Mengejar Cinta Om Duda

Mengejar Cinta Om Duda
Buka puasa ala Duren


__ADS_3

Warning!!!!


Kawasan 21++++ ..


Di bawah umur segitu kec. yang sudah menikah silahkan skip ya sayang 🥳🥳🥳


.


.


.


"Mas, kamu mandi dulu sana." Kata Chaca sambil ia mendudukkan dirinya di depan meja rias.


"Apa kau tak ingin mandi bersama?" Tanya Dimas sambil memeluk Chaca dari belakang.


"Chaca mau bersihin make up dulu." Kata Chaca berusaha setenang mungkin karena saat ini jantung nya sudah berdetak tidak karuan.


"Mau aku bantu?" Tanya Dimas tepat di telinga Chaca hingga membuat Chaca semakin gugup dan menelan Saliva nya.


"Ti tidak per emmtt." Dimas langsung memutar kepala Chaca hingga menghadapnya lalu ia segera mencium nya dengan lembut.


Jantung Chaca semakin berdetak kencang dan matanya membulat dengan sempurna saat merasakan lidah Dimas mulai menjelajahi mulutnya. Perlahan Chaca mulai memejamkan matanya dan menikmati pagutan Dimas.


Dimas yang melihat Chaca memejamkan matanya pun semakin aktif memainkan lidahnya bertukar Saliva dan menjelajahi isinya.


Dimas perlahan menuntun Chaca menuju tempat tidur tanpa melepaskan ciuman mereka, Dimas merebahkan tubuh Chaca dan mulai menindihnya.


"Tangan Dimas pun tak tinggal diam, kini tangan nya mulai mencari cari mainan yang beberapa hari ini selalu ia mainkan di setiap tidurnya.


Chaca semakin melenguh kala tangan Dimas mulai merambah ke gunung nya. Dimas yang mendengar lenguhan Chaca pun merasa semakin tak bisa menahan hasrat nya.


Ciuman Dimas kini mulai turun menjelajahi leher jenjang Chaca. Dimas memberikan sentuhan yang membuat tubuh Chaca semakin panas terbakar gairah.


"Omm Emmmtt." Lenguh Chaca sambil menggigit bibit bawahnya karena tak ingin mengeluarkan suara aneh menurut nya.

__ADS_1


Dimas menatap wajah Chaca dengan intens lalu perlahan ia membelai wajah Chaca dengan lembut dan kembali mencium bibir Chaca, Dimas menggigit dan menghis@p bibir Chaca dengan lembut. Awalnya memang lembut namun lama kelamaan ciuman itu berubah menjadi sedikit kasar dan menuntut.


"Om, Chaca mau man hhh ndi hah." Ucap Chaca dengan napas terengah engah.


"Mandinya nanti saja setelah selesai." Bisik Dimas lembut tepat di telinga Chaca dan menjilat telinga Chaca membuat tubuh Chaca semakin menggelinjang hebat.


"Ta hhh pi emmttt." Desah Chaca.


"Sssstt. Aku sudah lama menunggu saat saat ini." Ucap Dimas lalu kembali mencumbu Chaca dengan bringas.


"Sangat indah." Ucap Dimas saat berhasil melepaskan pakaian Chaca beserta kaca matanya.


Chaca segera menyilangkan tangan nya di dada untuk menutupi dada nya, namun Dimas segera melepaskan nya.


"Jangan di tutupi." Ucap Dimas tersenyum.


"Chaca malu." Ucapnya sambil memalingkan wajahnya ke samping.


"Tidak perlu malu." Bisik Dimas lalu ia kembali menciumi leher jenjang Chaca karena posisi Chaca yang memalingkan wajahnya sehingga bisa membuat Dimas lebih leluasa berjelajah di sana.


Chaca mendesah kegelian saat Dimas mulai mengeksplor leher nya lalu turun hingga ke gunung nya. Tubuh Chaca semakin menggelinjang hebat kala mulut dan tangan Dimas bekerja sama untuk bercocok cerry di gunung nya.


"Om hah." Napas Chaca semakin terengah engah, tubuhnya semakin panas namun Dimas tak memprdulikan nya. Ia masih asik bermain di bawah sana.


"Chaca..." Dimas mengerang saat merasakan adiknya di sentuh oleh Chaca.


Chaca yang awalnya malu malu dan berusaha menahan diri, kini dirinya sudah terbakar api gairah, ia tidak bisa menahan nya lagi dan ia tidak bisa berpura-pura polos lagi.


"Kamu nakal yah." Ucap Dimas menyeringai.


"Ayo mulai." Kata Chaca sambil mengatur napasnya hingga membuat Dimas tersenyum, lalu ia mengusap bibir nya dan kembali mencium Chaca dengan lembut.


Chaca langsung membantu Dimas untuk membuka seluruh pakaian nya Hingg membuat mereka sama sama naked, Chaca lalu bermain sebentar dengan adik Dimas sebelum mulai perang.


"Tahan yah." Ucap Dimas lembut sambil mulai menuntun adiknya untuk masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


"Sakittt." Chaca meringis sambil menangis.


"Maaf," ucap Dimas sambil menghapus air mata Chaca.


"Ssshh perih Om." Kata Chaca lirih.


"Iya hanya sebentar kok, sabar yah." Kata Dimas lagi.


Dimas yang melihat Chaca menangis pun segera mencium bibir Chaca kembali, Dimas masih diam belum bergerak. Hingga setelah beberapa saat Chaca sudah rilex dan tidak mengeluarkan air matang lagi, baru Dimas mulai bergerak masuk lebih dalam lagi.


Chaca yang awalnya merasakan sakit luar biasa, kini perlahan mulai menikmati dan kembali terbakar gairah.


Semangat Dimas semakin membara kala melihat Chaca yang begitu agresif dengan nya.


Mereka melakukan nya hingga beberapa kali sebelum akhirnya mereka tumbang bersama.


"Capek?" Tanya dimas sambil memeluk Chaca.


"Huum." Kata Chaca sambil memejamkan matanya lalu ia segera memeluk Dimas dengan erat.


"Terimakasih sayang." Dimas mencium kening Chaca dengan lembut.


"I love you om mesum." Ucap Chaca semakin mengeratkan pelukannya.


"Jangan terlalu erat atau kau akan membangunkan nya lagi." Kata Dimas berbisik, karena saat ini tubuh mereka masih polos dan hanya tertutup selimut saja.


"Om jangan lagi. Chaca capek dan juga masih perih." Rengek Chaca manja justru malah membuat Dimas nafsu kembali. namun ia tidak ingin membuat Chaca semakin kelelahan, akhirnya ia membiarkan adiknya bangun dan tidur dengan sendirinya, hingga tak lama ia pun ikut tertidur.


Akhirnya setelah hampir 10 tahun kini adiknya bisa menemukan rumah utama nya, Dimas lega karena kini ia sudah berhasil mendapatkan Chaca seutuhnya.


.


.


.

__ADS_1


.


Udah ah mommy gak bisa lebih detail lagi, ini hanya 24jam yah. besok mommy revisi atau hapus yaa 🙈🙈


__ADS_2