
"Mah kita mau kemana?" Tanya Chaca saat ini ia tengah menyetir.
"Shopping aja gimana? Kalian setuju gak?" Tanya Tamara sambil melihat ke belakang yang ada Jenar dan Ariel sambil menggendong twin J.
"Jenar mah ikut aja mah." Kata Jenar.
"Apalah Ariel, sebagai anak bontot ngikut aja." Jawab Ariel terkekeh.
"Okelah kalau begitu, CP yak." Kata Chaca.
"Kuy!" Seru ketiganya lalu mereka tertawa bersama.
Sesampainya di mall, Tamara dan menantu nya segera turun dan mendorong stroler twin J memasuki Mall.
Tamara merasa sangat bahagia saat bisa shopping dengan ketiga menantunya di tambah dua cucu nya.
"Eh ini bagus nih." Ucap Tamara sambil mengambil sebuah lingerie berwarna biru terang.
"Mama masih suka pake begituan?" Tanya Jenar sambil meneguk saliva nya.
"Enggak lah. Ngapain Mama pake beginian malu maluin." Kata Tamara. "Mama tuh nyaranin kalian bertiga." Imbuh nya.
"Jenar gak mau pake saringan tahu lagi mah." Kata Jenar sambil bergidik ngeri mengingat terakhir kali ia memakai saringan tahu itu.
"Hah saringan tahu?" Ucap Ariel melongo.
"Ah udahlah, gak usah dengerin Jenar, dia memang aneh hahaha." Kata Chaca tertawa.
"Nih kayaknya cocok buat lo Riel." Ucap Chaca sambil mengambil sebuah lingerie berwarna toska.
"Dih apaan sih Cha gak mau ah. Aku gak suka pake begituan." ucap Ariel malu malu.
"Halah gak usah muna. Gue yakin si tuyul Bian pasti demen lo pake beginian hahaha." Kata Chaca tertawa.
__ADS_1
"Kamu gak beli Cha?" Tanya Tamara.
"Ah anak sulung mamah tuh tanpa chaca pake beginian dia udah nyosor ." jawab Chaca sambil tertawa.
Setelah kira kira tiga jaman mereka berkeliling kini akhirnya mereka harus mengisi perut nya yang ternyata sudah keroncongan sedari tadi.
"Mah, mau makan dimana?" Tanya Chaca sambil matanya melihat ke sekeliling namun tidak ada restauran yang menggugah selera nya.
"Hemm, bagaimana kalau ke Caffe Jenar aja." kata Jenar memberikan ide.
"Yahh berarti pulang dong." kata Chaca lesu.
"Habis makan kita bisa karaokean Cha, kau tau bangunan kosong di seberang Caffe ku itu sekarang jadi tempat karaoke anak muda. Bagus deh." Kata Jenar.
"Emang lo udah pernah kesana?" Tanya Chaca.
"Belom sih hehehe. Cuma menurut pelanggan di Caffe ku katanya enak di sana tuh seru." Kata Jenar.
"Baiklah, kuy mama udah laper." Kata Tamara lalu akhirnya mereka pergi meninggalkan Mall menuju JF caffe & Resto.
Tamara yang melihat Chaca tak kunjung masuk pun kembali turun dan matanya sukses membulat sempurna kala melihat apa yang Chaca lihat.
"Sayang," panggil Tamara lembut seketika membuat Chaca menoleh.
"Mah." Kata Chaca lirih.
"Chaca mau langsung pulang ya mah." Kata Chaca lirih.
"Sayang." Panggil Tamara lagi.
"Chaca," lirih Chaca menunduk dan seketika air mata luruh membasahi pipi nya.
Chaca pun segera menghapus air matanya lalu membuka pintu mobil belakang dimana Ariel dan Jenar berada.
__ADS_1
"Riel, lo bawa mobil nya yah. Gue ada urusan mendadak." Kata Chaca sambil memberikan kunci mobil kepada Ariel.
"Lah, kok gue. Emang lo mau kemana?" Tanya Ariel.
"Kalau yang bawa Jenar gue bisa pastiin kalian semua gak sampe rumah tapi malah sampe rumah sakit." Kata Chaca mencoba terkekeh.
"Haiss ya sudah lah." Kata Ariel. "Btw lo mau kemana?" Tanya Ariel sambil mengambil kunci dari tangan Chaca.
"Ada deh keppo deh lo." Kata Chaca tertawa lalu ia segera pamit kepada Tamara dan Jenar dan segera mencari taxi.
Tamara hanya memandang Chaca dengan sendu serta menatap tajam ke arah anaknya yang tengah menggandeng tangan cucu nya dengan tajam.
Tamara Calling Dimas 📞
"Hallo Mah." Jawab Dimas di seberang sana.
"Dimana kamu." Tanya Tamara to the point.
"Di CP, ada apa Mah?" Tanya Dimas.
"Sama siapa?" Tanya Tamara lagi.
"Sa sama Aiden." Jawab dimas terbata.
"Bagus Dim. Lanjutkan!" Ucap Tamara datar lalu ia segera mematikan sambungan telfon nya. Hingga membuat Dimas menyerngitkan dahinya bingung.
.
.
.
Mommy sempetin buat nulis meskipun lagi sibuk bgt karena anak sakit.
__ADS_1
So kalian jangan pelit like dan komen yah 😘🥰