
"Hay Chaca, selamat ya." Ucap Fahmi sambil mengulurkan tangannya kepada Chaca.
"Thanks kak Fahmi." Jawab Chaca dengan tersenyum ramah.
"Selamat juga Dim." Ucap Fahmi bergantian menyalami Dimas.
"Thanks." Jawab Dimas singkat.
"Oh ya Cha, maaf bukan aku mau merusak acara kalian tapi ada yang harus aku bicara in sama kamu." Ucap Fahmi pelan.
"Apa ?" Tanya Chaca menyerngitkan dahinya.
Belum sempat Fahmi bicara, tiba tiba ada sebuah suara yang membuat semua mata menoleh ke arahnya, begitupun Chaca yang langsung ingin berlari menghambur ke pelukan nya kalau saja Dimas tak mencekal tangan nya.
"Sayang." Ucap Dimas menatap tajam Chaca.
"Hehehe pisss." Jawab Chaca memberikan dua jarinya berbentuk hidup V.
"Happy wedding sayang." Ucap Bryan yang langsung memeluk Chaca dengan erat.
"Chaca kira kakak gak bakal datang." Ucap Chaca sambil membalas pelukan Bryan.
"Jangan lama lama." Seru Dimas dan langsung menarik Chaca agar melepaskan pelukan nya dari Bryan.
"Astaga, suami kamu posesif sekali." Bisik Bryan terkekeh.
"Begitu lah, tapi aku cintaaa." Ucap Chaca sambil merangkul mesra lengan Dimas.
__ADS_1
"Haiss." Bryan hanya berdecak kesal melihatnya.
Fahmi yang merasa terabaikan mengurung kan niatnya untuk berbicara dengan Chaca. Ia memilih pergi meninggalkan acara pesta pernikahan Chaca dan Dimas.
Drrrtt. drrtt.
"Hallo." Jawab Fahmi saat sudah mengangkat telfon nya.
"...."
"Sorry." Ucap Fahmi lirih.
"...."
"Kamu tenang saja dulu, nanti pasti akan aku sampaikan pada Chaca." Ucap Fahmi lagi berusaha menenangkan seseorang yang di ujung telfon sana.
"...."
Setelah menutup telfon nya, Fahmi segera berpamitan pada keluarga Pranata khusus nya Jenar dan Arya.
"Bang." Panggil Arya saat menghampiri Dimas di kursi pelaminan.
"Tadi ad yang nya--" ucapan Arya terhenti kala Bryan membalikkan tubuhnya sehingga membuat kedua nya saling menatap.
Arya hanya menatap datar Bryan, sahabat nya. Arya memang tidak tau bahwa Chaca adalah adik tiri Bryan, Arya hanya tau bahwa Chaca memiliki saudara tiri itu saja.
"Arya." Panggil Bryan pelan hendak menghampiri Arya.
__ADS_1
"Ada apa arya?" Tanya Dimas.
"Oh enggak! Nanti aja." Jawab Arya lalu tanpa berkata lagi ia segera memutar tubuhnya dan meninggalkan pelaminan.
Bryan yang melihat Arya seperti itu hanya bisa diam dan menghela napasnya dengan berat.
"Om, memang nya kak Bryan kenal ya sama suami Jenar?" Tanya chaca berbisik.
"Kenapa Om sih?" Ucap dimas sedikit kesal padahal dari kemarin mereka sudah sepakat membuat nama panggilan tapi Lida Chaca masih saja suka kesleo.
"Hehehe kebiasaan." Jawab Chaca nyengir.
"Kamu tanya sama kakak kamu, apa yang dia lakuin sama Arya sebelum dia menikah sama Jenar." jawab Dimas pelan.
"Kakak kayaknya gak bakal jujur kalau Chaca tanya. Makanya Chaca nanya sama kamu suamiku yang tukang cemburu." Ucap Chaca sambil mencubit kedua pipi Dimas hingga membuat sang empunya tak kuasa menahan senyum kala mendengar kata 'Suami.'
"Nah gitu dong senyum, kan makin ganteng." Ucap Chaca lagi terkekeh.
"Kamu ya emang paling bisa ngerayu." Ucap Dimas langsung memeluk erat tubuh Chaca.
"I love you." Ucap Dimas lalu mencium kening Chaca dengan lama.
"I love you too om duren ku yang mesum dan pecemburu akut." Jawab Chaca semakin mengeratkan pelukan nya pada Dimas.
"Woy masih banyak tamu tolong di kondisikan!" Teriak Bian yang tiba tiba datang merusak suasana romantis sang pengantin.
"Biang tuyul!" Seru Dimas kesal sambil melepaskan pelukannya dari Chaca.
__ADS_1
"Anjrit emang lo Bi ganggu suasana romantis aja." Ucap Chaca juga kesal.
"Romantis romantis nya nanti di kamar aja sekarang ada yang lebih penting." Ucap Bian dengan wajah panik nya.