
"Cha kamu kenapa?" Tanya Jenar. saat ini Chaca memilih pulang ke rumah mertua nya daripada ke rumah nya.
"Aiden semalam nginep disini ya Je?" Tanya Chaca dengan pandangan kosong. Kini dirinya tengah menyandarkan kepala nya pada dinding gazebo.
"Enggak." Jawab Jenar sukses membuat Chaca langsung menatap ke arah Jenar.
"Kaku serius Je? Lalu kemana Aiden? Dia tidak tidur di rumah semalam." Kata Chaca membuat Jenar bingung.
"Tapi beneran Aiden gak ada nginep disini semalam Cha." Kata Jenar. "Tanya mama deh kalau gak percaya." Kata Jenar lagi.
"Je, menurut lo gimana kalau ternyata laki gue balikan sama mantan istri nya." Gumam Chaca lirih.
"Gak mungkin lah Cha, aku tuh tau banget gimana kak Dimas benci nya sama mantan istrinya." Kata Jenar. "Dan juga Mama dan Papa tidak akan setuju kalau kak Dimas balikan sama istrinya." Ucapnya.
__ADS_1
"Gue pengen berfikir begitu Je, tapi otak gue gak bisa lagi berpikir positif." Ucap Chaca tanpa sadar air matanya menetes begitu saja.
"Maksud kamu?" Tanya Jenar.
"Kemarin waktu kita di Mall gue lihat laki gue jalan sama mantan istri nya dan juga Aiden Je. Dan tadi gue ke kantor eh dia ke butik sama mantan istri nya lagi. Gue bingung je, otak gue udah gak bisa berpikir positif lagi." Ucap Chaca menangis.
"Cha." Panggil Jenar pelan.
"Cha, mungkin kamu hanya salah paham kali Cha. Coba kamu tanya baik baik sama kak Dimas yah." Kata Jenar pelan.
"Je, kalau lo di posisi gue apa yang harus lo lakuin?" Tanya Chaca sambil menatap mata Jenar.
Jenar hanya diam karena ia juga tidak bisa berpikir positif.Jenar yang hanya mendengar Arya memikirkan mantan saja sudah membuat nya kecewa apalagi ini Chaca melihat dengan mata kepala nya sendiri melihat Dimas pergi dengan anak dan mantan istri nya. Bahkan tidak hanya sekali mereka pergi bertiga tanpa memberi tau atau meminta izin Chaca.
__ADS_1
"Sikapnya tuh sekarang beda banget je, dia cuek sama gue. dia pulang selalu malam dan pergi selalu pagi, dia kaya lagi ngehindarin gue." Ucap Chaca. "Jenar apa gue akan jadi janda di usia yang segini?" Tanya Chaca.
Jenar tidak bisa menjawab pertanyaan Chaca, ia langsung memeluk Chaca mencoba memberikan kekuatan untuk sahabat dan ipar nya tersebut.
"Coba bicarakan baik baik Cha, aku yakin kalian hanya salah paham saja. Jangan terburu buru mengambil kesimpulan sendiri. Aku takut kamu menyesal seperti aku kemarin." Ucap Jenar.
"Bagaimana caranya gue bicara baik baik sama dia Je, kalau kita aja jarang ketemu. Dia selalu pulang larut saat gue udah tidur. Dan dia selalu pergi saat gue belum bangun hiks hiks. Apa gue harus begadang buat nungguin dia?" Tanya Chaca.
"Hemm gimana ya Cha, aku kuga bingung. Tapi mungkin mas Arya pun juga sama, dia selalu pulang larut akhir akhir ini dan pergi pagi. Kata mas arya mereka lagi ada proyek besar makanya sibuk di kantor." Kata Jenar membuat Chaca terdiam.
"Arya sibuk tapi masih sempat memberi kabar ke lo dan ngasih penjelasan kenapa dia pulang malem. Sedangkan laki gue?" Tanya Chaca dengan ekspresi datar.
'Inikah yang di sebut ujian rumah tangga?" Gumam Chaca dalam hati.
__ADS_1