
Hari berganti hari berganti, tanpa terasa kini sudah satu minggu Jenar di rumah sakit. Hari ini Chaca dan Tamara serta Aiden akan mengunjungi Jenar di Rumah sakit.
"Mah, apa kita bawa twin J aja biar Jenar merasa lebih baik." Kata Chaca sedih, keadaan Jenar sangat memprihatinkan setelah ia kehilangan anak dan rahim nya. Tidak hanya Jenar, pasti semua wanita pun juga akan sakit dan syok saat mendapati kenyataan seperti itu.
"Hemm baiklah, semoga dengan kehadiran twin J Jenar bisa cepet pulih." Ucap Tamara, akhirnya mereka membawa baby twin J ke rumah sakit.
Selama perjalanan baby twin J terus mengoceh dengan Aiden. Mungkin dua tuyul itu merasa senang karena akan segera bertemu denga ibunya, karena sejak Jenar berada di rumah sakit, twin J selalu rewel dan murung.
"Javie gak boleh nakal." Kata Aiden saat melihat Javie memukul Javier.
"No no no." Kata Javie.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih satu jam kini mereka sudah sampai di rumah sakit. Chaca segera menggendong Javie dan Tamara menggendong Javier, mereka berjalan menuju lift yang langsung ke depan ruangan Jenar.
Ting!
Pintu lift terbuka, Chaca segera menurunkan Javie dan Javier agar mereka berjalan sendirian.
"Sayang, makan ya." Ucap Arya lembut namun Jenar masih diam. Sudah hampir satu minggu sejak Jenar sadar dari koma nya, Jenar diam membisu.
__ADS_1
Arya menghela napasnya dengan berat, ia bingung bagaimana caranya agar bisa membuat Jenar membuka mulut nya, Arya lebih baik melihat Jenar marah marah dan memaki nya bahkan memukulnya daripada melihat Jenar yang hanya diam dengan tatapan mata kosong seperti ini.
ceklek!
"Mom mom mom mom." Teriak Javie dan Javier bersamaan begitu heboh kala memasuki ruang rawat Jenar.
"Mamah kenapa anak anak di bawa kesini?" Tanya Arya menyipitkan matanya pada Tamara.
"Anak anak merindukan mommy nya." Jawab Tamara cuek, ia juga ikut mendiamkan Arya atas kejadian ini. Tak hanya Tamara, Adi, Dimas dan Bian pun juga sekarang irit bicara pada Arya.
"Mom mom mom." Pangil Javier lagi sambil berusaha naik ke atas brangkar Jenar.
"Mom mom mom." Panggil Javier lagi membuat Jenar tersenyum tipis namun lagi lagi air mata mengalir membasahi pipinya.
"Je, bagaimana keadaan kamu hem?" Tanya Chaca lembut, Jemar hanya berkedip sedikit lama memberitahu bahwa dia baik baik saja.
"Lebih baik kamu keluar dulu." Ucap Tamara pada Arya lalu ia segera mendekati Jenar dan Chaca.
Arya pun hanya bisa menghela napasnya panjang lalu ia keluar.
__ADS_1
"Sayang, bagaimana keadaan kamu hem? Kamu tau anak anak sangat merindukan mu, lihat mereka begitu senang saat mama ajak kesini." Ucap Tamara membuat Jenar lagi lagi tersenyum.
"Kamu harus cepet sembuh, kasian twin J nyari kamu terus yah." Ucap Tamara lagi sambil mengusap rambut Jenar.
"Mama." Satu kata keluar dari mulut Jenar setelah seminggu ia menutup mulutnya.
Dengan mata berkaca kaca Tamara segera memeluk tubuh Jenar dengan erat, Jenar pun tak kuasa menahan tangis nya di pelukan Tamara.
"Tante Jenar cepet sembuh dong, jangan nangis dan sakit lagi, Aiden jadi ikut nangis kan nih." Kata Aiden sambil menghapus air matanya membuat Chaca dan Tamara terkekeh. Cahaca pun segera memeluk Aiden dengan sayang.
.
.
.
Mommy tetap nyempetin waktu buat nulis biar gak libur, mommy minta like dan komen nya dong sebagai balasannya.
Biar mommy makin semangat lagi buat nulis meskipun sesibuk apapun itu, karena tiap baca komen kalian tuh mommy jadi semangat buat nulis 🥳
__ADS_1