Mengejar Cinta Om Duda

Mengejar Cinta Om Duda
Pulang honeymoon


__ADS_3

"Mamiii." Teriak Aiden saat melihat Chaca dan Dimas berjalan ke arah nya. Yupd Aiden memaksa ikut untuk menjemput Chaca dan Dimas di bandara.


"Aiden." Teriak Chaca juga sambil berlari ke arah Aiden.


Chaca dan Aiden langsung berpelukan bak teletubies hingga membuat Dimas menggeleng gelengkan kepala nya.


"Siap siap jatah gue berkurang." Decak Dimas karena Chaca pasti akan sering menghabiskan waktunya dengan Aiden.


"Ayo mi, Aiden ada kejutan buat Mami." Kata Aiden antusias membuat Dimas langsung menatap tajam ke arah Aiden.


"Papi jangan melotot kaya gitu nanti matanya copot." Ucap Aiden santai. "Ayo Mi, Aiden jamin pasti Mami suka." Kata Aiden antusias lalu segera menggandeng tangan Chaca menuju Mobil.


"Yudha, kamu bawa ini." Ucap Dimas memberikan dua koper nya ke Yudha lalu ia segera menyusul Aiden dan chaca.


Gagal sudah kejutan yang Dimas siapkan untuk Chaca karena Aiden mengetahui nya. Dimas merutuki kebodohan Yudha yang bisa bisa nya dia keceplosan bicara dengan Aiden.


"Mami capek yah, Mami tidur aja dulu." Kata Aiden menarik kepala Chaca dan menyuruhnya bersandar di bahu nya.


"Kasian mami nya pegel Aiden, jadi mending kesini aja." Kata Dimas sambil menarik kembali kepala Chaca ke bahu nya.


"Enggak kok, enakan bahu Aiden lebih wangi, daripada bahu papi masih bau keringet." Kata Aiden.


"Enak aja bau keringet, papi udah mandi ya." Ucap Dimas kesal karena memang ia meskipun ia melakukan perjalanan lama, dia selalu mandi saat hendak landing.


"Pokoknya wangian Aiden, jadi Mami kesini aja." Kata Aiden kekeuh.

__ADS_1


"Stop!" Ucap Chaca jengah dengan perdebatan dua laki laki di samping nya ini.


"Kalian berdua diem disini." Kata Chaca lalu ia melangkah maju dan memilih duduk di kursi depan bersama Yudha.


"Yank!"


"Mami!"


Seru Aiden dan Dimas bersamaan.


"Diem, mami capek mau tidur sebentar, gara gara papi kamu mami gak bisa istirahat di pesawat." Ucap Chaca lalu ia segera memejamkan matanya.


"Papi." Ucap Aiden langsung menatap tajam ke arah Dimas.


"Papi apain Mami nya Aiden, kenapa Mami bisa kecapekan, pasti papi nyuruh nyuruh mami terus yah. Mami bukan pembantu papi jangan suruh suruh mami dong. Papi gak kasian sama mami!" Ucap Aiden dengan kesal membuat Chaca diam diam mengulum senyum nya begitu pun Yudha yang sedang menyetir tak kuasa menahan tawa.


"Yudha fokus!" Ucap Dimas dingin.


"Makasih sayang sudah belain mami, papi kamu emang tega sama mami." Ucap Chaca dengan wajah memelas.


"Nanti mami tidur nya sama Aiden aja ya biar gak di suruh suruh papi lagi." Kata Aiden kasian.


"Enak aja!" Seru Dimas tak terima.


"Aiden, papi gak ada ya nyuruh nyuruh mami kamu. Mami kamu aja yang maunya main terus sama papi." Ucap Dimas santai.

__ADS_1


"Dari waktu di telfon main mulu, pantes aja mami kecapean." Ucap Aiden.


"Sudah sudah, kamu juga yank bida gak sih gak udah ngaco kalau ngomong sama Aiden." Sungut Chaca kesal.


"Dan Aiden, oke nanti mami tidur sama kamu ya." Kata Chaca lembut.


"Sayang." Ucap Dimas lesu.


"Aku libur sehari yank." Kata chaca sambil terkekeh.


"Astagaa!" Ucap Dimas mengusap wajahnya dengan kasar. Ia baru berbuka puasa masa iya harus puasa lagi.


Dimas ingin membantah keinginan Aiden dan Chaca namun percuma kalau mereka dua memang sudah niat tidur bareng maka Dimas tak bisa apapun selain pasrah.


"Hanya sehari sayang." Kata Chaca lagi. Dimas pun memilih memejamkan matanya untuk tidur karena jalanan begitu macet.


.


.


.


.


Kesian ya om Dimas nya, Punya main a harus berbagi sama anak 🤣🤣🤣

__ADS_1


__ADS_2