
Chaca membuka matanya dan melihat Dimas tepat di depan wajahnya.
Chaca menelisik wajah Dimas yang begitu tampan.
Chaca mulai membelai wajah Dimas dengan lembut, mulai dari mata, hidung laku bibir Dimas tak luput dari sentuhan tangan nya.
Entah mengapa saat Chaca semakin intens memandang wajah Dimas dan meraba bibir nya, memori pertandingan tadi malam kembali berputar di kepalanya.
Wajah Chaca memanas saat mengingat pertandingan itu hingga tanpa sadar ia tersenyum sendiri sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
"Kenapa?" Tanya Dimas tiba tiba sudah membuka matanya dan meraih tangan Chaca yang menutupi wajahnya. Pipi Chaca semakin merah padam. Ia semakin merasa malu kala mengingat betapa agresif nya dia.
"Chaca malu." Ucapnya sambil kembali menutup wajahnya.
Dimas terkekeh lalu ia kembali merengkuh tubuh Chaca hingga membuat Chaca trsentak kaget.
"Apakah masih sakit?" Tanya Dimas lembut sambil wajahnya ia tenggelamkan di tengah tengah gunung.
"Se sedikit." Jawab Chaca terbata gugup karena ia mulai merasakan sesuatu yang mengetuk ngetuk pintu rumah nya. Dan Chaca tau apa itu karena saat ini tubuh mereka masih polos, hanya saja Dimas sudah memakai kaos singlet namun tidak dengan bawahan.
Glek.
Chaca menelan Saliva nya dengan kasar kala merasakan ketukan itu semakin keras dan intens Hingg membuat napasnya tercengat.
"Kamu merasakan nya sayang." Ucap Dimas dengan suara yang sudah parau.
"Heemmttt." Chaca menggigit bibir bawahnya agar tidak bersuara lebih gila lagi.
__ADS_1
"Aku suka suara kamu saat berteriak memanggil nama ku. dan aku suka saat kamu mengeluarkan suara sexy itu." Bisik Dimas semakin membuat tubuh Chaca menegang.
"Seperti nya pagi hari bukan hal yang buruk." Ucap Dimas lalu ia kembali menyerang Chaca, Chaca tak kuasa menolak karena ia juga menyukai nya. Jadi lah rencana mereka yang harus nya berkeliling kota kini hanya berkeliling lembah dan gunung saja di dalam kamar hotel.
...🙈🙈🙈...
"Oma, apa kira kira papi sama mami sudah bangun tidur?" Tanya Aiden saat ini ia sedang duduk di ruang keluarga bersama Tamara dan Bian.
"Hemm bisa jadi sudah dan bisa jadi belum. Di sana masih pagi sayang." Ucap Tamara.
"Aiden kangen sama mami." ucapnya cemberut.
"Lebay lu, baru juga di tinggal beberapa hari." ucap Bian.
"Biarin lebay, mami Aiden ini wlee." Ucap Aiden sambil menjulurkan lidahnya ke Bian.
"Hemm di coba saja dulu ya." Ucap Tamara, Aiden pun segera mengambil hape nya dan langsung menghubungi Dimas.
Dua tiga kali Aiden menelfon tidak ada jawaban. Hingga ke sepuluh kali baru Dimas menjawab nya.
"Papi kenapa lama sekali menjawab nya." Ucap Aiden kesal karena Dimas baru mengangkat telfon nya.
"Maaf sayang, papi baru selesai mandi." Ucap Dimas sambil mengeringkan rambut nya.
"Selesai mandi apa selesai main lu bang." Teriak Bian sambil tertawa.
"Main apaan?" tanya Aiden.
"Jangan dengerin om kamu, dia ngaco kalau bicara." Jawab Dimas.
__ADS_1
"Hahaha berarti bener dong hahaha." Kata Bian.
"Awas lu ya nanti." Kata Dimas kesal.
"Papi, dimana Mami?" tanya Aiden.
"Euumm itu mami kamu anu hemm." Dimas ingin memberikan hapenya ke Chaca namun saat ini Chaca masih tertidur pulas akibat pertandingan nya tadi.
"Aiden kangen sama Mami pi." Kata Aiden merengek.
"Mami masih tidur sayng." Kata Dimas.
"Coba lihat mana, Aiden pengen lihat wajah mami." Ucap Aiden semakin membuat Dimas kelabakan karena penampilan Chaca dan kasur nya saat ini sangat tidak me mungkin kan untuk di perlihatkan pada Aiden.
"Mampus lu bang haahaha." Bian semakin tak bisa menahan tawanya begitu pun dengan Tamara yang sedari tadi berusaha untuk diam namun nyatanya saat melihat wajah kaku dimas ia tak bisa menahan tawa nya lagi.
"Mama." Geram Dimas saat mendengar tawa Tamara.
"Ayo pi, mana mami." Aiden kembali merengek ingin melihat wajah Chaca.
"Hemm begini saja, nanti papi telfon Aiden saat mami sudah bangun yah, kasian mami kecapean sayang." Kata Dimas.
"emang mami abis ngapain kok kecapean?" Tanya Aiden.
"Kan kemarin kita abis jalan jalan membeli oleh oleh untuk kamu." Ucap Dimas.
"Sudah sayang, biarkan mami dan papi istirahat. Aiden sudah mendengar suara papi dan mami juga lagi tidur kan. Sudah ya nanti lagi. Katanya Aiden mau punya baby Queen udah ya jangan ganggu mereka lagi." Kata Tamara.
"Baiklah. Bye bye papi." Ucap Aiden kecewa karena belum mendengar suara Chaca ataupun melihat Chaca.
__ADS_1