Mengejar Cinta Om Duda

Mengejar Cinta Om Duda
Kegelisahan Chaca


__ADS_3

"Mamiii." Teriak Aiden saat memasuki rumah nya.


"Duh anak Mami sudah pulang." ucap Chaca tersenyum lebar saat menyambut kedatangan Aiden.


"Udah, oh ya Mi tadi Aiden ketemu sama mama Astrid." ucap Aiden dengan raut wajah sedih.


"Hey, kenapa bersedih hem? Harusnya seneng dong kalau ketemu mama astrid." Ucap Chaca berusaha tersenyum.


"Sayang, bukannya kamu bilang hari ini ada kuliah sampai sore?" Tanya Dimas.


"Ah iya aku lelah mas, makanya aku bolos." Kata Chaca tanpa menatap Dimas.


"Mami sudah masak buat kamu, yuk kita makan." Ucap Chaca.


"Kami sudah makan mi." ucap Aiden lirih tidak enak dengan Chaca.


"Iya kami baru selesai makan, aku sudah menghubungi kamu beberapa kali yank, tapi nomor kamu gak aktif." kata Dimas.


"Hape ku ketinggalan di kamar Mas." ucap Chaca masih dengan tersenyum.

__ADS_1


"Ya sudah, sekarang kalian berdua sana mandi udah sore." Kata Chaca mendorong Dimas dan Aiden agar segera menaiki tangga dan ke kamar.


Setelah Dimas dan Aiden naik ke lantai atas, Chaca langsung terduduk di anakan tangga terakhir. kepalanya bersandar pada pagar tangga ia memejamkan matanya sejenak hingga membuat air matanya kembali luruh.


"Ahh cengeng banget sih gue ah!" Ucap Chaca langsung menarik napas nya dan menghapus air matanya.


"Teteh," panggil Chaca pada pekerja di rumah nya.


"Iya Bu." Jawab Rini.


"Ini nanti makanan nya teteh bawa pulang aja yah." Kata Chaca sambil duduk di kursi menatap masakan yang telah ia masak. Entah mengapa setiap kali ia merasa gundah kini ia langsung ingin masak. Makanya tadi waktu Chaca pulang dari Caffe dia langsung memasak.


"Lah, kenapa Bu? Kan ibu belum makan?" Tanya Teh Rini bingung.


"Bukan begitu maksud saya Bu. Haduh saya jadi gak enak." Kata teh Rini membuat Chaca terkekeh.


"Udah santuy aja Teh." Kata Chaca.


Di rumah itu hanya ada 1 orang yang membantu mengurus rumah nya dan selalu pulang tiap jam 6 sore dan datang di jam 6 pagi.

__ADS_1


Untuk bagian nyuci setrika ada lagi yang datang 3x seminggu. Serta security yang berjaga ada 4 orang namun di bagi menjadi dua sift.


Sejujur nya Chaca merasa sangat lapar namun entah mengapa mulut nya tidak mau di ajak kompromi. Mulut nya terasa sangat pahit bila memakan sesuatu. Chaca duduk bersila di lantai sambil menatap isi kulkas nya.


"Mami ngapain?" Tanya Aiden yang sedari tadi mencari keberadaan Chaca.


"Ga ngapa ngapain. Kenapa sayang?" tanya Chaca.


"Aiden kangen sama Mami." Ucap Aiden langsung memeluk Chaca dari belakang dengan posisi berjongkok dan mengalung kan tangannya di leher Chaca.


"Hahaha padahal tadi pagi juga kan udah ketemu." Jawab Chaca terkekeh.


"Katanya mau di rumah Oma seminggu." sindir Chaca membuat Aiden cemberut.


"Mami, malam ini bobo sama Aiden yah. Aiden kangen sama Mami." Ucap Aiden manja.


"Oke Bos." Jawab Chaca dengan senang hati.


"Oh ya, mami besok Aiden mau bertemu mama Astrid lagi. Apa mami mau ikut?" Tanya Aiden.

__ADS_1


"Hemm enggak sayang. Besok Mami mau ada janji sama Oma." Jawab Chaca.


"Aiden, jadi anak yang baik ya sayang. Harus sayang sama mama Astrid kaya Aiden sayang sama Mami Chaca oke." ucap Chaca hanya di balas anggukan kepala oleh Aiden.


__ADS_2