
Warning! 21+ yaaa
Mommy udah update malam, jadi baca nya malam juga yaa...
.
.
.
.
"Jenar lo kenapa?" Tanya Chaca saat melihat Jenar duduk sendirian menatap kedua anak nya yang sedang bermain dengan encus.
"Chaca, ngapain disini?" Tanya Jenar terkejut pasalnya ini adalah malam pengantin bagi Chaca dan Dimas. Harusnya mereka langsung menuju hotel tapi mengapa Chaca masih di rumah utama.
"Emang kenapa gue gak boleh disini?" tanya Chaca kini ikut mendudukkan dirinya di samping Jenar.
"Enggak bukan gitu Cha. Kan ini malam pertama kalian, bukan nya mama udah nyiapin hotel ya buat kalian?" Tanya Jenar.
"Hehehe itu eumm itu Je. Tunda dulu." Jawab Chaca dengan malu malu.
"Tunda?" tanya Jenar bingung.
Flahback On.
"Sayang mandilah dulu." Ucap Dimas sambil membuka jas dan kemeja nya.
"Ini susah banget di buka nya." rengek Chaca manja.
Dimas pun segera mendekati Chaca dan membantu Chaca membuka gaun nya.
__ADS_1
"Tadi bukannya sekalian minta tolong embaknya buat buka." Kata Dimas sambil membantu membuka resleting bagian belakang.
"Chaca malu, lagian buat apa punya suami kalau gak bisa bantu." Ucap Chaca cemberut.
"Hehehe iya iya maaf, jangan cemberut gitu dong." Ucap Dimas kini memeluk tubuh Chaca dari belakang.
"Gimana mau mandi kalau kamu peluk begini." Ucap Chaca.
"Biarkan seperti ini sebentar saja." Gumam Dimas pelan sambil meletakkan dagu nya di bahu Chaca hingga membuat tubuh Chaca menegang seketika.
Glek.
Jantung Chaca berdetak begitu cepat kala Dimas mulai menciumi area lehernya, serta tangan Dimas yang sudah mulai berjelajah ria mencari sesuatu yang masih terbungkus oleh gaun pengantin.
"Yank, a aku mau mandi." Kata Chaca terbata. Kini tangannya sudah meremas kuat ujung gaun nya karena takut dsn gugup bersatu.
"Bolehkah aku mencicipi nya disini sebelum kita ke hotel hem?" Tanya Dimas sambil terus mengeksplor leher dan bahu Chaca yang sudah mulai lepas dari gaun pengantin nya.
Kini gaun Chaca sudah lolos dari tubuh nya, sehingga hanya menyisakan sebuah korset yang menutupi area gunung nya dan perut serta celana short pendek.
"Jangan menggigit bibir seperti itu." Ucap Dimas kini ia sudah membalikkan tubuh Chaca hingga membuat keduanya saling bertatapan.
Dimas memajukan wajahnya sehingga membuat Chaca secara otomatis memejamkan matanya dan mendongakkan wajah nya.
Dimas mencium bibir Chaca dengan lembut namun menuntut. Chaca pun tak segan untuk membalas cuma Dimas dengan tak kalah menuntut.
Tangan Dimas pun juga sudah mulai berjelajah mencari sesuatu untuk di main kan.
Satu lenguhan keluar dari mulut Chaca saat Dimas melepaskan pagutan mereka, kini ciuman Dimas mulai turun menjelajah area lebih bawah lagi hingga akhirnya ia menemukan sesuatu yang sedari tadi di cari oleh tangan nya.
Lagi lagi Chaca melenguh saat merasa Dimas mulai menyerangnya. Chaca sudah berusaha menahan diri agar tak bersuara namun Dimas malah semakin gencar mempermainkan nya.
__ADS_1
Dimas mulai menuntun Chaca untuk berbaring di tempat tidur. Hingga saat Dimas mulai membuka celana Chaca matanya sukses terkejut.
"Cha." Ucap Dimas menghentikan aktifitasnya dan menatap Chaca dengan tatapan yang sulit di artikan.
Chaca pun mulai tersadar dari dunia kayangan nya. Ia menatap Dimas dengan tatapan bingung mengapa Dimas berhenti padahal ia sudah berperang batin untuk menyiapkan diri.
"Kita mandi sekarang ya." Ucap Dimas lalu ia menggendong tubuh Chaca membawanya ke kamar mandi.
"Kenapa?" Tanya Chaca bingung.
"Kamu lihat." Ucap Dimas menunjuk celana Chaca yang sudah berubah warna. Tentu saja Chaca juga tak kalah terkejut bercampur malu tingkat dewa.
"Ma--maaf." Ucap chaca lirih saat dirinya sudah duduk di atas closed.
"Masih banyak waktu." Ucap Dimas berusaha tersenyum walau sebenarnya dalam hatinya kecewa karena gagal buka puasa.
Flashback Off.
.
.
.
.
Ada yang mau pulsa gak? Yuk intip di novel sebelah, Jodohku Seorang Cassanova.
Mommy ada bagi bagi pulsa disana.
__ADS_1