
"Sorry Ar lama," kata Dimas saat menemui Arya di ruang kerja nya.
"Gapapa Bang," jawab Arya santai lalu ia mendudukkan dirinya di sofa sambil menyilang kan kaki nya.
"Ada apa?" tanya Dimas.
"Tadi Bryan menghubungi ku," ucap Arya datar.
"Lalu?" tanya Dimas.
"Dia memberitahu bahwa adiknya kritis." kata Arya lagi lagi membuat Dimas mengerutkan dahinya.
"Katakan dengan jelas tidak usah sepotong potong." Kata Dimas sedikit kesal membuat Arya menghela napasnya dengan kasar.
"intinya Bryan ingin kalian berdua ke sana untuk menemui adiknya." ucap Arya.
"Tidak bisa Ar, kandungan Chaca sudah sangat besar dan hanya tinggal menunggu hari saja. kami tidak mungkin ke sana." Kata Dimas menggelengkan kepalanya.
"Yah itu terserah padamu, aku hanya menyampaikan apa yang dia sampaikan padaku saja." Ucap Arya santai.
Setelah berbincang berdua, akhirnya Arya dan Dimas keluar dari ruang kerja dan menuju ruang keluarga.
"Sayang!" Panggil Dimas terkejut karena melihat Chaca sudah duduk bersama dengan Jenar. Bukankah tadi ia tidur? batin Dimas.
"Chaca ingin pergi dengan Jenar." ucap Chaca datar, ia masih pura-pura merajuk kepada suaminya.
"Kemana?" tanya Dimas lalu ikut mendudukkan dirinya di samping Chaca.
"Mall." Jawab Chaca singkat.
__ADS_1
"Baik lah kita pergi sama-sama yah," kata Dimas dengan lembut.
"Enggak! Chaca ingin quality time dengan Jenar," ucap Chaca cemberut.
"Dan juga aku ingin membeli beberapa barang untuk baby Queen." Imbuhnya.
"Sayang, kamu mau belanja lagi?" tanya Dimas menggaruk tengkuknya, pasalnya Chaca sudah membeli semua kebutuhan baby Queen nya banyak sekali.
"Kenapa?" Tanya Chaca dengan watados. (Wajah tanpa dosa)
"Astaga yank, aku gak mau kamu kelelahan. Ingat kandungan kamu sudah besar." Kata Dimas mendesah kasar.
"Cha, kak Dimas benar. Mending kalau kamu mau kita jalan jalan. biarkan para suami ikut. Biar mereka juga yang membawa belanjaan kita." ucap Jenar santai.
"Hufftt baik lah." kata Chaca pelan.
Chaca dan Jenar pun akhirnya sudah sampai di sebuah mall yang lumayan cukup besar. Chaca dan Jenar berjalan beriringan berdua meninggalkan para lelaki di belakang. Tentu saja para lelaki yang ia maksud adalah Dimas, Arya, Aiden dan twin J.
"Sayang, sudah yuk cukup. Nanti kamu kelelahan," kata Dimas pelan.
"Chaca masih mau belanja," ucap Chaca pelan.
"Mami, Aiden capek," keluh Aiden sambil memanyunkan bibir nya.
"Oh ya Ampun aku melupakan anakku," ucap Chaca terkekeh.
"Kamu mau pulang sayang?" tanya Chaca lembut.
"No! Aiden mau makan disitu," ucapnya sambil menunjuk arah salah satu Restauran yang tidak jauh dari tempat mereka berdiri.
__ADS_1
"Oke baiklah yuk kita makan dulu. Ayo Je," Kata Chaca lalu segera menggandeng tangan Aiden menuju Restauran tersebut.
Setelah sampai di restauran, mereka duduk dan langsung memesan makanan. Namun sedari tadi Chaca malah duduk tidak nyaman membuat perhatian Dimas langsung tertuju pada Chaca.
"Sayang kamu kenapa?" Tanya Dimas dengan mengerutkan dahinya.
"Hemm seperti nya Chaca mau pipis dulu deh," kata Chaca mulai bangkit dari duduk nya perlahan.
"Mau mas temani?" Tanya Dimas yang juga ikut berdiri.
"Enggak usah, Chaca bisa sendiri kok." Kata Chaca lalu segera berjalan cepat menuju toilet.
"Duh risi banget sih," ucap Chaca saat merasa bagian celananya sudah basah.
.
.
Hay hay sahabat mommy semuanya 🥳
Mommy kan lagi lumayan sibuk nih ya di dunia nyata, jadi mommy update hanya sedikit maaf yah, yang penting mommy absen gak libur. nanti kalau mommy udah gak sibuk mommy janji akan kasih Crazy Up 🥳🥳
Daaann sambil nunggu mommy update, boleh dong mampir juga yuk ke novel teman mommy, ceritanya seru dan siapa tau cocok untuk kalian 🥰🥰
__ADS_1