Mengejar Cinta Om Duda

Mengejar Cinta Om Duda
Pernikahan Astrid dan Dimas


__ADS_3

Acara yang di tunggu telah tiba, kini Dimas, Chaca dan Aiden tengah berada di sebuah hotel yang terbilang mewah di kawasan kota jakarta.


Sebenarnya acara sudah di mulai dari siang hari, namun mereka baru bisa hadir pada sore hari di karenakan Chaca yang mulai rewel dalam berdandan.


"Aiden, maafin Mami ya kita jadi telat kesini nya," ucap Chaca merasa bersalah karena dirimu Aiden tidak bisa melihat mama kandung nya ijab Qobul.


"No Mam, Aiden gapapa kok. Kita ke Mama sekarang yah," ucap Aiden lalu menggandeng lengan Chaca dan menuju ke arah pelaminan.


"Mah," panggil Aiden saat sudah berada di depan Astrid.


Astrid tersenyum senang dan merentangkan kedua tangan nya agar Aiden memeluknya.


"Terimakasih sayang, sudah datang kemari." Ucap Astrid tulus.


"Maafin Aiden karena telat datang, Aiden cuma bisa berdoa semoga pernikahan Mama dan Papa selamanya." Kata Aiden tulus memberikan doa kepada orang tua nya.


"Amin," Ucap Astrid dan suami baru nya.


"Papa, tolong jagain Mama nya Aiden ya." Kata Aiden berlanjut memeluk dr. Dimas suami baru Mama nya.


"Pasti Nak," jawab dr.Dimas sambil mengusap kepala Aiden.

__ADS_1


"Mba Astrid selamat ya Mba, dan maaf kami datang nya telat." Ucap Chaca tak enak hati.


"Gapapa Cha, kalian sudah mau datang saja aku sudah berterimakasih." Ucap Astrid lalu keduanya berpelukan dan cipika cipiki.


"Selamat," ucap Dimas tulus mengulurkan tangan nya kepada Astrid.


"Thanks Dim," jawab Astrid tersenyum dan membalas jabatan tangan Dimas.


Setelah memberikan ucapan selamat kepada mempelai pengantin, kini Chaca langsung menuju stand makanan untuk mulai berjelajah.


"Aiden kamu mau apa?" tanya Chaca.


"Aiden mau puding Mam," jawab Aiden sambil menunjuk sebuah puding.


Aiden dan Chaca menikmati beberapa hidangan desert yang tersedia di sana. Entah sudah berapa banyak makanan yang sudah Chaca makan hingga perut nya terasa sangat begah. Bahkan Dimas dan Aiden sampai melongo tak percaya saat melihat Chaca makan dengan begitu nikmat.


"Mas gak makan?" Tanya Chaca kepada Dimas masih dengan menyendokan es krim ke mulut nya.


"Mas sudah kenyang," kata Dimas sambil menelan saliva nya karena menurut perhitungan nya ini adalah cup es krim ke 7 yang Chaca makan.


Itu baru es krim, belum puding, cake, dan beberapa buah buahan.

__ADS_1


"Alhamdulillah Chaca kenyang," ucap Chaca menyandarkan tubuhnya di kursi dan mengusap perut nya yang kini sudah mulai membuncit.


'Gak aneh kamu kenyang sayang, kalau masih gak kenyang juga itu aneh," gumam Dimas dalam hati.


"Baby Queen udah kenyang?" Tanya Aiden sambil mengusap perut Chaca dengan lembut.


"Udah kakak," jawab Chaca dengan menirukan suara anak kecil.


"Sudah malam pulang yuk," ajak Aiden membuat Chaca langsung menatap ke arah Dimas. Sebenarnya Chaca sudah ingin pulang dari tadi tapi ia tidak enak kepada Aiden karena biar bagaimana pun ini acara mama kandung nya.


"Aiden yakin mau pulang sekarang?" Tanya Dimas dengan dahi mengkerut. "Acaranya belum selesai loh," ucap Dimas.


"Iya Aiden mau pulang, kasian baby Queen kecapean nanti." Jawab Aiden masih dengan mengusap perut Chaca.


"Ya sudah, kita pamit sama Mama ya," kata Chaca di balas anggukan oleh Aiden.


Setelah berpamitan, kini Dimas langsung menjalankan mobilnya pulang, namun lagi lagi saat di tengah jalan tiba tiba Chaca meminta berhenti.


"Ada apa yank?" Tanya Dimas setelah menepikan mobilnya.


"Mau itu," rengek Chaca manja sambil menunjuk salah satu penjual di pinggir jalan.

__ADS_1


"Hah kamu yakin?" Tanya Dimas tak percaya dengan apa yang di inginkan Chaca.


__ADS_2