Mengejar Cinta Om Duda

Mengejar Cinta Om Duda
Chaca melahirkan


__ADS_3

"Mas, sakit banget hiks hiks." Chaca menangis sambil mencengkram tangan Dimas.


"Sayang, tangan Mas juga sakit," kata Dimas karena tangan nya terasa sangat perih akibat kuku Chaca.


"Mami," panggil Aiden saat memasuki ruang bersalin.


"Sayang," Chaca masih bisa berusaha tersenyum saat menjawab panggilan Aiden.


"Sebentar lagi baby Queen keluar yah," katanya sambil mengusap perut Chaca.


"Huum," jawab Chaca sambil memejamkan matanya menahan sakit.


"Baby sayang nya kakak cepet keluar yah, biar Mami gak kesakitan terus. Nanti kakak belikan es krim oke," kata Aiden malah membuat Chaca terkekeh, ya kali bayi baru brojol mau di beliin es krim.


"Mau es krim nya sekarang boleh gak?" Tanya Chaca di sela menahan sakit nya.


"Hah!" Aiden dan Dimas sama sama melongo mendengar permintaan Chaca.


"Plisss," Chaca memasang wajah imut nya membuat Aiden dan Dimas tidak tega melihat nya.


"Ya sudah Aiden saja yang belikan di bawah." Kata Aiden lalu ia segera berlari keluar.


"Sayang, kamu bercanda minta es krim?" Tanya Dimas tak habis pikir.

__ADS_1


"Enggak! emang Chaca mau es krim kok. Chaca butuh tenaga banyak Mas," kata Chaca lalu ia kembali meringis kala sakit itu datang kembali.


10 menit kemudian Aiden datang dengan membawa satu buah cup es krim sedang. Dan ia pun segera menyuapi Chaca dengan penuh kasih sayang.


"Terimakasih kakak," ucap Chaca tulus dengan mata berkaca-kaca. Chaca tidak menyangka ia akan memiliki anak tiri yang berhati malaikat seperti Aiden. Chaca sangat beruntung karena Aiden begitu menyayangi nya.


"Baby, kakak sudah belikan es krim yah. Kamu cepet keluar yah baik-baik jangan nakal oke." Kata Aiden berbicara di perut Chaca hingga membuat Dimas dan Chaca terkekeh kembali.


Beberapa saat kemudian, Dr.Maya datang dengan bersama beberapa suster yang akan membantu Chaca melahirkan, setelah mempersilahkan Aiden keluar, Dr.Maya kembali mengecek pembukaan.


"Dok sakitt!" Chaca meringis menahan sakit yang luar biasa. Dahi nya sudah di penuhi keringat padahal ruangan itu ber AC. Tangan nya sedari tadi masih setia mencengkram lengan Dimas sambil sesekali ia memejamkan matanya.


"Pembukaan sudah sempurna, yuk kita mula persalinan nya ya," kata dr. Maya lalu mulai mengintruksikan Chaca.


"Ayo Cha, tarik napas yang dalam lewat hidung, lalu keluarkan perlahan lewat mulut." Ucap Dr. Maya.


"Kamu kuat sayang, ayo demi baby queen oke." Bisik Dimas sambil menahan sakit akibat cengkraman Chaca.


"Eeeuuggggg," Chaca terus mendengarkan intruksi dr.Maya, namun rasanya sangat sakit hingga membuat tenaga nya hampir habis.


"Chaca gak kuat Mas hiks hiks," Chaca menangis karena merasa tenaga nya sudah habis dengan napas tersenggal senggal.


"Ayo Cha, kamu kuat. Inget baby Queen yang lucu menggemaskan sedang otw mencari jalan keluar nya loh. Ayo," ucap Dr. Maya berusaha menyemangati Chaca.

__ADS_1


"Huaaa sakitt Dok! ini semua gara gara kamu Mas, kamu yang buat Chaca sakit begini tapi kamu enak gak ngerasain sakit. Aaaaaaaa!" Chaca kembali berteriak dan mengejan sambil menjambak rambut Dimas dengan kuat.


"Aduh aduh sakit yank," ucap Dimas memekik kesakitan.


"Sakitan mana sama yang Chaca rasain hah! Kamu yang enak enakan tapi Chaca yang ngerasain sakit kaya gini. Kenapa bukan mas aja sih yang hamil dan ngelahirin huaaaa!" Racau Chaca sambil terus menjambak rambut Dimas.


Percayalah, Dr. Maya dan beberapa suster tengah menahan tawa nya saat melihat keadaan Dimas yang begitu menyedihkan, namun sesama kemudian Dr. Maya kembali fokus.


"Ayo Cha sedikit lagi." Kata Dr. Maya.


"Chaca gak kuat huh huh huh Chaca gak kuat!" Kata Chaca sambil mengatur napasnya.


Ceklek!


Tiba tiba pintu ruangan terbuka dan seketika senyum terbit di wajah Chaca, begitu pun Dimas yang berharap penderitaan nya akan berakhir.


"Mama," kata Chaca pelan sambil menahan sakit.


"Sakit?" Tanya Lana dan Chaca hanya tersenyum sambil mengangguk lemah.


"Kamu harus kuat, ingat ada seorang bayi yang juga tengah berjuang keluar dari rahim kamu. Dia ingin melihat dunia luar, kalau kamu menyerah maka dia bisa kehabisan napas. ayo tarik napas yang dalam lalu keluarkan perlahan, Mama yakin Chaca bisa. Putri mama sudah dewasa sudah menjadi seorang ibu juga. " kata Lana berbisik di telinga Chaca sambil menggenggam tangan Chaca.


Chaca mendengarkan kata-kata Lana dengan mata berkaca kaca. Ia pun memejamkan matanya lalu mulai berkonsentrasi mengambil napas panjang sebelum akhirnya ia mengejan kembali.

__ADS_1


"Aaaaaaahhhhh!" Pekik Chaca sambil menggenggam tangan Dimas dan Lana dengan kuat.


"Oeeekk, oeeek, oeeek." Setelah mendengar suara bayi pandangan mata Chaca mulai berkabut dan beberapa detik kemudian kesadaran nya hilang.


__ADS_2