Mengejar Cinta Om Duda

Mengejar Cinta Om Duda
Tanda-tanda


__ADS_3

Dimas yang sedang berjalan hendak memasuki toko pakaian wanita, dia urungkan karena hape nya terus berdering.


Dimas pun langsung mengangkat telfon itu yang ternyata dari Arya.


"Ada apa Ar?" Tanya Dimas to the poin saat mengangkat telfon nya.


"Buruan balik sekarang!" seru Arya dari seberang sana.


"Kenapa lagi? ini gue baru mau masuk toko," ucap Dimas sedikit kesal.


"Gue bilang cepet balik atau lo nyesel!" setelah mengucapkan kalimat itu Arya langsung memutuskan sambungan telfon nya, membuat Arya mengerutkan dahinya dengan bingung.


Dengan jantung berdebar kencang, Dimas segera berlari kembali menuju Restauran.


Dan ternyata di sana sudah ada Lana sang ibu mertua yang sedang mengusap perut Chaca.


Dimas masih bingung ada apa yang sebenernya, akhirnya langsung menghampiri Chaca yang terlihat seperti sedang menahan sesuatu.

__ADS_1


"Sayang kamu gapapa?" tanya Dimas pelan namun matanya menatap wajah Lana yang terlihat datar.


"Untuk apa anda disini?" Tanya Dimas kepada Lana.


"Cepat kau bawa istrimu ke Rumah sakit sekarang!" ucap Lana datar.


"Ke Rumah sakit? Kenapa?" tanya Dimas kembali bingung.


"Apa kau tidak melihat istrimu kesakitan hah!" Bentak Lana emosi karena Dimas begitu lelet dan banyak bertanya menurut nya.


Sedangkan Chaca hanya diam sambil menggigit bibir bawahnya, entah mengapa ia sangat menikmati moment ini dengan perasaan bahagia. Entah dia bahagia karena Lana mau mengusap perut nya atau bahagia karena Dimas di bentak oleh sang Mama.


"Kursinya basah," cicitnya pelan.


"Ngompol? basah?" Gumam Dimas pelan.


"Chaca itu bukan ngompol berulang kali Mama bilang itu bukan ompol tapi ketuban kamu mulai rembes astaga!" Geram Lana sambil memijit pelipisnya karena sedari tadi Chaca terus bergumam karena ngompol.

__ADS_1


"Kemana Arya dan Jenar?" Tanya Dimas yang tidak melihat keberadaan adik dan adik ipar nya.


"Mereka nyiapin mobil, sekarang kamu gendong istri kamu ke bawah. Cepat ke rumah sakit sekarang atau anak kamu akan lahir di mall ini!" Kata Lana tegas, akhirnya Dimas segera menggendong Chaca.


"Mama gak mau temenin Chaca?" Tanya Chaca begitu pelan, berharap Lana akan menemani nya selama bersalin. Sejujurnya Chaca sudah bahagia karena tadi lana mau menghampiri nya dan mengusap perut nya. Namun entah mengapa Chaca jadi semakin ngelunjak dan ingin Lana juga menemaninya bersalin.


"Tidak!" jawab Lana singkat. "Cepat lah pergi dari sini." imbuhnya membuat Chaca menghela napasnya kasar.


"Terimakasih," ucap Dimas lalu ia segera pergi meninggalkan Lana.


Lana hanya memandang kepergian Chaca dengan tatapan mata berkaca-kaca. Lalu ia memanggil beberapa pelayan Restauran agar membersihkan bekas ketuban Chaca yang sudah membasahi kursi dan lantai di restauran itu.


Setelah meminta maaf atas nama Chaca dan memberikan uang tips, Lana pun segera pergi mencari kado untuk cucu nya. cucu yang di maksud Lana adalah anak dari Leona ya guys, Lana pergi ke Mall itu untuk mencari kado untuk anak Leona yang baru lahir beberapa hari yang lalu, namun ia malah bertemu Chaca dan melihat Chaca juga mau melahirkan.


Sementara itu, Chaca dan Dimas yang sudah berada di dalam mobil masih saling diam dengan pikiran masing-masing.


Dimas yang memikirkan bagaimana bisa ada Lana di sana. Dan Chaca yang memikirkan perkataan Lana bahwa dirinya akan melahirkan.

__ADS_1


"Mas, emang Chaca mau lahiran yah? Kok Chaca gak ngerasain sakit kaya yang di film-film itu yah yang teriak teriak kencang." Tanya Chaca polos membuat Arya, Dimas dan Jenar melongo.


__ADS_2