Mendadak Jadi Papa

Mendadak Jadi Papa
Pesta Ulang Tahun Alice


__ADS_3

Marry menyandarkan kepalanya di bahu Kevin yang tengah mengemudikan mobilnya menuju kembali ke kota.


Pemandangan pesisir pantai membuat Marry terpesona. Sambil menikmati keindahan alam bersama seorang yang kini mulai ada di hatinya.


"Kev..."


"Ya?"


"Pernahkah dalam pikiranmu, kita akan seperti ini?"


Marry menegakkan punggungnya dan menoleh ke arah Kevin.


Kevin menoleh menatap Marry.


"Aku tak pernah terpikirkan tentang hubungan serius dengan seseorang. Apalagi pernikahan. Terlebih memiliki anak. Dulu aku sama sekali anti pati dengan anak anak. Hanya sebatas promosi saja, aku bertemu dengan anak anak. Selebihnya itu urusan divisi pemasaran atau Joe."


Kevin menjawab sambil terus mengemudi mobil.


"Joe? Kalian sangat dekat? Pertama kali bertemu Joe, aku memiliki kesan baik padanya."


Ucap Marry jujur, yang sontak membuat Kevin menoleh dengan tatapan penuh selidik.


"Kesan baik?" Ulang Kevin dengan heran.


Marry tertawa geli melihat wajah heran Kevin. Lalu raut wajah Kevin berubah menjadi penuh selidik.


"Joe menanyaiku saat kami berpapasan di anak tangga villa waktu itu. Dia terlihat khawatir melihatku. Dan aku tak yakin lelaki itu salah satu temanmu. Karena yang aku tahu ada beberapa yang lain sedang bersama gadis gadis menikmati malam di setiap sudut ruang, saat itu." Marry bercerita.


"Dia memang teman, bahkan sahabat yang baik. Aku pikir dia tak suka perempuan. Karena selalu mengikuti aku. Namun, dia bertemu dengan seorang gadis. Guru kelas Alice."


"Olivia."


Marry tersenyum.


"Ya." Sahut Kevin.


*


"Sepertinya ada yang berhasil nih!" Gurau Joe saat melihat Kevin bersiul siul sambil merapikan pakaian kerjanya.


"Berhasil apa?"


"Bagaimana kencanmu, Bos. Lalu dua hari tak pulang. Dan menurut keterangan yang satunya. Juga tidak pulang. Kalian berdua seakan menghilang tanpa jejak selama dua hari. Apa kalian berbulan madu singkat kembali?" Tanya Joe penasaran sambil mendekatkan tubuhnya pada Kevin.


Kevin memukul lengan Joe dengan kuat.


"Aduh!" Joe meringis sambil mengusap lengannya yang terasa panas.


"Seminggu lagi Alice akan berulang tahun. Aku dan Marry sibuk mempersiapkan semuanya. Dan aku memerlukan bantuanmu tentunya."


"Baiklah, Bos. Tentu aku akan membantumu. Dengan senang hati."


*


Persiapan pesta ulang tahun Alice yang telah direncanakan oleh Marry dan Kevin mulai dijalankan.


Marry menghubungi Olivia, guru kelas Alice untuk membagikan undangan kepada teman sekelasnya.


Lalu menjadi MC dalam acara ulang tahun Alice.


Marry juga mengundang Emily secara langsung, saat mereka bertemu di kedai.


Emily sangat senang, dan berjanji akan datang pada acara pesta ulang tahun Alice.


Karena waktu yang singkat. Marry sengaja menutup kedainya satu hari sebelum pesta untuk mempersiapkan acara ulang tahun Alice yang ke-7.

__ADS_1


Marry dan Kevin berencana memberikan perayaan yang mengesankan Alice. Dan akan memberi kejutan, bahwa Marry dan Kevin akan menikah.


Hal itu yang selama ini sangat diinginkan oleh Alice terhadap Kevin dan mamanya. Dan berharap Kevin benar benar menjadi papanya, menjadi pendamping mamanya secara sungguhan.


Sophie dan Ben sibuk menata dan memasang dekorasi untuk acara pesta ulang tahun keponakannya itu. Menghias setiap sudut rumah dengan gambar atau balon kuda pony yang lucu.


Setiap karakter ada, menghiasi setiap sudut halaman rumah Sophie.


Marry telah membuatkan kue ulang tahun dengan gambar kuda pony.


Berbagai kudapan yang anak anak suka dengan ornamen kuda pony juga.


Kevin meminta Joe memesan pinata, kejutan yang dipukul pukul lalu di dalamnya akan berisi aneka permen dan cokelat dengan model kuda pony juga.


Untuk acara pesta ulang tahun nanti, akan ada beberapa permainan untuk anak anak sebagai hiburan.


Permainan berburu harta karun, aneka mainan anak anak di halaman rumah. Gelembung sabun yang disukai anak anak juga ada di sana.


*


Joe dan Ben tengah memasang tulisan


"Welcome to Alice's party"


Mereka tersenyum puas usai menyelesaikan pekerjaan mereka saat itu.


