Mengejar Cinta Om Duda

Mengejar Cinta Om Duda
Mertua dan menantu


__ADS_3

Pagi hari Jenar, Chaca dan Tamara tengah memasak bertiga sambil bercanda tawa. Apalagi saat Chaca bercerita tentang kekesalan nya dengan Dimas membuat Tamara dan Jenar semakin terbahak bahak.


"Lagian Cha, kenapa kamu jadi begitu sih sekarang?" Tanya Jenar sambil mengaduk nasi goreng nya.


"Entahlah je, sekarang tuh ya gue kalau di sentuh sama dia itu rasanya tubuh gue langsung kesetrum. Makanya gue kesel sama laki lu sama Papa juga. Kenapa sih pada buat taruhan kaya gitu." Ucap Chaca cemberut sambil memotong daun bawang.


"Kenapa kamu kesal sama Papa Cha? Yang kalah suami kamu, kamu salahin suami kamu kenapa jagoan dia kalah." Ucap Tamara sambil tertawa dan memotong timun.


"Chaca yakin pasti ini itu ide Papa atau gak si Arya. Nyatanya mereka bisa samaan milih jagoan nya dan menang lagi." Ucap Chaca.


"Cha. dari dulu juga Papa sama mas Arya tuh kompak. Sedangkan kak Dimas tuh kompak nya sama si Bian. Nah kamu salahin Bian kenapa dia gak ada disini. Jadinya kan kak Dimas gak ada temen nya hahaha." Kata Jenar.


"Nah bener tuh." Imbuh Tamara.


Setelah beberapa saat akhirnya masakan mereka bertiga selesai juga. Mbok Ni dan mbak Alya segera membantu menata di meja, sedangkan Chaca, Jenar dan Tamara langsung kembali ke kamar masing masing untuk mandi dan membangunkan para suami mereka.


( Mommy pengen deh punya mertua kek mama Tamara 🙈🤣)


"Mas, bangun." Ucap Chaca lembut.


"Lima menit." Jawab Dimas masih dengan mata terpejam.


"Bangun sekarang." Kata Chaca menarik selimut Dimas.


"Yank, lima menit aja plis." Rengek Dimas kaya anak kecil.


"Gak mau, ayo mandi sekarang." Kata Chaca juga ikut merengek.


"Yank." Kata Dimas cemberut kesal.

__ADS_1


"Ayo mandi bareng, sekalian main." Kata Chaca berbisik di telinga Dimas membuat Dimas seketika langsung membuka matanya dan tersenyum sumringah ke arah Chaca.


"Ayo." Kata Dimas langsung beranjak dari tempat tidur dan menggendong Chaca ke dalam kamsr mandi untuk mandi dan bermain sebentar.


( Main sebentar yah, jangan di ganggu. Kita skip aja karena mommy gak ngerti mereka main apaan 🙈🤣)


...Meja makan......


"Loh, Aiden mana Papi sama Mami kamu?" Tanya Tamara saat belum melihat Chaca dan Dimas ikut bergabung di meja makan.


"Emang Mami sama Papi disini?" Tanya Aiden bingung. Aiden mengira bahwa Dimas dan Chaca pulang tadi malam.


"Iya, mereka menginap disini." Jawab Tamara.


"Kok gak ngasih tau Aiden. Katanya mau pulang." Ucap Aiden cemberut.


"Terpaksa kenapa?" Tanya Aiden.


Belum sempat Arya menjawab, Dimas dan Chaca sudah terlebih dulu datang dan ikut bergabung untuk sarapan.


"Duhh yang abis main." Sindir Arya saat melihat rambut Chaca masih setengah basah.


"Gara gara lo kampret." Ucap Dimas kesal.


"Lah gue di salahin." Kata Arya menahan tawa.


"Sudah sudah, kita sarapan dulu jangan debat." Kata Adi menengahi.


"Mami, Aiden mau di anterin sama Mami yah." Kata Aiden.

__ADS_1


"Oke. Sekalian mami juga mau ke kampus." Ucap Chaca.


.


"Kamu nanti pulang jam berapa?" Tanya Dimas, sebelum masuk kedalam mobil.


"Hemm entahlah, sepertinya sore karena tugas ku banyak banget hari ini." Kata Chaca.


"Ya sudah kamu hati hati yah, jangan terlalu lelah. Kalau ada apa apa cepat kabari mas." Kata Dimas sambil memeluk Chaca dan mencium kening nya dengan lembut.


"Heem, kamu juga hati hati." Kata Chaca sambil merapikan dasi Dimas kembali.


Setelah melihat mobil Dimas sudah tidak terlihat. Chaca segera masuk ke dalam mobilnya dan segera mengantarkan Aiden ke sekolah sebelum akhirnya ia ke kampus.


.


.


.


Sudah cukup yah baper baper uwu nya. Kita masuk tahap konflik terakhir sebelum ending. Siapkan mental kalian. 🙈🙈🙈


Nih sambil nunggu mommy up. mommy punya rekomen novel buat kalian.




__ADS_1


__ADS_2