
"Mami," panggil Aiden lembut.
"Ada apa sayang?" Tanya Chaca.
"Aiden tidur di kamar sendiri yah?" Ucap Aiden pelan.
"Aiden gak mau tidur sama Mami lagi?" Tanya Chaca.
"Bukan, tapi Aiden gak mau buat Mami kesempitan, Aiden juga harus belajar Mi. Nanti tiap malam minggu aja Aiden tidur sama Mami." Ucap Aiden.
"Hemm baiklah," Chaca tidak bisa berkata lagi kalau sudah menyangkut tentang belajar.
"Princess kakak jangan nakal yah, nanti malam minggu bobo Bareng lagi." Ucap Aiden sambil mengusap dan mencium perut Chaca.
"Iya kakak," jawab Chaca dengan menirukan suara anak kecil.
"Mami juga tidur yang nyenyak yah, i love you mami," ucap Aiden juga mencium pipi Chaca.
"Love you too sayang, kamu juga belajar yang rajin dan tidur nyenyak yah." Kata chaca juga mencium kening Aiden.
Seperginya Aiden dari kamar tak berapa lama Dimas datang dengan membawa segelas susu dan sepiring buah untuk Chaca.
"Sayang, minum susu nya dulu." Ujar Dimas lembut.
"Mas," panggil Chaca saat sudah menghabiskan susu nya.
"Kenapa?" Tanya Dimas.
__ADS_1
"Sini deh," kata Chaca menggeser duduk nya dan menepuk nepuk bagian yang kosong.
"Ada apa?" Tanya Dimas sambil mengusap rambut Chaca dengan lembut.
"Chaca ngidam," kata Chaca pelan.
"Ngidam apa sayang?" Tanya Dimas sambil mengusap perut Chaca.
"Pengen main," kata Chaca dengan senyum mengembang namun lagi lagi Dimas malah mengerutkan dahinya bingung.
"Main?" Tanya Dimas bingung.
Chaca yang merasa Dimas kurang peka lagi dengan ucapan nya akhirnya ia inisiatif langsung duduk di pangkuan Dimas dan langsung menyerang Dimas dengan panas sehingga membuat Dimas terkejut dan membulatkan matanya.
Chaca mencium bibir Dimas dengan penuh gairah, bahkan ia tidak memperdulikan Dimas yang masih terkejut atas ulah nya, Chaca menggigit bibir bawah Dimas sehingga membuat Dimas membuka mulut nya, sedetik kemudian Dimas tersadar dan ia juga ikut membalas ciuman Chaca dengan panas.
"Hemm," kata Chaca sambil membuka kancing baju tidur Dimas.
Glek.
Dimas susah payah menelan Saliva nya saat merasakan Chaca duduk tak beraturan di pangkuan nya sehingga membuat sang adik terbangun dari tidur nya.
"Sayang, mas takut." Kata Dimas sambil mengusap perut Chaca.
"Gapapa kok asal perlahan, Chaca pengen ... " Bisik Chaca di telinga Dimas dengan suara serak sehingga membuat Dimas semakin tak bisa menahan gairah nya.
"Mas," desah Chaca saat Dimas kembali menciumi wajahnya laku turun ke lehernya hingga membuat nya mengadahkan kepalanya ke atas.
__ADS_1
Dimas semakin gencar memainkan lidahnya di leher jenjang Chaca hingga membuat Chaca semakin gencar menduduki adik Dimas yang sudah terbangun.
"Mas sangat merindukan mu sayang," ucap Dimas dengan suara parau lalu ia menidurkan Chaca dengan perlahan di kasur dan mulai membuka pakaian yang di kenakan Chaca satu persatu.
"Chaca juga kangen sama Mas," jawab Chaca pelan sambil memejamkan matanya menikmati setiap sentuhan yang di berikan Dimas.
"Heemmmmm," Dimas kembali menciumi setiap lekuk tubuh Chaca dengan intens bahkan kini kedua tangan nya sudah asik bermain di bukit kembar Chaca yang semakin kenyal berisi karena kehamilan nya.
"Sebentar lagi, aku tidak akan bisa menikmati ini lagi," Ucap Dimas lalu ia segera mencium dan memakan habis dua benda Kenyal itu dengan rakus hingga membuat tubuh Chaca semakin menggelinjang.
"Mas, Chaca mau itu." Ucap Chaca tak sabar lalu ia segera membalikkan tubuh Dimas dan langsung menindihnya.
"Sayang pelan pelan," ucap Dimas khawatir.
"Tidak apa apa, Mas cukup diam biar Chaca yang memimpin." Ucap Chaca lalu ia memulai permainan sesuai keinginan nya.
Dimas hanya bisa pasrah menikmati setiap gerakan Chaca yang selalu membuatnya gemas, hingga hampir satu jam akhirnya Chaca tidak kuat memimpin dan langsung di gantikan oleh Dimas.
.
.
.
.
...Au ah gaje banget tulisan mommy 🙈🙈🙈🙈🤣🤣🤣...
__ADS_1