Mengejar Cinta Om Duda

Mengejar Cinta Om Duda
Pecemburu akut


__ADS_3

"Yank." Panggil Dimas membangunkan Chaca yang tertidur di ruang tunggu.


Semua masih menunggu di depan ruang operasi, menunggu Jenar.


"Hemm yank." Ucap Chaca sambil menguap dan mengucek matanya.


"Mau pulang sekarang?" Tanya Dimas.


"Enggak, aku mau lihat Jenar dulu yank." Kata Chaca sedih.


"Baik lah." Kata Dimas, lalu ia kembali menarik kepala Chaca agar bersandar kembali pada bahunya.


"Bagaimana istri saya Dok?" Tanya Arya yang langsung berdiri menghampiri dokter saat mendengar suara pintu terbuka.


"Alhamdulillah, operasi nya berjalan dengan lancar." Ucap Dokter itu membuat semua bernapas lega.


"Apa saya bisa bertemu dengan nya dok." Kata Arya tidak sabar ingin bertemu Jenar.


"Maaf Tuan, lebih baik jangan dulu. Biarkan Pasie istirahat. Besok pagi baru bisa di jenguk." Ucap Dokter.


"Saya suami nya Dok, ijinkan saya masuk." Ucap Arya kekeh.


"Baiklah hanya satu orang." Ucap Dokter pada akhirnya.


Dimas, Chaca, Adi dan Tamara akhirnya memutuskan untuk pulang dan akan kembali besok pagi.


"Mamiii." Teriak Aiden saat melihat Chaca dan Dimas turun dari mobil.


"Astaga Aiden, kamu belum tidur?" Tanya Chaca terkejut.

__ADS_1


"Aiden nungguin Mami sama Papi." Jawab Aiden manja dan langsung memeluk Chaca.


"Sekarang Papi udah gak pernah di peluk dan di anggap lagi kayanya." Kata Dimas cemburu, karena sejak ia menikah dengan Chaca semua perhatian Aiden hanya pada Chaca, bahkan dirinya merasa tidak di anggap oleh Aiden.


"Papi kamu cemburu." Ucap Chaca terkekeh.


"Biarin aja. Ayo mi kita bobo." Ucap Aiden lalu menggandeng tangan Chaca untuk membawanya ke dalam kamar.


"eits, tunggu!" Seru Dimas menahan tangan Chaca, hingga membuat Chaca berada di tengah tengah dengan kedua tangan nya di tarik Aiden dan Dimas.


"Kamu sudah besar tidur sendiri." Ucap Dimas menatap Aiden yang kini juga Tenga menatapnya.


"Aiden mau sama Mami." Ucap Aiden cemberut.


"Kamu sudah besar." Kata Dimas lagi.


"Pokokmya kamu gak boleh tidur sama Mami." Kata Dimas tegas.


"Gak mau, Aiden udah nungguin Mami dari tadi, Aiden mau sama Mami." Ucap Aiden tak kalah tegas.


"Astaga ini kenapa kalian narik narik Chaca seperti itu?" Tanya Tamara saat baru memasuki rumah dan melihat Chaca tengah di perebutkan anak dan cucu nya.


"Oma, Aiden mau sama Mami." Ucap Aiden dengan wajah memelasnya.


"Dimas." Tekan Tamara menatap tajam ke arah Dimas.


"Mamah, Aiden sudah besar." Kata Dimas.


"Papi juga sudah tua." Kata Aiden.

__ADS_1


"Udah udah stop. Kita tidur bertiga." Ucap Chaca pada akhirnya membuat Aiden senang namun berbeda dengan Dimas yang langsung lesu.


"Astaga Dim. Kenapa kamu itu kekanak kanakan sekali sih." Decak Tamara menggelengkan kepalanya.


"Mama gak akan ngerti." Ucap Dimas lalu ia segera pergi ke kamar nya menyusul Chaca dan Aiden yang sudah lebih dulu ke kamar.


"Anak kamu Pah." Kata Tamara menyikut perut Adi.


"Iya kalau kaya gitu anak Papa, kalau lagi bener anak Mama." Kata Adi mencibir.


"Kamu gak lihat sikap Dimas yang pecemburu akut itu turunan dari siapa?" Tanya Tamara mendelik ke arah Adi.


"Mama lah." Jawab adi.


"Ohh mama." kata Tamara mengangguk anggukan kepala nya.


"Ya sudah Papa tidur di luar." Kata Tamara lalu ia segera masuk ke dalam kamar nya.


"Lah , Mama." teriak Adi mengejar Tamara ke kamar.


.


.


.


Jenar dan Arya cukup sampai disini yaaa 🤣


Kita fokus pada pengantin baru 🥳🥳🥳

__ADS_1


__ADS_2