
"Arya." Panggil Bryan berusaha mengejar Arya.
"Ada apa." Jawab Arya dengan wajah datar.
"Apakah kau masih marah padaku?" Tanya Bryan pelan.
"Ar, sungguh gue gak pernah berniat buat ngelakuin semua itu, sorry." Ucap Bryan tulus.
"Gue udah maafin." Jawab Arya namun masih dengan nada dingin dan datarnya.
"Ar, gue tau gue salah. Dan gue juga belum sempat meminta maaf sama lo waktu itu. Plis maafin gue." Ucap Bryan lagi.
"Segampang itu?" Tanya Arya dengan menautkan kedua alisnya.
"Gue tau lo kini sudah bahagia Ar, gue mohon lupakan kejadian yang lalu." Ujar Bryan.
"Dan juga gue sekarang sudah tidak bersama nya." Imbuh Bryan.
"Hahaha, apakah kau di campakkan juga?" Tanya Arya dengan nada sinis.
"Ar, lo tau bagaimana gue dari dulu. Gue sama sekali gak nyesel karena pernikahan lo dan Tata batal. Karena kalau sampai itu terjadi gue gak jamin sekarang lo akan bahagia seperti sekarang." Ucap Bryan membuat Arya terdiam. Arya berpikir memang ada benar nya bila dia dulu dia menikah dengan Tata apakah dia akan se bahagia ini, namun tetap saja ia masih merasa kesal dan tersakiti akibat penghianatan sahabat nya sendiri.
"Apa lo tau kabar nya saat ini?" Tanya Bryan pelan dan menatap wajah Arya dengan intens.
"Gue gak perduli." Jawab Arya.
__ADS_1
"Dia sakit." Ucap Bryan dengan wajah datar nya.
"Dia sendiri." Imbuhnya.
"Dan gue sudah bercerai dengan nya." Katanya lagi membuat Arya terkejut dan menatap ke arah Bryan.
"Sekali lagi gue minta maaf karena udah ngehancurin persahabatan kita dulu. Ah iya istri lo cantik dan baik ya, jauh lebih sempurna dari Tata." Ucap Bryan seketika membuat Arya menatapnya dengan tajam.
"Jangan macam macam lo?" Seru Arya.
"Hahahaha." Bryan tertawa.
Seperginya Bryan, Jenar pun datang dan menatap datar pada Arya yang kini masih melihat ke arah Bryan.
"Mas Arya!" Teriak Jenar tepat di telinga Arya hingga membuat sang empunya terkejut.
"Astaga yank!" Ucap Arya terkejut dan mengusap dadanya.
"Jenar tuh dari tadi manggilin mas Arya loh." Ucap Jenar kesal.
"Maaf Je." Ucap Arya.
Deg!
Jantung Jenar seolah seperti terhenti sesaat saat suaminya memanggilnya dengan nama bukan sayang lagi. Jenar sebenernya mendengar perbincangan antara Arya dan Bryan. Jenar memang tidak mengenal Bryan namun saat nama Tata di sebut disitulah Jenar tau siapa Bryan. Dan hati Jenar begitu sakit kala melihat suaminya melamun setelah mengobrol dan membahas tentang Tata. Bahkan kini panggilan nya pun berubah. Entah sadar atau tidak yang jelas ucapan Arya membuat hati Jenar seperti tercubit.
__ADS_1
"Ada apa?" Tanya Arya sambil menatap bingung ke arah Jenar yang malah terdiam.
"Gapapa, gak jadi." Jawab Jenar dengan wajah datar lalu pergi.
"Kamu kenapa sih?" Tanya Arya sedikit kesal saat berhasil mencekal tangan Jenar.
Jenar menoleh dan melihat ke arah Arya sebentar lalu menarik napasnya dalam. "Gapapa." Ucap Jenar melepaskan cekalan Arya lalu pergi.
Arya yang merasa Jenar sedikit berbeda di tambah pikiran nya yang kembali kacau membuat suasana hatinya semakin tak menentu.
.
.
.
.
Mommy bingung mo bahas MP nya om duda 🙈🤣🤣🤣
Ada yg minta abis lebaran aja. Ada juga yg minta langsung sekarang katanya kelamaan kalau abis lebaran.
Tapi kalau sekarang juga bahaya karena masih bulan puasa 🙈🤣🤣
Jadi gimana dong 🙈🙈
__ADS_1