
Arya masih berdiri mematung di dalam walk in closed nya, matanya melihat ke arah koper yang tadi sudah di bereskan oleh Jenar, entah mengapa kini ia baru menyadari bahwa dirinya lah yang salah. Ia telah melukai hati istrinya.
Arya kembali mengingat kata kata yang di ucapkan Dimas saat di kantor, hati Arya ikut merasa sakit saat mengingat bagaimana Jenar berulang kali mengambil napas dan menghapus air matanya yang selalu mengalir saat ia berbicara.
Arya terlalu memikirkan keadaan Tata hingga ia melupakan Jenar istrinya. Arya kembali bertanya dalam hatinya bagaimana Jenar tau semua tentang Tata, apakah Arlan memberi tahu nya atau Dimas.
Arya tidak mau memikirkan itu lagi, kini ia tau bahwa dirinya salah dan ia akan meminta maaf kepada Jenar nanti. Arya langsung menghampiri Jenar yang sedang di kamar mandi.
Arya berusaha membuka pintu nya namun ternyata di kunci, Arya mencoba memahami mungkin Jenar tidak ingin di ganggu, jadi ia putuskan untuk menunggu Jenar di tempat tidur.
...🙄🙄🙄...
"Loh, Arya dan Jenar mana Cha?" Tanya Tamara saat ini mereka tengah berkumpul di meja makan.
"Emmtt entahlah Ma, sepertinya Jenar istirhata karena tidak enak badan, dan Arya mungkin menemani nya." Jawab Chaca sedikit gugup. Pasalnya tadi ia mendengar sendiri bahwa ada suara barang jatuh dari dalam kamar Arya dan Jenar.
"Hemm iya kali ya. Hari ini Jenar pucet banget wajah nya." Ucap Tamara percaya.
"Iya mah, mana twin J juga rewel banget hari ini." Kata Chaca.
"Mungkin mereka tau kalau mommy nya lagi kurang sehat." Ucap Tamara.
"Mami Aiden mau di suapin." kata Aiden pada Chaca.
__ADS_1
"Aiden makan sendiri." Ucap Dimas.
"Gak mau, Aiden pengen di suapin Mami." Kata Aiden.
"Anak tuyul lagi dalam mode manja." cibir Bian.
"Biarin wlee." Kata Aiden.
"Aiden kamu sudah besar. Makan sendiri." Kata dimas lagi.
"Biarin aja sih, kamu juga udah tua masih suka aku suapin." Ucap Chaca keceplosan hingga membuat semua langsung menatap ke arah Chaca.
"Kapan Papi minta di suapin sama Mami?" tanya Aiden penasaran.
"Hemm sudah lama sayang." Kata Chaca tersenyum kikuk.
"Udah lama? Berarti sebelum kalian menikah dong." Ucap Bian dengan senyum miring.
"Ya belum lah, kita aja nikah baru beberapa hari." ucap Chaca mencebik ke arah Bian.
"Emang Papi minta di suapin sama Mami dimana?" Tanya Aiden lagi penasaran.
"Di warung tenda pecel lele." Ucap Chaca lagi lagi membuat Tamara dan Bian langsung tersedak.
__ADS_1
Hukkk uhukk uhukk.
"Dimas makan di tenda pecel lele?" Tanya Tamara lalu menatap tak percaya ke srah Dimas.
"Memang nya kenapa Mah? meskipun tenda pinggir jalan tapi bersih kok, langganan Chaca itu." Jawab Chaca.
"Bu bukan begitu Cha, tapi Dimas ini yah kamu tau sendiri lah." Kata Tamara membuat Chaca terkekeh.
Dimas memang orang nya paling bersih dan rapi. Maka tak heran bila Tamara dan Bian terkejut tak percaya saat Jenar bilang Dimas mau makan di pinggir jalan.
"Dimas di paksa." Ucap Dimas datar.
"Iya DI PAKSA." Kata Chaca penuh tekanan. "Tapi bisa abis nasi dua piring dan 4 macam lauk." Kata Chaca sinis.
"Rekor lo bener bener Cha bisa buat abang gue makan di pinggir jalan dan segitu banyaknya." Ucap Bian tertawa kecil.
Saat semua sedang menertawakan Dimas, tiba tiba semua di kejutkan oleh Arya yang sedang menuruni tangga dengan terburu buru dengan terus memanggil nama Bian dan Dimas.
.
.
.
__ADS_1
Bentar lagi lebaran nih, mommy sibuk banget di dunia nyata, mungkin mommy akan libur untuk beberapa hari yah 🥰🥰🥳🥳🥳