Mengejar Cinta Om Duda

Mengejar Cinta Om Duda
Menjenguk Mama


__ADS_3

Hari ini Chaca sudah di perbolehkan pulang dari rumah sakit, dan sebelum pulang Chaca menyempatkan diri untuk menjenguk Lana yang juga sudah sadar dari masa kritis nya.


Dengan menggunakan kursi roda, Chaca di dorong oleh Dimas menuju ruang perawatan Lana.


Saat sampai di sana ternyata sudah ada Leona dan juga Nisa.


"Chaca." Panggil Leona tersenyum lalu ia bangkit dari duduk nya menghampiri Chaca yang masih diam di depan pintu. Bukan apa Chaca hanya ragu karena melihat Nisa di sana.


"Kakak." Chaca berusaha tersenyum tipis membalas sapaan Leona.


"Bagaimana keadaan kamu. Sungguh kamu sangat ceroboh." Ucap Leona sedikit cemberut membuat Chaca tersenyum lalu matanya menatap ke arah Lana yang tengah menatapnya dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Cih banyak juga nyawa kamu!" Ucap Nisa begitu menohok hati Chaca.


"Nenek!" Seru Leona tidak suka.


"Apa? Nenek hanya berbicara fakta kok." ucap Nisa santai. "Bersyukur lah karena kamu gak mati menyusul anak saya." Imbuhnya datar.


Dimas yang mendengar ucapan Nisa ingin langsung menghajarnya bila tak mengingat ia adalah wanita tua peot di tambah tangan Chaca yang sedari tadi menggenggam tangan nya seolah tidak memperbolehkan nya memberi pelajaran pada Nisa.


"Anterin ke mama Mas." gumam Chaca lirih tanpa memperdulikan ucapan Nisa.

__ADS_1


"Ngapain kamu kesini." Ucap Lana datar saat melihat Chaca mendekati nya.


"Pergilah." Imbuh Lana membuang wajah nya ke samping tanda tak ingin melihat Chaca.


"Mamah—" Ucap Chaca lirih tanpa sadar air matanya sudah menetes membasahi pipi nya namun Chaca segera menghapus nya.


"Pergilah, aku muak melihat mu disini." Ucap Lana.


"Kau denger sendiri kan anak haram. Pergi lah hus hus." Kata Nisa mengusir Chaca.


"Mas jangan." Kata Chaca menggelengkan kepalanya saat melihat Dimas hendak beranjak dari tempat nya menghampiri Nisa.


"Ayo kita pulang." Kata Dimas lalu segera memutar kursi roda Chaca namun langsung di tahan oleh Chaca.


"Leona gak suka nenek kaya gitu ke Chaca!" Seru Leona.


"Kenapa kamu jadi baik padanya? Apa karena kamu juga mengalami nasib yang sama dengan mama kamu dan anak kamu seperti Dia!" Seru Nisa menatap Leona dengan tajam.


Leona terdiam, bukan karena ucapan Nisa yang mengatakan anak nya anak haram namun karena ia baik kepada Chaca di karenakan anak nya seperti Chaca bukan. Leona sayang sama Chaca sejak kecil namun karena rasa sayang nya Leona harus berpura pura membenci Chaca agar Chaca tidak di buang oleh keluarga papa nya.


"Cukup Nek, Chaca adik nya Leona sampai kapan pun dan karena apapun dia tetap adik Chaca." Ucap Leona.

__ADS_1


"Cih, kamu sama saja seperti mama kamu. Asal kamu tau Leona, sampai kapan pun yang namanya sampah akan menjadi sampah!" Ucap Nisa.


Ceklek!


Pintu kembali terbuka dan Fahmi masuk dengan membawa beberapa makanan serta minuman untuk Leona dan juga Nisa.


"Sayang, ada apa?" Tanya Fahmi saat melihat sang istri tengah terisak menahan tangis nya.


"Aku mau pulang hiks hiks." Kata Leona singkat.


"Pulang? Lalu Mama?" Tanya Fahmi.


"Mama gak butuh anak seperti kami. Mama hanya butuh dirinya sendiri serta kekayaan." Sindir Leona kecewa karena melihat sikapnya terhadap Chaca yang tidak berubah. Leona pikir Lana akan sedikit tersentuh dan berbaik kepada Chaca namun nyatanya sama saja.


"Sayang jangan begitu." Ucap Fahmi.


"Yank, ayo kita ke rumah Bunda saja. Aku mau liburan di sana, aku gak mau disini terus yang nanti nya akan stres dan mempengaruhi anak kita." Lirih Leona.


"Tapi Mama." Kata Fahmi lagi.


"Mama gak butuh kita!" Ucap Leona sekali lagi lalu ia segera menarik tangan Fahmi keluar dari ruangan Lana.

__ADS_1


'Maafkan Mama,' batin Lana.


__ADS_2