Mengejar Cinta Om Duda

Mengejar Cinta Om Duda
Dimas panik


__ADS_3

"Mas, nanti siang Chaca ke kantor yah, bawain makan siang buat kamu." Ucap Chaca sambil memasang kan dasi di leher Dimas.


"Kamu gak kuliah hari ini?" Tanya Dimas sambil menarik pinggang Chaca agar semakin mendekat dengannya.


"Enggak, hari ini Chaca gak ada kegiatan. tapi besok full dari pagi sampai sore kayaknya tuh di kampus." Ucap Chaca lesu saat membayangkan jadwal kuliahnya esok hari.


"Jangan terlalu lelah, aku gak mau kamu kecapekan." Kata Dimas lembut.


"Enggak kok. Oh ya tadi sebelum berangkat sekolah Aiden bilang katanya dia mau menginap di rumah mama, dia kangen sama kamar nya katanya." Ucap Chaca terkekeh karena Aiden merindukan kamar lama nya dan ingin menginap di sana. Padahal Chaca tau, Aiden merindukan sang Oma dan twin J tentu nya.


"Ya sudah itu berarti kita memiliki banyak waktu untuk berdua." Ucap Dimas dengan senyum menyeringai.


"Gak usah mesum begitu pikiran nya." Kata Chaca cemberut kesal.


"Lah mesum bagaimana? Aiden tau kalau Papi sama Mami nya butuh waktu untuk berdua lebih lama tanpa gangguan nya." Ucap Dimas santai.


"Biar baby Queen segera hadir di sini." Bisik Dimas tepat di telinga Chaca sehingga membuat tubuh Chaca merinding.


"Mas, jangan mancing mancing deh!" Ucap Chaca sambil menggigit bibir bawahnya.


Entahlah akhir akhir ini Chaca sangat sensitif sekali dengan sentuhan Dimas. Tentu saja itu adalah keuntungan besar bagi Dimas. Dimas semakin gencar untuk menggoda Chaca, bahkan hanya dengan tidur berpelukan saja Chaca sudah langsung on.


"Kok mancing sih? Mas cuma bicara sayang." Ucap Dimas lagi.


"Mas udah mau ke kantor kan, sana buruan berangkat." Kata Chaca sambil menahan napas nya.


"Yakin gak mau main dulu sebentar?" Ucap Dimas kembali berbisik di telinga Chaca.

__ADS_1


Chaca yang sudah tidak bisa mengendalikan dirinya akhirnya langsung menyerang Dimas dengan bringas.


"Sayang, pelan pelan." Kata Dimas terkekeh saat melihat Chaca gemas saat membuka kancing kemeja Dimas yang sedikit sulit.


"Kamu terlalu banyak basa basi." Ucap Chaca kesal. Dan terjadilah pertandingan lagi 🙈


.


.


.


Sesuai ucapan nya pagi tadi dengan Dimas. Chaca saat ini sudah sampai di depan gedung kantor suami nya, namun saat hendak turun dari mobil tiba tiba hape nya berdering membuat Chaca mengurungkan niatnya untuk turun dari mobil.


"Nomor siapa ini?" Gumam Chaca lalu ia mulai menekan tombol hijau.


"Hallo." Jawab Chaca.


Deg!


Tanpa berkata apapun lagi Chaca segera melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi agar ia segera sampai di lokasi tujuan.


Sedangkan Dimas sedang mondar mandir di dalam ruangan nya karena menunggu Chaca yang tak kunjung datang padahal jam makan siang sudah hampir berakhir.


"Kamu dimana sayang?" Tanya Dimas khawatir. Entah mengapa perasaan nya tiba tiba tidak enak.


"Mondar mandir mulu udah kaya gosokan lu bang." Kata Bian yang tiba tiba masuk untuk menyerahkan beberapa berkas kepada Dimas.

__ADS_1


"Berisik lo ah." Kata Dimas kesal.


"Kenapa sih?" Tanya Bian.


"Si Chaca katanya mau kesini, tapi sampe sekarang belum dateng juga." Kata Dimas.


"Yaelah macet kali." Kata Bian santai.


"Yakali macet, dia itu udah otw dari rumah jam 10 Bi." Ucap Dimas.


"Seriusan bang dari jam 10?" tanya Bian.


"iya makanya gue khawatir. Nomor nya gak bisa di hubungi." Kata Dimas.


"Udah positif thingking aja." Ucap Bian mencoba menenangkan abang nya.


Ceklek!


"Tuan." Ucap Yudha sambil menundukkan tubuhnya.


"Ada apa?" Tanya Dimas.


"Sekitar satu jam yang lalu mobil nona Chaca sudah berada di depan gedung kantor, namun hanya beberapa menit mobil itu pergi lagi meninggalkan kantor." Ucap Yudha sambil menyerahkan sebuah i-pad kepada Dimas. I-pad yang memperlihatkan rekaman cctv beberapa waktu yang lalu.


"Cepat kamu lacak keberadaan istriku sekarang!" Seru Dimas semakin panik kala melihat mobil Chaca yang langsung mengebut saat hendak meninggalkan kantor.


.

__ADS_1


.


Hayoo loh neng Chaca kemanaa?


__ADS_2