Mengejar Cinta Om Duda

Mengejar Cinta Om Duda
Kakak Aiden


__ADS_3

"Hay Queen how are you?" Tanya Aiden sambil mengusap dan mencium perut rata Chaca. Sudah seminggu ini Aiden selalu tidur dengan Chaca, tentu saja itu karena permintaan Chaca karena ia masih mendiamkan Dimas.


Sejak hamil, Chaca begitu enggan melihat wajah Dimas apalagi tidur seranjang, Chaca pun juga bingung kenapa bisa begitu padahal ia sudah memaafkan Dimas tapi setiap kali melihat Dimas, Chaca selalu ingin marah dan marah terus. maka dari itu Aiden lah yang berperan manjain sang Mami termasuk mengusap perut Chaca saat akan tidur.


"Aiden sayang gak sama baby?" Tanya Chaca sambil mengusap kepala Aiden.


"Sayang lah, ini baby Queen Aiden. Aiden akan selalu jagain baby Queen, Aiden gak akan biarin baby Queen terluka sedikit pun." Kata Aiden sambil mendongakkan kepalanya menatap Chaca.


"Kalau ternyata baby boy bagaimana?" Tanya Chaca.


"No Mam, this is a baby girl." Kekeuh Aiden membuat Chaca terkekeh padahal mereka belum melakukan USG bahkan mungkin kelamin sang baby pun belum terbentuk saat ini, namun Aiden begitu kekeuh bahwa ini adalah bayi perempuan.


"Queen, kakak menunggu kehadiran mu. Cepet keluar yah, nanti kakak beliin boneka yang banyak buat kamu, kakak akan beliin kue dan es krim yang banyak buat kamu nanti." Ujar Aiden kembali mengobrol dengan perut Chaca.


Ceklek!


Pintu kamar terbuka ternyata Dimas baru masuk kamar setelah acara makan malam tadi.


Chaca yang tadinya sumringah mengobrol dengan Aiden, mendadak ekspresi wajah nya menjadi datar saat melihat wajah Dimas.


"Aiden, kamu gak mau tidur di kamar kamu?" Tanya Dimas lembut.


"Tidak!" Jawab nya cepat, bukan Aiden yang menjawab namun Chaca.

__ADS_1


"Papi sempit yah kalau Aiden tidur di sini?" Tanya Aiden.


"Bukan Papi yang kesempitan sayang, tapi Mami kamu. Kan sekarang di perut Mami sudah ada baby nya jadi butuh banyak ruang. Aiden mengerti kan maksud Papi?" Tanya Dimas.


"Hemm iya juga yah." Kata Aiden sambil memanggut manggutkan kepala nya.


"Ya sudah, Aiden tidur di kamar Aiden aja yah." Ucap Aiden.


"Enggak!" Kata Chaca menahan tangan Aiden agar tak pergi.


"Tapi Mam, kasian baby Queen sempit kalau kakak nya ikut tidur disini." Ucap Aiden.


"Ya sudah kalau Aiden mau tidur di kamar, Mami ikut." Kata Chaca dengan mata berkaca kaca.


"Sayang," panggil Dimas lembut kepada Chaca.


"Kamu aja yang tidur di kamar Aiden, biar aku sama Aiden yang disini." Ucap Chaca ketus kepada Dimas.


"Hah!" Ucap Dimas melongo. "Kenapa Mas yang di sana?" Tanya Dimas.


"Kalau kamu gak mau ke sana ya sudah biar Aku dan Aiden yang pindah kamar." Ucap Chaca yang hendak turun dari tempat tidur.


"Oke oke, mas akan tidur di kamar Aiden!" Kata Dimas pada akhirnya dengan mengusap wajah nya kasar menahan kesal, entah harus menunggu sampai kapan Chaca akan kembali seperti dulu.

__ADS_1


Chaca memang benci dengan Dimas namun, saat Dimas tidak tidur di samping nya Chaca merasa semakin tidak karuan, sedari tadi ia hanya membolak balikkan tubuh nya ke kanan dan ke kiri mencari posisi PW namun tidak kunjung bertemu.


Chaca melihat Aiden yang sudah tertidur pulas, akhirnya Chaca beranjak dari tempat tidur dan berjalan ke kamar Aiden.


Ceklek!


Chaca membuka pintu kamar Aiden dengan perlahan, jam sudah menunjukkan pkl.01 dini hari jadi Chaca tidak mau membuat kegaduhan.


Chaca melihat Dimas yang sudah tertidur pulas dengan posisi tidur telentang, Chaca berjalan pelan sangat pelan agar tidak membangunkan Dimas.


Dengan perlahan, Chaca naik ke tempat tidur menaikkan tangan Dimas yang akan ia jadikan bantal, lalu ia membaringkan tubuhnya dan mengambil tangan Dimas yang satu lagi agar memeluk nya.


Dan akhirnya Chaca pun langsung tertidur nyenyak di pelukan sang suami.


.


.


.


To be continue 😉😉😉


dikit bgt yah? maaf yah mommy lagi sibuk 🥴🙏🏻🙏🏻

__ADS_1


__ADS_2