
Tok tok tok.
Sura ketukan dari luar membuat Dimas memberhentikan aktifitasnya sejenak.
"Masuk." Ucapnya lalu ia kembali melanjutkan pekerjaan nya.
Ceklek!
Pintu ruangan terbuka membuat Dimas mendongakan kepalanya untuk melihat siapa yang datang. Karena tidak mungkin Yudha sang asistennya.
"Untuk apa datang kesini?" Tanya Dimas datar saat tau siapa tamu nya.
"Dim, ada yang ingin aku bicarakan." Ucapnya pelan.
"Bicaralah." Kata Dimas tanpa menatap ke arah lawan bicara nya.
"Izinkan aku bertemu dengan Aiden." Ucap nya seketika membuat Dimas langsung menatap nya.
"Untuk?" Tanya Dimas dengan mengerutkan dahinya.
"Dimas, aku tau aku banyak salah sama kalian berdua. Izinkan aku untuk meminta maaf sama kalian. Aku datang kesini baik baik dan dengan niat tulus." Ucap nya.
"Bukan kah aku sudah bilang, kembali lah ke tempat dimana seharusnya kau berada. Jangan pernah temui aku apalagi Aiden lagi." Ucap Dimas datar.
"Dim, tapi Aiden juga anakku." Ucapnya kini sudah meneteskan air mata.
__ADS_1
"Cih, anak." Cibir Dimas.
"Dimas, izinkan aku menemui nya untuk meminta maaf. Biar bagaimana pun aku tetap ibu kandung nya." ucap Astrid dengan bibir bergetar. Yah tamu itu adalah Astrid mantan istri Dimas dan ibu kandung Aiden.
Astrid menyerahkan secarik kertas kepada Dimas. Dimas pun segera meraih nya dan membukanya lalu ia menatap Astrid yang tengah tersenyum getir ke arahnya.
"Aku juga ingin bahagia Dim. Izinkan aku bertemu dengan nya." Ucap Astrid lagi.
"Baiklah, datanglah ke JF caffe, Sepulang sekolah aku akan membawa Aiden ke sana." Ucap Dimas pada akhirnya.
"Terimakasih Dim." Ucap Astrid tersenyum lega.
"Baik lah aku akan pulang sekarang. Sekali lagi terimakasih." ucap Astrid lalu ia segera melenggang pergi keluar sambil terus tersenyum senang.
Dimas pun segera menghubungi Chaca untuk mengajaknya bertemu Astrid nanti siang, namun nomor Chaca tidak bisa di hubungi. Dimas ingat hari ini jadwal Chaca begitu padat, akhirnya dimas mengurungkan niatnya dan segera bergegas menjemput Aiden.
"Papi ngapain sih kesini?" Tanya Aiden karena tidak biasanya Dimas akan mengajaknya makan siang di luar tanpa Chaca.
"Ada yang mau bertemu sama kamu." Ucap Dimas lalu segera mengajak Aiden keluar dari mobil.
Dimas menggandeng Aiden untuk memasuki Caffe, terlihat seorang wanita seumuran nya yang pernah mengisi relung hatinya kini tengah duduk di sudut Caffe dengan senyum bahagia karena akan bertemu buah hatinya.
Deg!
Langkah Aiden terhenti kala melihat bahwa Astrid lah yang ingin bertemu dengan nya. Aiden menatap Dimas dengan tatapan yang sulit di mengerti. Dimas mengerti, ia pun berjongkok di depan Aiden sambil memegang bahu nya.
__ADS_1
"Aiden, biar bagaimana pun dia adalah mami kandung kamu. Temui lah walau hanya sebentar. Papi gak mau kamu jadi anak durhaka." Ucap Dimas.
"Mami Aiden cuma mami Chaca." Ucap Aiden dengan wajah datar nya.
"Aiden, mami Chaca memang mami kamu. Tapi mami Astrid orang yang telah mengandung dan melahirkan kamu. Kita temui sebentar yah. Kamu tidak boleh membencinya apapun kesalahan nya." Ucap Dimas memberi pengertian pada Aiden.
Dengan berat hati, Aiden pun mengikuti Dimas untuk menghampiri Astrid.
Astrid tak kuasa menahan haru nya ia segera memeluk Aiden dengan erat menumpahkan segala kerinduan dan kasih sayang nya.
"Kamu sudah besar hiks hiks." Ucap Astrid menangkup wajah Aiden.
"Mami---" ucap Astrid terhenti kala Aiden memotong nya.
"Mama bukan Mami. Karena Mami Aiden cuma Mami Chaca." Ucap Aiden masih dengan ekspresi datar.
"Ah i iya, mama. Gapapa." Astrid menyadari posisi nya saat ini. Namun ia masih lega karena setidaknya Aiden tidak menolak untuk ia peluk.
Astrid, Dimas dan Aiden kini duduk bertiga sambil menikmati makan siang nya. Tanpa mereka sadari sedari tadi Chaca juga berada di sana dengan hanna dan Nayla. Ucapan yang di katakan Dimas seketika membuat hati Chaca sedikit nyeri. Memang benar dia bukan ibu kandung Aiden. Dan memang benar bahwa Astrid lah yang telah mengandung dan melahirkan astrid. Entah mengapa Chaca baper dan air mata nya lolos begitu saja.
"Gue pulang sekarang yah." Ucap Chaca lirih, Hanna dan Nayla tau apa yang di rasakan Chaca hanya bisa mengiyakan saja.
.
.
__ADS_1
.
Hayoo surat apaan tadi yang di kasih Astrid ke Dimas 😁🙈🙈🤣🤣