
Hari berganti hari begitu cepat, kini usia kandungan Chaca sudah mulai menginjak 8 bulan dan itu artinya hanya tinggal menunggu beberapa minggu lagi maka baby Queen akan launching.
Yups anak Chaca dan Dimas adalah perempuan seperti dugaan Aiden, dan setiap kali Chaca melakukan USG, maka Aiden akan selalu ikut menemani.
Seperti hari ini adalah jadwal kontrol kandungan Chaca, sedari pulang sekolah Aiden sudah sangat antusias untuk ikut ke dokter.
"Mami ayo," ucap Aiden tak sabar.
"Sebentar sayang, Papi masih ganti baju." Kata Chaca dengan menghela napas panjang nya.
"Baby Queen nanti harus aktif yah, biar Kakak bisa lihat kamu gerak bebas nanti." Ucap Aiden sambil mengusap perut Chaca yang sudah sangat besar.
Yah, baby Queen memang selalu merespon setiap ucapan Aiden, terbukti setiap kali USG Aiden selalu mengajak adiknya mengobrol dan baby Queen selalu terlihat aktif di layar monitor usg.
Pernah sekali Aiden tidak ikut mengantarkan Chaca USG karena ada kelas tambahan, dan selama proses USG, baby Queen hanya diam dan malah memunggungi layar.
Setelah Dimas rapi dengan pakaian santai nya, kini mereka bertiga langsung menuju ke rumah sakit untuk periksa kandungan Chaca.
"Mas berhenti!" Pekik Chaca saat mobilnya melintasi sebuah taman.
"Ada apa?" Tanya Dimas setelah memberhentikan mobilnya di tepi jalan.
__ADS_1
"Mau itu," rengek Chaca saat melihat penjual es tebu.
"Sayang tapi—" ucap Dimas bingung.
"Kalai gak mau beliin ya sudah, Chaca bisa beli sendiri." Kata Chaca ketus.
"Yank, nanti saa ya kalau sudah pulang oke." Kata Dimas memberi penawaran.
"Gak mau! Nanti pas pulang belum tentu itu abang - abang masih ngetem disitu," ucap Chaca cemberut.
''Memang itu yang ku mau," batin Dimas.
"Iya iya oke, Mas akan belikan kamu tunggu disini!" Dengan terpaksa Dimas pun turun dari mobil dan membelikan es tebu pesanan Chaca.
"Papi Aiden juga mau!" Teriak Aiden dari dalam mobil dan di balas dengan anggukan kecil dari Dimas.
"Ini," kata Dimas menyerahkan dua gelas kepada Chaca dan Aiden.
Slurrrpp.
"Emm seger banget," kata Chaca yang langsung meminum es nya.
__ADS_1
Tak ingin Chaca meminta nambah lagi, Dimas pun segera melajukan mobilnya menuju rumah sakit.
Padahal Chaca sudah di wanti-wanti sama dokter Maya bahwa bayi nya sudah lumayan besar makanya di suruh mengurangi makanan manis. Tapi namanya juga Chaca yang tidak bisa mengontrol nafsu makan nya.
"Yahh, habis!" Ucap Chaca pelan saat du gelasnya hanya tinggal es batu.
Sluurrrpp.
"Seger banget Mi," kata Aiden mengiming imingi es nya kepasa Chaca.
"Aiden ganteng banget sih sayang," kata Chaca dengan senyum penuh arti.
"Aiden memang ganteng Mi," jawab Aiden santai seolah tau maksud dari ucapan sang Mami.
"Percuma kalau ganteng tapi pelit kaya Papi kamu. Aiden pelit gak?" Tanya Chaca sambil melirik Dimas yang menatapnya tajam. (Saat ini di lampu merah)
"Baik hati dong gak pelit lagi, buktinya Aiden selalu ngasih yang Mami mau," ucap Aiden. "Tapi kali ini Aiden mau jadi pelit sekali saja. Karena ini seger banget," Kata Aiden semakin menggoda Chaca.
Glek.
Chaca langsung menelan Saliva nya kasar karena sangat menginginkan es yang di tangan Aiden.
__ADS_1