Mengejar Cinta Om Duda

Mengejar Cinta Om Duda
Cuek


__ADS_3

"Siapa Dim?" Tanya Astrid saat melihat ekspresi wajah Dimas bingung.


"Mama." Jawab nya datar.


"Apakah mama tau kamu pergi dengan ku?" tanya Astrid sedikit panik.


"Sudahlah tidak apa apa." Kata Dimas.


"Berapa lama lagi kita menunggu disini?" tanya Dimas pada Astrid.


"Entahlah, aku juga tidak tau. Kau tau Dim dia orang nya sangat sibuk." Lirih Astrid.


"Apa kau yakin?" Tanya Dimas.


"Iyah." Jawab Astrid dengan tersenyum.


...Di kamar Chaca...


Chaca sedari tadi terus berguling ke sana kemari untuk menghilang kan berbagai pikiran buruknya kepada dimas. Ia yakin Dimas pasti memiliki alasan mengapa harus pergi dengan mantan istrinya. Namun apa itu Chaca tidak tau, saat tengah bergelut dengan pikiran nya, tiba tiba pintu kamar nya terbuka dan memperlihatkan Dimas tengah berjalan memasuki kamarnya.


"Mas sudah pulang." Tanya Chaca terkejut.

__ADS_1


"Sudah." Jawab Dimas singkat membuat Chaca semakin menerka nerka pikiran negatif.


"Kamu mau makan? Chaca siapkan." Ucap Chaca.


"Tidak perlu, aku mau langsung istirahat saja." Jawab Dimas sambil melepaskan pakaian nya dan berjalan menuju kamar mandi.


Sedangkan Chaca hanya diam menatap pintu kamar mandi nya dengan tatapan sendu, hingga tanpa sadar air matanya luruh begitu saja.


"Kenapa kau berubah mas." Ucap Chaca pelan.


Sekitar 15 menit, Dimas sudah keluar dari dalam kamar mandi, ia melihat Chaca yang sudah tidur dengan memunggungi nya. Setelah berpakaian Dimas pun menyusul Chaca ke tempat tidur dan memeluk Chaca lalu ikut tidur. Memang benar ia sangat lelah karena ia sedang banyak pekerjaan di kantor.


"Teteh, Bapak sudah berangkat yah?" Tanya Chaca saat bertemu Rini.


"Oh sudah bu, kira kira setengah jam yang lalu." Kata Rini.


"Aiden?" Tanya Chaca.


"Den Aiden kan tidak pulang Bu, seperti menginap di rumah Utama." Jawab Rini.


"Ah begitu, baiklah." Kata Chaca lalu ia kembali ke kamar nya.

__ADS_1


Di dalam kamar Chaca berusaha menghubungi Dimas yang mengapa tak membangunkan nya saat berangkat ke kantor. Bohong bila Chaca tidak kecewa dengan Dimas. Chaca merasa setelah Dimas bertemu mantan istrinya Dimas berubah. Apakah Dimas masih mencintai mantan istri nya? Chaca mengingat ingat kembali bagaimana sulit nya seorang Dimas untuk move on dari sang mantan. Hati Chaca mendadak nyeri dan ngilu saat membayangkan Dimas akan kembali kepada Astrid.


Chaca menangis histeris di bawah kucuran air shower, ia terus berdoa semoga Dimas tidak kembali kepada sang mantan. Sekitar 30 menit Chaca sudah selesai dengan ritual mandi nya. Chaca segera mengenakan pakaian dan berdua menuju kantor Dimas.


Saat mobil yang di tumpangi Chaca telah sampai di depan gedung kantor Pranata group Chaca melihat mobil Dimas hendak pergi keluar meninggalkan area kantor. Chaca pun mengikuti nya dari belakang karena penasaran.


Chaca Calling Dimas 📞


Tuuttt....


Tuuuuttt...


Tuuttt...


Berkali kali Chaca menghubungi Dimas namun tidak ada jawaban apapun dari sang empunya membuat Chaca semakin berfikir negatif.


Chaca berhenti saat mobil yang di tumpangi Dimas juga berhenti di sebuah butik.


"Wait, ngapain laki gue ke butik ini?" Gumam Chaca dalam hati. Chaca hendak turun dari mobil namun langkah nya terhenti kala melihat Aiden dan juga Astrid keluar dari butik lalu mereka bertiga kembali memasuki butik.


"Astagfirullah masih bisakah gue berfikir positif sekarang?" Tanya Chaca pada dirinya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2