Mengejar Cinta Om Duda

Mengejar Cinta Om Duda
Adiknya Dimas


__ADS_3

Selama di kantor Dimas terus uring uring an memikirkan Chaca yang bilang merindukan adik nya. Dimas masih belum bisa menerima kalau istrinya merindukan adik nya.


Brakkk!


Dimas menggebrak mejanya dengan kasar lalu ia duduk lagi sambil memijit pelipis nya.


Tok tok tok ..


"Masuk!" Teriak Dimas.


Yudha masuk ke ruangan Dimas dengan sedikit berhati hati, pasalnya beberapa detik sebelum ia mengetuk pintu, ia mendengar suara gebrakan yang lumayan keras. Dan Yudha yakin pasti Tuan nya ini sedang tidak baik baik saja.


"Ada apa?" Tanya Dimas masih dengan memijit pelipisnya.


"Sa—satu jam lagi kita ada meeting dengan Tuan Gerry dari Angkasa Group." Ucap Yudha.


"Hemm." Dimas hanya membalas dengan deheman saja lalu menyuruh agar Yudha keluar dari ruangan nya.


Setelah Yudha keluar, Bian datang lagi dengan membawa beberapa map untuk Dimas.


"Ini berkas yang abang minta dari PT.Infinex," ujar Bian.


"Hemm," lagi lagi Dimas hanya membalas deheman saja.


"Ada masalah apalagi sih Bang?" Tanya Bian penasaran.


"Pusing kepala gue." Jawab Dimas.

__ADS_1


"Why?" Tanya Bian.


Akhirnya Dimas pun menceritakan kepada Bian seperti yang ia ceritakan kepada Arya, tapi sebelum itu Dimas sudah mewanti wanti bahwa Bian di larang men tertawa kan nya.


Awalnya Bian menyanggupi, namun setelah mendengar cerita Dimas, Bian tidak bisa lagi menahan tawa nya. Tawanya langsung pecah saat melihat raut wajah Dimas semakin kesal dengan dirinya.


"Gue udah bilang jangan ketawa!" Ucap Dimas sambil melempar tip ex ke arah Bian.


"Hahaha gimana gue gak ketawa hahaha, pantes aja bang Arya bilang begitu ternyata bang Dimas beneran beg* Hahahaha." Ucap Bian sambil tertawa.


"Seneng banget yah kalian berdua kayaknya di kangenin sama bini gue, apa perlu gue bilangin istri kalian pada hem?" Ancam Dimas dengan kesal.


"Eits sembarangan aja yang ada nanti makin kacau." Ujar Bian.


"Cih," cibir Dimas membuang muka, ia kembali menyandarkan kepalanya di sandaran kursi sambil matanya menatap langit langit.


"Maksud lo?" Tanya Dimas tak mengerti.


"Bang Dimas kelamaan jadi duda atau kelamaan di cuekin si Chaca sih?" Tanya Bian lagi lagi membuat dahi Bian berkerut.


"Yakin adik yang di maksud Chaca itu gue sama bang Arya?" Tanya Bian dengan menahan tawanya.


"Memangnya siapa lagi adik gue selain lo pada." Kesal Dimas.


"Adik lo yang udah di anggurin hampir 10 tahun itu gak di itung bang?" tanya Bian menahan tawa.


Seketika Dimas langsung terperanjat dari duduknya, ia menatap Bian dengan tatapan yang sulit di mengerti hingga membuat Bian kembali tertawa terbahak bahak.

__ADS_1


"Sial!" Pekik Dimas lalu ia segera mengambil jas dan tas nya kemudian dia pergi meninggalkan Bian yang semakin keras menertawakan nya.


"Yudha cancel meeting siang ini, buat schedule ulang." Ujar Dimas sambil berjalan terburu buru.


"Ta—tapi Tuan." Ucap Yudha namun Dimas sudah tidak mendengarkan nya. Di pikiran nya saat ini hanya Chaca dan Chaca.


"Sabar Yud, harap maklum saja daripada nanti kau yang kena imbas nya." Ucap Bian menepuk bahu Yudha lalu ia kembali ke ruangan nya.


"Kenapa itu berkas di bawa lagi?" Tanya Arya yang melihat Bian kembali ke ruangan nya dengan membawa berkas yang sama.


"Bang Dimas nya pulang." Jawab Bian sambil mendudukkan dirinya di kursi depan meja Arya.


"Ngapain?" Tanya Arya.


"Ngurusin istrinya," jawab Bian sambil menahan tawanya lagi.


"Oh udah ketemu sama adiknya?" Tanya Arya terkekeh.


"Otaknya belom conect makanya dia salah paham." Ujar Bian.


"Bukan otak nya yang belum conect, itu efek kelamaan jomblo jadi begitu." Ucap Arya lalu keduanya tertawa bersama.


.


.


.

__ADS_1


Emang yah, si Arya sama Bian, adik yang gak ada akhlak. Masa abang nya di ghibahin 🙈🙈🤣🤣🤣


__ADS_2