Mengejar Cinta Om Duda

Mengejar Cinta Om Duda
Bermain bola lagi


__ADS_3

Sesampainya di rumah Chaca langsung tepar dia sudah tidak kuat berjalan karena kekenyangan, hingga akhirnya Dimas yang menggendong nya untuk ke kamar.


Dimas meletakkan tubuh Chaca dengan perlahan di atas kasur dan mulai menepuk nepuk pipi Chaca pelan.


"Sayang, yank bangun yuk. Bersih- bersih dulu," ujar Dimas membangunkan Chaca.


"Sayang, ayo dong yank wake up," kata Dimas lagi namun Chaca sama sekali tak bergeming.


Dimas menghela napasnya dengan kasar lalu ia pun berjalan ke kamar mandi dan menyiapkan sebuah kain serta air untuk membersihkan tubuh Chaca.


Dengan telaten Dimas membuka satu persatu kain yang di pakai Chaca, lalu mulai mengelap bagian-bagian tubuh Chaca hingga membuat sang empunya menggeliat namun tidak bangun.


"Astaga yank, udah kena air pun juga masih gak bangun," decak Dimas sambil menggelengkan kepalanya.


Setelah mengelap tubuh Chaca, Dimas pun mulai memakaikan pakaian untuk Chaca, namun saat ia hendak mengangkat kepala Chaca malah mata Chaca terbuka dan langsung menatap nya.


"Kamu udah bangun? Sekarang pakai baju dulu yuk biar gak masuk angin," ujar Dimas lembut setelah menghilangkan keterkejutannya.

__ADS_1


"Gak mau pakai baju," rengek Chaca manja dan langsung membuang bajunya.


"Sayang nanti kamu masuk angin kalau gak pakai baju," Dimas pun langsung beranjak mengambil baju yang di buang oleh Chaca namun dengan cepat juga Chaca menahan tangan Dimas.


"Mas," ucap Chaca cemberut dan mengedipkan matanya berkali kali.


Dimas sudah tau maksud dari tatapan itu, entah Dimas harus merasa senang atau bagaimana karena jujur saja dia yang kuwalahan menghadapi keinginan Chaca yang setiap saat.


Bahkan Chaca pernah datang ke kantor hanya untuk mengajak nya bermain, Dimas menyukai nya namun juga ia khawatir akan anak di kandungan Chaca. Ia tidak mau terjadi apa-apa dengan anaknya.


"Besok aja ya, kamu nanti kecapean yank," ujar Dimas lembut.


Glek.


Bohong bila Dimas tidak tergoda dengan tubuh istrinya, namun Dimas benar benar takut bila terjadi sesuatu dengan anaknya.


"Kalau Mas gak mau ya sudah Chaca bisa ma—" ucap Chaca terhenti kala Dimas langsung mencium bibir nya dan mel*mat nya.

__ADS_1


Sebuah senyum tersungging di wajah Chaca, yah dia lagi yang menang. Chaca sendiri juga tidak tau sebenarnya mengapa sejak hamil ia jadi suka sekali bermain bola di kasur. Tapi Chaca tetap berusaha untuk tidak membahayakan kandungan nya, ia selalu konsultasi kepada dokter nya setiap kali dan dokter selalu memperingatkan agar hati hati dan tidak boleh kelelahan.


Chaca tidak pernah kelelahan setiap bermain malah ia selalu senang dan bahagia. so tidak salahkah bermain bola di kasur dengan suami.


"Aiden, mau kemana?" Tanya Tamara saat melihat Aiden menuruni tangga.


"Aiden mau ngambil minum Oma, di kamar Aiden minum nya habis." Jawab Aiden.


"Bagaimana pesta mama kamu hem?" Tanya Tamara penasaran.


"Lancar Oma, tapi Aiden cuma sebentar saja di sana." Jawab Aiden.


"Sebentar? Kalian pergi dari jam 4 dan pulang jam 10 masih kurang kah?" Tanya Tamara tak habis pikir.


"Aiden pulang jam 7 Oma, dan sisa nya kita habiskan di pinggir jalan karena Mami mau makan ayam goreng di warung tenda," cerita Aiden membuat Tamara tak percaya.


Lalu Aiden pun menceritakan semuanya kepada Tamara hingga membuat Tamara tertawa terbahak bahak saat membayangkan wajah anak sulung nya malu menghadapi istri menangis di depan umum.

__ADS_1


"Menurut Oma, baby Queen Aiden rakus atau Mami Chaca yang rakus?" Tanya Aiden kepada Tamara.


"22 nya sayang," jawab Tamara sambil menahan tawa nya.


__ADS_2