Mengejar Cinta Om Duda

Mengejar Cinta Om Duda
TAMAT


__ADS_3

"Happy birthday to you, Happy birthday, happy birthday, happy birthday to you ... " suara nyanyian yang sangat meriah dari para tamu undangan, meramaikan acara sore hari di rumah utama kediaman Pranata.


Hari ini adalah tepat usia baby Caramel yang ke lima tahun. Semua orang hadir di sana termasuk para sahabat Chaca beserta anak nya.


"Tiup lilin nya, tiup lilin nya. Tiup lilin nya sekarang juga, sekarang juga. Sekarang juga."


"Ayo sayang tiup lilin nya," ucap Chaca yang berada di sebelah Caramel.


"Mau cama Kakak," kata Caramel memanyunkan bibir nya.


"Sama Mami dan Papi saja ya," kata Dimas.


"Gak mau! Cara mau sama Kakak." Ucap Caramel membuat Aiden yang sedang bersembunyi di belakang Arya terkekeh.


"Kan kakak nya gak ada," ucap Chaca.


"Ya sudah, tiup lilin nya besok besok saja kalau sudah ada kakak," jawab Caramel santai.


"Yakin mau tiup lilin besok hem?" Tanya Aiden yang baru datang dengan membawa kotak kadi yang lumayan besar.


"Kakak!" Pekik Caramel girang dan langsung berlari ke arah Aiden.


Brug.


Cara langsung melompat di gendongan Aiden hingga membuat Aiden hampir terhuyung ke belakang.


"Kakak jahat, kenapa kakak pergi di hari ulang tahun Cara," ucap Caramel cemberut.


"Maaf sayang, Kakak kan sekolah." Kata Aiden berbohong.

__ADS_1


"Ayo tiup lilin sekarang. Nanti lilin nya keburu meleleh dan kena kue," kata Cara sambil menunjuk ke arah kue ulang tahun nya.


"Katanya mau besok aja tiup lilin nya?" goda Aiden.


"Kan sekarang sudah ada kakak, jadi sekarang saja. Ayo kakak ayoo," rengek Cara membuat Aiden selalu gemas dan ingin mencubit hidung nya.


"Cara manja," ucap Javie yang melihat di gendong Aiden.


"Bilang aja iri wlee," Cara menjulurkan lidahnya ke arah javie.


Dengan tetap berada di gendongan aiden, Cara pun meniup lilin ulang tahun nya. Suara tepuk tangan begitu meriah kala lilin sudah padam.


Satu persatu anggota keluarga nya pun mulai memberikan selamat untuk Caramel.


"Cara gak mau kado dari Mommy hem?" Tanya Jenar saat melihat Cara yang enggan turun dari gendongan Aiden.


"Kado nya kasih Mami saja, Cara masih kangen sama Kakak," ucap Cara memeluk Aiden dengan erat.


"Ah baik lah kalau begitu, kado nya mommy cancel saja. Mommy bawa masuk ke kamar mommy lagi saja. Cara gak mau soalnya." Goda Jenar.


"No!" Seru Cara. "Mommy, kado yang sudah di berikan itu tidak baik kalau di ambil lagi. Jadi kasih ke Mami saja ya daripada nanti menuhin kamar Mommy." Celoteh Cara membuat Jenar terkekeh.


Jenar pun akhirnya melangkahkan kaki nya untuk kembali berkumpul dengan Chaca dan Ariel.


Sedangkan Cara langsung membuka kado dari Aiden. Yah hanya yang dari Aiden lah yang pertama kali Cara buka.


"Why?" Tanya Aiden yang melihat Cara terdiam saat melihat kado pemberian nya.


"Kenapa ini sama kaya punya Felli? Cara gak mau!" Ucap Cara cemberut karena kado dari Aiden berupa Tas yang mirip dengan punya Felli.

__ADS_1


"Benarkah?" Tanya Aiden yang memang tidak tau.


"Lalu Cara mau apa hem?" Tanya Aiden mengusap rambut Caramel.


"Cara mau sepatu, tapi beli sendiri. Tapi pake uang kakak dan di temenin kakak." Kata Caramel dengan cepat.


"Baiklah, besok kita ke Mall oke!" Ucap Aiden.


"Oke," jawab Cara lalu kembali memeluk Aiden.


"Ikutt!" Teriak empat anak tuyul yang sedari tadi berdiri tak jauh dari tempat Aiden dan Cara.


.


.


.


Tamat 🥳🥳🥳


Terimakasih buat semuanya yang sudah mengikuti perjalanan Om Dimas dan Neng Chaca selama ini 🤗


Sampai jumpa di cerita selanjutnya yah 🥳


Oh ya yg nungguin kamar nya Chen dan Nayla maaf ya mommy libur dulu. Mommy lagi diare udah dua hari jadi badan lemes bgt gk kuat buat nulis, eh nulis mah kuat cuma mikir nya yg gak kuat.


nanti kalau mommy udh sembuh mommy update lagi, sekali lagi terimakasih buat semuanya , ,, ,


love you sayang 😘😘😘🥰🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2