
Nih buat nemenin kalian malam mingguan 😘😘🥰🥳🥳🥳
.
.
.
.
Dimas terbangun saat merasakan tangan kirinya kebas seperti tertindih beban berat, dengan masih setengah mengantuk ia pun mulai membuka matanya.
Dimas tersenyum kala melihat ternyata sang istri lah yang menindih tangan nya dan menjadikan nya bantal.
Lalu Dimas pun kembali memejamkan matanya dan semakin mengeratkan pelukan nya, Dimas sangat merindukan Chaca, sangat dan sangat.
Dimas pun menghirup dalam dalam aroma rambut Chaca yang begitu membuat nya tenang.
"Euuggh." Chaca melenguh dan mulai menggerakkan tubuhnya, membuat Dimas sedikit takut.
"Mas," panggil Chaca dengan suara serak nya khas bangun tidur.
"Hemm," jawab Dimas masih dengan mata terpejam.
"Peluukk." Ujar Chaca manja.
"Ini udah di peluk." Kata Dimas semakin mengeratkan pelukannya.
"Mas," panggil Chaca lagi langsung membuka matanya.
"Apa sayang?" Tanya Dimas sambil membuka matanya dan kini mata mereka bertemu pandang.
__ADS_1
"Chaca kangen." Gumam Chaca pelan membuat Dimas tersenyum.
"Mas juga kangen sama Chaca." Kata Dimas sambil merapikan anakan rambut di wajah Chaca.
"Tapi Chaca gak kangen sama Mas," kata Chaca membuat Dimas mengerutkan dahinya.
"Lalu?" Tanya Dimas.
"Chaca kangen sama adiknya Mas." Kata Chaca seketika membuat otak Dimas susah mencerna.
"Siapa yang kamu kangenin? Coba katakan sekali lagi? Adik adik mas sudah menikahs semua kamu jangan ngaco yank." Kata Dimas kesal. Bagaimana bisa istrinya malah merindukan adik adiknya.
"Ih Mas apaan sih." Ujar Chaca kesal.
"Kamu yang apa apaan, kamu sudah bersuami kenapa malah kangen kangen an sama adik ipar kamu!" Seru Dimas.
"Ih kamu nyebelin banget sih Mas sumpah deh! Chaca makin sebel sama Mas!" ujar Chaca lalu mulai beranjak bangun dari tempat tidur.
"Menurut mu!" Seru Chaca ketus, sungguh ia sangat sangat sebel dan kesel saat ini.
"Kamu mau nemuin Arya atau Bian begitu?" Tanya Dimas menahan geram.
"Sumpah mas Dimas ngeselin nya parah banget!" Teriak Chaca semakin kesal.
"Kamu yang ngeselin, nyuruh Mas tidur sendiri terus malem malem kamu nyamperin Mas dan pagi nya kamu dengan santai nya bilang kangen tapi ternyata malah kangen sama adik Mas." Ucap Dimas.
"Chaca emang kangen sama adik mas tapi bukan si Arya atau Bian, kurang kerjaan banget Chaca ngangenin laki orang hah!" Pekik Chaca.
"Lalu?" Tanya Dimas.
"Pikir aja sendiri!" Ucap Chaca. "Nyesel Chaca kesini karena Percuma." Ucap Chaca lalu segera pergi keluar dari kamar Aiden. Tak lupa ia membanting pintu saat menutupnya.
__ADS_1
...Sarapan Pagi Chek . . ....
"Sayang, kamu mau sarapan apa?" Tanya Chaca kepada Aiden.
"Roti aja Mi." Jawab Aiden, lalu Chaca mengoleskan selai ke roti Aiden.
Chaca sama sekali tidak mau melihat ke arah Dimas, sedari tadi dia duduk miring ke arah Aiden membuat seisi penghuni meja makan bertanya tanya.Ada apa lagi mereka berdua ini, batin mereka.
"Sayang, makan yang banyak." Kata Dimas pada Chaca.
"Hemm." Jawab Chaca hanya mendehem saja.
Setelah selesai sarapan, kini semua berangkat ke memulai aktifitas nya masing masing.
"Lo ada masalah apalagi sih Bang?" Tanya Arya saat akan memasuki mobil.
"Entahlah gue bingung, lo tau semalem dia nyuruh gue tidur di kamar Aiden, trus malem nya dua nyusul gue. Dan tadi pagi dia terang terangan bilang kangen. Gue kira dia kangen sama gue taunya—" ucap Dimas kembali kesal kala mengingat percakapan nya dengan Chaca tadi pagi.
"Apa?" Tanya Arya penasaran.
"Dia bilang kangen adik gue apa gak ngeselin, jelas jelas dia punya suami ganteng di depan nya kenapa malah kangen nya sama kalian yang udah pada beristri." Ucap Dimas ketus membuat Arya langsung tertawa terbahak bahak.
"Shiitt! Gak usah ketawa." kata Dimas ketus.
"Hahaha gue punya abang beg* nya kebangetan Hahaha kelamaan nge jomblo ya bang," kata arya sambil memegang perut nya karena terlalu banyak tertawa.
"Sialan lo!" Seru Dimas memukul Arya dengan tas nya.
"Hahaha sumpah gue ngakak hahaha. Wajar aja bini lo marah dan kesel sama lo, lo nya begitu gak peka hahaha." Arya kembali tertawa bahkan kini ia sudah mengeluarkan air mata akibat tertawa nya.
"Setan, masih pagi jangan ganggu!" Ucap dimas lalu ia buru buru meninggalkan Arya yang masih saja mentertawakan nya.
__ADS_1
'Kasian banget sih abang gue Hahaha,' Gumam Arya ingin berhenti tertawa namun tidak bisa. Bagaimana bisa dia memiliki abang sebodoh itu, astaga. Arya merutuk dalam hatinya karena kebodohan Dimas.