyumbangkan suaranya.
Lalu Kevin juga telah menyewa DJ untuk menghibur mereka semua.
Seperti biasa event organizer yang ditunjuk adalah Nyonya Ruth, atasan Marry saat bekerja pada event organizer dulu.
Bob, asisten Nyonya Ruth, terlihat sangat senang saat mengetahui keluarga Mars mempercayakan acara itu pada event organizer mereka.
Kedua pasang pengantin saat ini sedang berdansa di tengah para tamu. Menghibur mereka dan bersenang senang.
Joe yang telah pulih, datang bersama keluarganya, tapi dia memilih untuk berada di sudut ruangan saja, untuk menikmati minuman di sana.
Ekor mata Joe tertuju pada sosok Olivia yang sedang menari bersama Alice, Rubby, Hank, dan beberapa siswanya, yang kebetulan diundang oleh keluarga Mars.
Suara riuh tepuk tangan terdengar usai kedua pengantin selesai menari, dan musik pun bergema kembali, beberapa tamu maju untuk menari.
Marry dan Kevin mendekati Olivia dan berbincang sejenak dengannya. Joe memperhatikan semuanya, Joe ingin mendekati Olivia, namun, takut akan ditolak kembali.
Saat meneguk minumannya, sebuah suara yang sangat dirindukan terdengar.
"Apa kabar?" Suara merdu Olivia terdengar mengalun di dekat telinganya.
"Oh, ya. Aku baik." Joe membalikkan tubuhnya, dan tersenyum menatap Olivia.
"Maaf. Aku mengganggumu."
"Tidak. Aku sedang tidak bersama siapa siapa."
"Sudah lama tak berjumpa denganmu. Kamu terlihat, sedikit berantakan." Ucap Olivia sambil membelai lembut wajah Joe yang telah dipenuhi jambang.
Keduanya terdiam sejenak, lalu saling berpandangan.
__ADS_1
Joe dan Olivia masih saling mencintai, mereka berdua pun dapat merasakan. Masih saling mengharap satu sama lain.
"Joe maafkan aku, aku.."
Olivia tak dapat melanjutkan ucapannya, karena bibir Joe telah bertaut pada bibir gadis itu. Keduanya hanyut dalam suasana malam itu, yang musiknya mengalun merdu dengan suasana romantis dengan lagu lagu cinta tema pernikahan. Mereka tak peduli lagi dengan orang di sekitarnya. Mereka larut dalam perasaan mereka berdua saat itu.
Lalu Joe melepas ciumannya, dan menarik Olivia keluar dari area tempat pesta berlangsung. Dia ingin menikmati hanya berdua dengan gadis itu. Beberapa Minggu rasanya beberapa abad lamanya. Rindu yang selama ini terpendam, ingin rasanya dilampiaskan.
Joe menciumi Olivia saat mereka telah masuk di mobil, dia tak dapat menahan lebih lama lagi rasa rindunya.
"Joe, sebaiknya kita pulang ke apartemen kita saja." Bisik Olivia sambil mengedipkan sebelah matanya.
Joe tersenyum, lalu menurutinya...
*
Marry dan Kevin tersenyum melihat hal itu. Mereka senang akhirnya Joe dan Olivia dapat berbaikan kembali.
"Lalu, apa yang telah kamu lakukan pada Tom?" Tanya Marry.
"Aku telah mengamankan lelaki itu, sementara waktu dalam penjara. Tapi, aku telah membuat surat pernyataan, jika dia mendekati keluarga Miller dan Olivia, maka dia akan segera langsung mendapatkan hukuman, karena telah melakukan ancaman yang membahayakan keselamatan orang lain."
Marry menghela napas lega.
"Terima kasih, Kev. Aku tak tahu harus berbuat apa, jika tanpa dirimu."
Marry mengecup pipi Kevin dengan lembut.
Lalu Kevin membalas dengan ciuman pada bibir istrinya itu.
Kevin merasa sangat bahagia dapat melihat Marry tersenyum bahagia seperti ini.
"Papa, Mama, bisa kah aku bergabung dalam pelukan kalian?" tanya Alice yang tiba tiba ada di antara Kevin dan Marry.
"kemarilah, anak cantik!" Kevin menggendong Alice, lalu memeluknya.
Marry pun ikut memeluk Alice.
__ADS_1