Sophie sibuk menata makanan dan minuman di meja. Liam, berada di kursinya sambil berteriak-teriak memainkan mainannya.


Marry menyisir rambut dan menata rambut Alice sambil menatap cermin.


"Wow, sangat cantik sekali!" Seru Kevin di ambang pintu saat mengintip Marry yang tengah mendadani Alice.


"Papa!" Alice berdiri lalu menghampiri Kevin dan memeluk lelaki itu dengan rasa sayang.


Perasaan hangat kembali menjalar dalam dada Kevin.


"Selamat ulang tahun." Ucap Kevin, sambil mencium pipi Alice dengan sayang.


"Hadiah ulang tahunnya mana?" Celetuk Alice tiba tiba.


Kevin terkekeh.


"Tenang. Sudah papa siapkan. Kejutan dong! Yang penting kamu rayakan dulu acaranya dengan teman temanmu sekarang. Tuh, di depan sudah banyak temanmu yang datang ke mari." Sahut Kevin sambil menepuk ubun kepala Alice dengan sayang.


Marry tersenyum kecil melihat Kevin dan Alice.


Alice mewarisi mata cokelat Kevin, yang terlihat tegas. Dan garis wajah keluarga Mars. Seperti Emily dan Kevin. Jika diperhatikan lebih lagi, maka akan terlihat dengan jelas kemiripan antara Kevin dan Alice.


Marry menemani Alice keluar menemui teman temannya. Olivia menghampiri Alice dan mengucapkan selamat ulang tahun diikuti teman temannya yang lain.


Hank juga datang pada acara itu sambil membawa sekotak kado untuk Alice.


Alice menerima kado dari Hank sambil tersenyum.


Selain teman teman sekolah, Marry juga mengundang beberapa anak anak tetangga sekitar kediaman mereka.


Anak anak tertawa senang saat mengikuti berbagai permainan yang di adakan saat pesta. Olivia dan Joe yang menjadi MC juga menjadi korban anak anak pada permainan tembak air, dan pecah balon air.


Suara riang dan tawa terdengar dari kediaman marry dan Sophie.


Nana juga datang menghadiri acara itu, namun menunggu di dalam rumah, ditemani oleh William dan Emily.


"Ayo.. ayo... Ayo...!!"


"Pukul..pukul..pukul..!"

__ADS_1


Terdengar sorak anak anak menyemangati Alice yang ditutup matanya dengan sehelai kain, untuk memukul pinata ulang tahunnya.


BUK!


Buk!


Buk!


Beberapa kali Alice memukul, namun, pinata hanya bergerak ke sana kemari saja bergoyang goyang, tanpa sedikit pun robek.


Alice memicingkan matanya, menggeser sedikit penutup matanya supaya bisa melihat di mana letak pinatanya.


Kotak dengan bentuk kuda pony yang berisi aneka permen dan cokelat itu pun akhirnya kembali dipukul dengan keras oleh Alice.


Setelah berkali-kali mencoba, dan teman temannya memberi semangat.


Akhirnya, pinata itu sobek dan mengeluarkan beberapa butir permen.


"Yey...!!"


Terdengar riuh anak anak berebut permen yang jatuh itu.


"Tunggu! Aku selesai dulu ini." Teriak Alice.


Alice mengambil napas dalam-dalam, lalu kembali memukul kotak itu dengan sekuat tenaga.


BUK!


CRIING!


Aneka permen dan cokelat berjatuhan berhamburan, lalu disambut dengan anak anak yang berebut itu.


"Yey, aku dapat lima!"


"Aku dapat dua!"


"Aku dapat enam!"


Beberapa anak anak ada yang berteriak memamerkan hasil rebutannya.


Alice tertawa riang bersama sahabatnya, Ruby dan beberapa teman sekelasnya.


Mereka bermain di sudut halaman yang berhias kuda pony.


Pada akhir acara, Alice membagikan souvernir untuk teman temannya yang datang.


Satu persatu anak anak kembali ke rumah masing-masing. Kini tinggal Marry dan Sophie duduk sambil menatap halaman rumah mereka.


Lalu keduanya tertawa bersama sama.


Sophie berlari ke arah pos tembakan air, meraih mainan itu dan menargetkan Marry.


"Aduh!" Pekik Marry saat semburan air mengenai wajahnya.


Marry membalas dengan melempari Sophie dengan beberapa semburan air juga.


Kakak adik itu tertawa sambil berlarian saling berbalas semburan air.


Nana dan William tertawa melihat itu.


"Mama dan bibiku memang sering seperti itu dari kecil." Ucap Nana sambil mengelus punggung Alice yang duduk di kursi dapur bersama Nana, William, dan Emily.


Marry dan Sophie berlari masuk ke rumah sambil terengah-engah.


Semua yang melihat hanya menggelengkan kepalanya saja.

__ADS_1


Lalu Kevin menghampiri Marry dan merangkul pundak wanita itu.


"Aku ingin memberi pengumuman, bahwa kami berdua akan menikah."


__ADS_2