
Karena tidak mendapati Chaca membuka pintu untuknya akhirnya Dimas memilih pergi, mungkin Chaca memang butuh waktu. Dimas terus mengirimi pesan Wa kepada Chaca menjelaskan bahwa ia memang benar benar lupa. Namun Chaca hanya membaca nya saja tanpa membalasnya membuat Dimas mengerang frustasi.
"Makanya jangan main api kalau gak mau kena asep." Ucap Arya sebelum masuk ke dalam mobilnya.
"Jangan coba coba nyalain api di deket bensin kak, nanti meledak kakak sendiri yang kena." Kata Jenar lalu ia masuk ke dalam rumah.
"Api kalau udah kena bensin tuh susah loh Dim padam nya." Ucap Tamara lalu ia segera menyusul Jenar masuk kedalam rumah.
"Ini orang orang pada kenapa sih!" Ucap Dimas kesal.
...🥀🥀🥀...
Chaca yang mendapati telfon dari Leona merasa sedikit terhibur dan senang. Chaca segera pamit kepada tamara bahwa ia akan menemui Leona. Chaca dan Leona kini berada di sebuah mall untuk merefresh otak mereka.
"Cha, kamu kenapa?" Tanya Leona yang sedari tadi melihat Chaca banyak melamun.
"Ah enggak papa kok kak." Kata Chaca mencoba tersenyum.
"Ayo la Cha, cerita ke kakak. Ada apa?" Tanya Leona.
"Kak--" Baru Chaca akan bercerita, matanya langsung membulat sempurna kala menangkap pemandangan yang benar benar membuat jantung nya kembali berdisko.
"Ada apa?" Tanya Leona.
__ADS_1
"Kakak temani Chaca yuk." Kata Chaca langsung menarik tangan Leona.
"Chaca mau kemana sih?" Tanya Leona.
"Sssttt." Chaca meletakkan jarinya di bibir sebagai isyarat bahwa Leona harus diam.
Langkah Leona dan Chaca berhenti tepat di sebuah toko perhiasan yang cukup terkenal di mall itu. Chaca mematung di tempat kala melihat Aiden dan Dimas antusias memilih perhiasan dengan seorang wanita yang ia yakini adalah Ibu kandung Aiden dan mantan istri Dimas.
Tanpa sadar Chaca kembali meneteskan air matanya. Dadanya begitu sesak dan perih melihat pemandangan itu.
"Chaca itu bukan nya suami kamu?" Tanya Leona geram karena melihat Chaca menangis.
"Kita pulang kak." Kata Chaca lirih.
"Enggak kak. Kita pulang aja." Kata Chaca lirih sambil.menggeleng gelengkan kepala nya.
"Baiklah, tapi kamu gapapa?" Tanya leona.
"Chaca gapapa kak. makasih ya kakak udah ngehibur Chaca hari ini." Kata Chaca pelan.
"Cha," kata Leona pelan.
"Oh iya bagaimana kabar Mama? Pasti kakak sudah pulang ke rumah kan?" Tanya Chaca mencoba mengalihkan pembicaraan sambil berjalan menuju lift.
__ADS_1
"Mama sehat." Kata Leona pelan sambil matanya trus menatap ke arah Chaca.
"Kakak jangan lihat Chaca kaya gitu. Chaca gak suka di kasihani." ucap Chaca datar.
"kamu mau bertemu Mama?" Tanya Leona membuat langkah Chaca terhenti.
"Apa Mama mau bertemu Chaca?" Tanya Chaca.
Leona hanya terdiam, ia tidak bisa menjawab pertanyaan Chaca hingga membuat Chaca terkekeh.
"Sudahlah yuk kita ke Caffe kak Fahmi aja." Kata Chaca. Fahmi dan leona belum jadi kembali ke luar negri karena keadaan Leona hamil dan tidak di perbolehkan melakukan perjalanan jauh.
Saat Chaca dan Leona sudah berada di depan mall dan menunggu Taxi, tiba tiba Chaca dan Leona melihat Lana tengah bertengkar hebat dengan seorang laki laki paruh baya yang sangat Chaca kenal.
"Mamah." Ucap Leona.
"Daddy." Ucap Chaca lalu kedua nya berpandangan sebelum akhirnya mereka di kejut kan oleh teriakan Lana dan orang orang sekitar.
"Aaaaaa."
Braakkk.
"Mamah!" teriak Chaca dan Leona bersamaan lalu segera berlari ke arah Lana.
__ADS_1