
Jenar tertawa terbahak bahak mendengarkan cerita Chaca. Ia merasa kasian dengan kakak ipar nya karena sudah lama berpuasa giliran mau berbuka malah gagal oleh sirup merah.
"Jenar sialan, udah kek jangan ketawa mulu." Ucap Chaca kesal.
"Habisnya lucu hahahaha. Kamu bisa bayangin gak sih Cha lagi puasa pas mau buka eh es sirupnya pecah." Kata Jenar kembali tertawa.
Sebenernya Chaca juga kasian dengan Dimas, namun mau bagaimana lagi ia juga tidak tau kalau dirinya sedang kedatangan tamu.
''Dasar tamu gak ada akhlak emang!' Umpat nya dalam hati.
"Ada apa ini seru banget." Kata Tamara yang baru saja ikut bergabung.
"Loh Chaca kenapa kamu disini?" Tanya Tamara sukses membuat Jenar kembali tertawa.
"Mantu mama yang satu itu kayaknya lagi kesurupan deh mah. Dari tadi bengong sekarang ketawa ngakak." Ucap Chaca kesal.
"Kamu kan juga menantu mama sayang." Kata Tamara.
"Iya tapi mantu pertama mama yang kesurupan." Kata Chaca terkekeh.
"Chaca sialan." Kata Jenar kesal.
"Itu mah, sirup Chaca pecah jadi kak Dikas batal buka puasa hahahaha." kata Jenar kembali tertawa.
"Buka puasa ? sirup pecah?" Tamara menggaruk kepalanya dengan bingung. Lalu sedetik kemudian ia malah ikut tertawa.
__ADS_1
Jenar yang melihat Tamara tertawa pun kembali ikut tertawa.
"Astaga, kasian sekali anak sulung mama itu hahaha." ucap Tamara tertawa sampai keluar air mata.
"Mah," rengek Chaca malu.
"Sekarang dimana suami kamu Cha?" Tanya Tamara setelah menghentikan tawa nya.
"Hemm itu mah anu hemm." Chaca bingung harus menjawab apa.
"Jangan bilang sedang bersolo karir." Ucap Tamara kembali Tertawa di susul Jenar yang semakin tidak bisa menahan tawa nya.
"Astaga kak Dimas hahahah." Kata Jenar.
"Mah, Jenar kesana dulu yah, mau cari twin J." Kata Jenar lalu segera mengambil jurus seribu bayangan atau langkah seribu.
"Kamu ada masalah Ar sama Jenar?" Tanya Tamara yang merasa anak dan menantunya sedang di landa angin kecil.
"Enggak kok mah, memang nya kenapa?" Tanya Arya. "Itu Jenar tadi mau kemana?" Tanya arya lagi.
"Nyari twin J." Ucap Tamara masih dengan menatap tajam Arya.
"Mah, Chaca ke kamar sajaa ya, kasian mas Dimas sendirian." Kata Chaca lebih baik pamit daripada terlibat percecokan dengan mertua dan ipar baru nya.
Chaca yang memiliki feling kuat juga merasa hubungan Jenar dan arya sedikit memiliki kerenggangan.
__ADS_1
"Arya ke Jenar dulu mah." Arya pamit dan menghampiri Jenar setelah Mendapatkan khotbah dari Tamara.
'Baru sehari jadi mantu udah lihat perang dunia astaga' Chaca terus bergumam sambil berjalan menuju kamar nya.
"Kamu kenapa hem?" Tanya Dimas saat melihat Chaca memasuki kamar nya dengan bibir terus menggerutu.
"Astaga kaget aku!" seru Chaca terkejut karena mendengar suara Dimas.
"Kamu kenapa? Jalan kok sambil ngedumel begitu. Ada apa?" Dimas membawa Chaca agar duduk di tempat tidur.
"Kayaknya Jenar sama kak Arya ada masalah deh yank." Kata Chaca.
"kak Arya?" Tanya Dimas dengan menautkan kedua alisnya.
"Heheh aku bingung mau manggil apaan." Jawab Chaca sambil menggaruk tengkuknya.
"Sekarang dia jadi adik kamu, jadi panggil saja Arya." Ujar Dimas.
"Dih tapi umur dia lebih tua dari aku." Kata Chaca memanyunkan bibirnya.
"Biarin aja, kedudukan kamu lebih tua dari dia. Kamu istri aku dan dia adik aku. Anggap aja dia sama kaya Bian." Kata Dimas.
"Lah kalau Bian mah udah biasa aku sama dia." Ucap Chaca.
"Nah biasakan dari sekarang samain Arya dan Bian gak ada beda nya. Nanti kamu kalau sudah lama disini akan terbiasa kok. Dan kamu jangan kaget saat tau sifat asli Arya yang jauh dari ekspetasi kamu." Jelas Arya panjang lebar.
__ADS_1