
Hari demi hari berganti dengan begitu cepat, tanpa terasa kini usia pernikahan Dimas dan Chaca sudah berjalan 6 bulan, dan mereka pun sudah menempati rumah baru.
Awalnya Aiden tidak ingin ikut pindah namun karena bujukan dari Chaca akhirnya Aiden ikut pindah ke rumah baru meskipun dengan hati berat.
"Selamat pagi sayang." Sapa Chaca sambil meletakkan beberapa menu di meja.
"Pagi mami." Sapa Aiden balik lalu ia segera mendudukkan diri di kursi.
"Papi mana sayang?" Tanya Chaca.
"Seperti nya belum bangun." Jawab Aiden.
"Ya sudah, kamu mau sarapan apa?" Tanya Chaca.
"Nasi goreng dong." Jawab Aiden semangat. Inilah yang membuat Chaca semakin semangat belajar memasak, karena Aiden sangat antusias dengan masakan Chaca.
Pernah waktu itu Chaca membuat capcay karena Aiden kangen dengan masakan Jenar, Chaca memasak dengan di bantu tutor youtube dan hasilnya sedikit berantakan, namun Aiden tetap memakan nya dengan lahap. Maka dari itu Chaca semakin ingin dan ingin belajar memasak agar bisa memberikan makanan yang sehat dan enak untuk keluarga nya.
"Ya sudah, kamu sarapan dulu ya bentar lagi pak Toto datang. Mami bangunin Papi kamu dulu." Ucap Chaca di balas anggukan oleh Aiden.
"Mas, bangun." Ucap Chaca membangunkan Dimas.
"Mas gak ke kantor sayang." Ucap Dimas lemah.
"Mas sakit?" Tanya Chaca panik.
__ADS_1
"Hemm." Dimas hanya berdehem.
Tanpa berkata lagi, Chaca segera berlari keluar kamar untuk mengurus Aiden terlebih dahulu.
Setelah memastikan Aiden berangkat sekolah, Chaca kembali lagi ke meja makan untuk mengambilkan sarapan untuk Dimas.
"Mas, sarapan dulu yah." Kata Chaca lembut.
Dimas membuka matanya perlahan lalu ia segera menarik Chaca hingga ambruk menimpa tubuhnya, untung nya nampan makanan sudah ia letakkan di meja.
"Mas ihh." Kata Chaca kesal.
"Katanya suruh sarapan." Kata Dimas santai.
"Aku mau sarapan disini." Kata Dimas.
"Iya makanya itu Chaca udah bawain sarapan buat kamu. Ada nasi goreng sama roti kamu mau yang mana?" Kata Chaca sambil berusaha melepaskan pelukan Dimas.
"Aku mau susu." Kata Dimas.
"It-- emmttt." Baru Chaca hendak berucap namun bibirnya sudah lebih dulu di bungkam oleh Dimas. Dimas mencium bibir Chaca dengan penuh gairah. Awalnya Chaca kaget namun sedetik kemudian ia juga membalas cuma Dimas dengan tak kalah panas.
Setelah beberapa menit Dimas melepaskan ciuman nya saat merasa bahwa mereka sudah kehabisan oksigen.
"Ih kamu itu kebiasaan banget sih Mas ah." Kesal Chaca sambil memukul dada bidang Dimas.
__ADS_1
"Aku mau sarapan yank." Bisik Dimas di telinga Chaca.
Chaca hanya menghela napasnya kasar karena ia tau apa yang di maksud Dimas.
"Ini masih pagi yank, astaga." Ucap Chaca sambil menggeleng gelengkan kepalanya.
"Justru karena masih pagi. Kan sarapan memang untuk pagi hari." Jawab Dimas enteng.
"Tapi kan--" ucap Chaca.
"Sarapan sekalian olah raga. Ayolah." Rengek Dimas seperti anak kecil membuat Chaca cemberut.
"Astaga mas, kamu itu makin kesini makin mesum tau gak!" Ucap Chaca.
"Gapapa mesum, kamu suka ini kok." Jawab Dimas santai membuat Chaca membulatkan matanya dengan sempurna.
"Kamu juga menyukainya kan?" Tanya Dimas dengan seringai di wajahnya.
"Apaan sih ah." Ucap Chaca malu.
"Ayo yank." Kata Dimas lagi sambil mulai membuka pakaian Chaca satu persatu. Chaca hanya pasrah dan akhirnya ia hanyut dalam buaian Dimas.
Dan pertandingan kembali di lakukan di pagi hari 🥳
(Pertandingan sarapan + olah raga yah) Jangan traveling 🤣🤣🤣
__ADS_1