Mengejar Cinta Om Duda

Mengejar Cinta Om Duda
Honeymoon part.2


__ADS_3

Berkunjung ke Roma tentu kurang lengkap tanpa melempar koin ke Air Mancur Trevi. Destinasi populer italia ini juga seringkali disebut dengan nama Fontana di Trevi. Maka dari itu, hari terakhir berada di negara itu membuat Chaca begitu ingin berkunjung ke sana.


"Sayang mana koin nya tadi?" Ucap Chaca begitu bersemangat saat sudah berada di depan kolam air mancur.


Dimas pun merogoh saku jaket nya dan memberikan dua keping koin pada Chaca.


"Buat kamu satu, dan aku satu." Kata Chaca sambil kembali memberikan satu koin pada Dimas.


"Ayo buat permohonan lalu lempar koin nya." Ucap Chaca antusias.


"Kamu percaya beginian?" Tanya Dimas sambil menggeleng gelengkan kepala nya karena sedari di hotel Chaca begitu antusias dan bersemangat untuk mendatangi tempat wisata ini.


"Percaya gak percaya, gak ada salahnya kan mencoba." Ujar Chaca.


"Hemm baik lah." Dimas akhirnya memejamkan matanya sesaat untuk membuat permohonan sama seperti yang Chaca lakukan.


"Hopefully we have a baby girl soon." Gumam Dimas dalam hati lalu ia melemparkan koin itu ke kolam.


Sedangkan Chaca ia masih bertahan memejamkan matanya hingga membuat Dimas terkekeh sendiri karena melihat bibir Chaca yang terus komat kamit seperti mbah dukun yang membaca mantra.


'Ya Allah bukan maksud Chaca mempercayai hal seperti ini, bukan maksud Chaca juga musik tapi Chaca hanya mengikuti orang orang saja. Chaca berharap Chaca bisa segera hamil dan memberikan Aiden baby Queen seperti keinginan nya, Chaca juga berharap pernikahan Chaca dan om Dimas bisa langgeng sampai maut memisahkan. Tidak ad apelakor apalagi pembinor karena Chaca gak mau itu. dan Chaca juga berharap semoga Jenar segera sembuh dan bisa kembali seperti dulu lagi. Hanya itu aja kok gak lebih. Semoga terkabul amin.' Gumam Chaca lalu ia segera melemparkan koin itu.


"Apa yang kamu inginkan? Kenapa begitu lama hem?" Tanya Dimas sambil memeluk pinggang Chaca dengan erat.

__ADS_1


"Ada deh, ya udah yuk kita lanjut belanja." Ucap Chaca semangat untuk membeli oleh oleh.


Cup.


Dimas mengecup kening Chaca sebelum akhirnya menggandeng tangan Chaca dan melanjutkan perjalanan mereka.


...🌹 Hotel 🌹...


"Huh capek nya." Ucap Chaca sambil merebahkan tubuhnya di kasur.


"Mandi dulu gih." Ucap Dimas.


"Nanti dulu yank, kaki Chaca pegel banget." Ucap Chaca manja.


"Kamu mandi biar aku beresin ini." Kata dimas seketika membuat Chaca langsung bangun.


"Gapapa kamu capek kan, setelah mandi kamu bisa istirahat. Besok pagi kita pulang." Ucap Dimas lembut sambil mengusap kepala Chaca dengan lembut.


"Tapi--" Ucap Chaca tidak enak.


"Sana mandi atau mau mandi bar--" ucap Dimas.


"Chaca duluan." Chaca segera memotong ucapan Dimas dan segera berlari ke kamar mandi hingga membuat Dimas terkekeh. Meskipun mereka sudah sering melakukan ITU tapi Chaca masih saja malu bila di ajak mandi bersama.

__ADS_1


Sepertinya Chaca ke kamar mandi, Dimas segera menelfon Yudha untuk mengurus kejutan untuk Chaca saat mereka sampai di indonesia.


Dan setelah memastikan semua beres, Dimas segera merapikan barang belanjaan itu agar tidak berantakan. Lalu ia beralih mengambilkan baju ganti untuk Chaca sebelum akhirnya ia memaksa masuk ke dalam kamar mandi untuk mandi bersama.


"Yaannkk." Rengek Chaca saat melihat Dimas sudah masuk ke kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk yang di lilitkan di pinggang.


"Apa?" Tanya Dimas pura pura polos.


"Kenapa kamu masuk, kan aku masih mandi." Ucap Chaca sambil cemberut.


"Sama, aku juga mau mandi." Ucap Dimas sambil melepaskan lilitan handuk nya dan ikut masuk ke dalam bathtup.


Chaca segera memalingkan wajahnya saat melihat Dimas berjalan dengan keadaan polos ke arahnya. Pipi nya merona dan tubuhnya terasa sangat panas.


"Kenapa wajahmu merah sayang." Ucap Dimas sambil membelai wajah Chaca.


"Yank, jangan gitu ah." Kata Chaca sedikit kesal karena di goda oleh Dimas.


Dimas segera merengkuh tubuh Chaca hingga membuat Chaca kaget.


"Kita belum pernah mencoba nya di dalam kamar mandi." Bisik Dimas dengan suara serak.


Glek.

__ADS_1


Chaca menelan saliva nya dengan kasar, tubuhnya semakin menegang dan panas kala merasakan sesuatu di bawah sana.


Dimas pun segera mencium Chaca dengan lembut dan membuka pertandingan lagi. (Udah gitu intinya) 🙈😂🤣


__ADS_2