Mengejar Cinta Om Duda

Mengejar Cinta Om Duda
Bertemu key


__ADS_3

Chaca terdiam di tempat saat dirinya bertemu dengan sosok yang ia cemburui sedari kemarin.


Sedari tadi ia terus menatap sosok manusia di depan nya itu dengan tatapan yang sulit di mengerti.


"Astagfirullah al adzim, amit amit jabang bayi, astagfirullah al adzim.' Chaca terus bergumam menyebut di dalam hati saat sudah bertemu dengan Key.


Sedangkan Dimas berusaha menahan tawanya sekuat mungkin saat melihat ekspresi syok di wajah Chaca.


"Masih cemburu?" Bisik Dimas sambil terkekeh kecil di telinga Chaca.


"Uuhh Bang Dim Dim, kuy di ukur dulu yuk. Terakhir kali eyke mengukur tubuh yei kan hampir dua tahun lalu saat pernikahan Ariri." Ucap Tante Key lagi lagi membuat Chaca terkejut syok.


"Hemm tidak perlu, kau bisa mengukur dari pakaian ku yang sudah jadi saja, aku tidak perlu di ukur lagi." Ucap Dimas dingin.


"Iihh bang Dim Dim jangan dingin dingin nanti eyke kedinginan." Rengek Key begitu manja kepada Dimas.


"Kevin!" Seru Dimas menggeram karena Key lagi lagi menggoda nya bahkan sekarang di depan istrinya.


"Key Dim Dim bukan Kevin ih," ucap Key cemberut kesal.

__ADS_1


"Tante Key, kalau masih godain Papi nanti Aiden panggil Oma loh," ucap Aiden mengancam.


"Haiss yei ini yah tuyul kecil yang cerewet dan ember," ucap Key dengan gaya lenggak lenggok nya.


"Baiklah, hallo nona mari ikut saya." Ucap Key sekarang menatap kepada chaca yang sedari diam memperhatikan nya.


"Sampai terjadi apa apa dengan istri ku kau akan ku habisi." Ancam Dimas begitu tajam namun tidak membuat Key takut, ia malah terkekeh.


"Eyke rela bang, abang habisi di atas ranjang." Ucap Key dengan nada menggoda.


"Mamaaaaa!" Chaca langsung berteriak memanggil Tamara kala mendengar ucapan Key yang semakin abstruk menurut nya.


"Sayang kamu kenapa?"


Tanya Dimas dan Aiden bersamaan saat mendengar chaca berteriak.


"Chaca ada apa?" Tanya Tamara yang baru saja memasuki ruangan itu.


"Mama nemu dimana manusia begini?" Tanya Chaca dengan alis berkerut menatap Key dari atas sampai bawah.

__ADS_1


"Ihh Nona hey eyke itu manusia langkah yah, dan yey harus bersyukur karena saya bisa meluangkan waktu saya untuk membuatkan yeu baju." Ucap Key dengan nada kurang suka kepada Chaca.


"Gue tau lo manusia langka, bahkan sangat langka tapi astagfirullah," ucap Chaca sambil mengusap perut nya.


"Gapapa Cha, Key ini baik kok orang nya, desain nya juga bagus. Semua pakaian yang ia buat tidak pernah mengecewakan." Kata Tamara.


"Tuh yeh denger Nona Chaca marica hey hey." Kata key.


"Eyeke heran kenapa babang Dim Dim mau sama yei sih. Jelas eyke lebih segalanya dari yey," Ucap Key dengan memanyunkan bibir nya.


"Itu tanda nya Mas dimas masih normal." sungut Chaca kesal.


"Kalau sampai dia mau sama situ berarti dia gila dan gak normal karena sudah milih Alien kaya kamu." Ucap Chaca.


"Dan yah, lo bener, lo lebih segalanya dari gue. Tapi lo gak punya apa yang gue punya?" Ucap Chaca berbisik di telinga Key dengan tersenyum penuh arti.


"Iks pasti yei pake pelet yah, yei pake dukun mana buat ngedukunin babang Dim Dim ku." Ucap Key.


"Woahh fitnes aja ini orang. Lo mau fitnes gue main dukun apa perlu gue dukunin elo juga hem?" Tanya Chaca sambil menggulung lengan baju nya membuat Key sedikit mundur otomatis dan menelan saliva nya dengan kasar.

__ADS_1


"Asal lo tau yah, dukun gue sangat hebat jangankan matiin pelakor. Matiin 100 alien kaya lo aja hanya tinggal menjentikkan jarinya langsung innalilahi." Ucap Chaca santai lagi lagi membuat tubuh Key menegang takut.


'Mamp*s aja lo, Chaca mau dilawan. Dan lagi ya Allah kenapa gue dari kemarin cemburu sama manusia bentukan lembek dan lunak kaya bandeng presto begini sih astaga.' Cuma Chaca dalam hati.


__ADS_2