
"Mas kenapa narik narik Chaca begitu sih. Di kata Chaca kambing apa main tarik-tarik begitu," ucap Chaca kesal sambil menepis tangan Dimas yang sedari tadi menggenggamnya.
"Maaf sayang, mas tadi ha—" kata Dimas memberi alasan.
"Tadi apa? Gak mau ketemu mantan takut baper? Mas Dimas masih punya perasaan sama mbak Astrid iya Mas hah jawab!" Seru Chaca begitu kesel karena Dimas langsung mengajaknya pergi begitu saja saat dirinya tengah mengobrol dengan mantan istri suaminya.
"Bukan begitu sayang," kata Dimas bingung.
"Bukan begitu apa hah! Bilang aja mas gak mau lama lama natap mbak Astri karena mas Dimas masih mencintai nya kan? Mas Dimas takut baper dan ingin kembali lagi padanya begitu? Hiks hiks sana temui dia sana pergi!" Teriak Chaca lalu ia segera berjalan cepat menuju kamar nya dan ...
Braakk
Chaca membanting pintu kamar nya dengan kencang dan tak lupa ia menguncinya.
"Sayang, Chaca buka pintu nya yank," panggil Dimas sambil terus mengetuk pintu kamar nya.
Lama Dimas mengetuk pintu kamar Chaca namun tak ada jawaban dari dalam kamar nya.
"sayang, buka pintu nya." Teriak Dimas lagi dan Chaca masih diam.
__ADS_1
Sementara di dalam kamar nya Chaca tengah menikmati cemilan nya yang ia sembunyikan dari Dimas.
Chaca sengaja beralasan marah agar ia bisa mengurung diri di kamar dan memakan cemilan nya sambil menonton drama kesukaan nya.
Hampir dua jam lebih Chaca menonton drama sampai menghabiskan beberapa cemilan hingga membuat kamar nya berantakan.
Setelah merasa cukup lelah, Chaca segera mematikan laptop nya lalu berjalan ke atas tempat tidur untuk istirahat.
Ceklek.
Dimas membuka pintu kamar nya perlahan dengan menggunakan kunci cadangan. Dimas sudah menduga bila Chaca merajuk itu tidak akan lebih dari tiga jam dan dia akan tertidur. Dan benar saja, saat Dimas masuk ke kamar Chaca sudah bergulung dengan selimut nya dan tidur pulas.
"Astaga!" Dimas memijit pelipisnya yang terasa pusing mendadak melihat kelakuan istri kecilnya itu.
"Papi," panggil Aiden seketika membuat Dimas membalikkan tubuhnya.
"Ada apa sayang?" Tanya Dimas.
"Ada om Arya sama tante Jenar," kata Aiden memberitahu bahwa ada tamu.
__ADS_1
"Oh ya sudah suruh tunggu sebentar yah, bilang saja Papi lagi mandi." Ucap Dimas karena memang dirinya hendak mandi.
"Mami tidur?" Tanya Aiden saat melihat Chaca bergulung dengan selimut.
Bukan tanpa alasan Aiden bertanya seperti itu, pernah juga Chaca bergulung dengan selimut dan Aiden mengira bahwa Chaca tidur tapi ternyata Chaca sedang marah kepada Dimas dan berpura-pura tidur.
"Iya, Mami lagi tidur. Kamu ke bawah dulu ya temani Twin J sebentar lagi Papi turun." Kata Dimas dan dengan cepat Aiden pun segera berlari turun ke lantai bawah.
"Aiden mana Papi kamu?" Tanya Arya.
"Papi masih mandi Om, katanya Om suruh tunggu sebentar," jawab Aiden lalu ia mengajak twin J untuk bermain.
"Mami kamu kemana sayang?" Tanya Jenar lembut.
"Mami tidur Tante, emmtt tapi kayaknya lagi ngambek juga sama Papi soalnya tadi Aiden lihat kamar nya berantakan." Jawab Aiden seketika membuat kedua dahi orang dewasa itu berkerut.
"Berantakan?" Arya bingung dengan yang di maksud oleh Aiden, pasalnya Dimas bukan la org yang suka membanting barang atau merusak barang saat sedang bertengkar.
"Iya banyak banget bungkus bekas jajanan di sofa, dan itu membuktikan kalau Mami sedang ngambek smaa Papi." Kata Aiden membuat Arya dan Jenar bernapas lega. mereka kira Chaca dan Dimas bertengkar hebat hingga membuat kamar berantakan. tapi ternyata hanya bungkus jajanan.
__ADS_1