Mengejar Cinta Om Duda

Mengejar Cinta Om Duda
Welcome to the world baby Queen


__ADS_3

Air mata Dimas langsung luruh kala melihat seorang bayi mungil yang berada di tangan nya tengah menangis kencang.


Setelah memastikan Chaca baik baik saja dan sudah di pindah kan ke ruang perawatan, Dimas langsung menuju ruang bayi untuk melihat anak nya.


"Welcome to the world my baby Queen," ucap Dimas pelan di depan wajah sang putri tercinta.


Dimas pun mulai melantunkan adzan di telinga sang putri dengan penuh haru. Sungguh ini adalah kebahagiaan yang paling ia nanti nanti selama ini.


"Papi," panggil Aiden saat baru datang ke kamar bayi.


Aiden tadi memastikan keadaan sang Mami dulu baru ia akan menyusul Papi untuk melihat baby Queen tersayang.


"Sini sayang," kata Dimas menyuruh Aiden duduk di samping nya.


"Welcome to the world baby Queen," ucap Aiden sambil mengusap pipi sang adik.


"Papi, kenapa dia begitu kecil? Mungil sekali dia. Kulit nya juga begitu halus dan lembut." Ucap Aiden tersenyum senang.


"Papi, baby Queen sangat menggemaskan sekali ya? Lihat deh bibir nya kecil banget," kata Aiden lagi. Aiden begitu bahagia saat melihat sang adik sehat.


"Sekarang Aiden sudah jadi kakak yah, harus bisa menjaga adik nya oke. gak boleh nakal dan harus bisa mandiri." Ucap Dimas.

__ADS_1


"Tentu!" Jawab Aiden dengan cepat.


"Mami pasti seneng kalau udah ketemu sama baby Queen," kata Aiden tak henti henti nya bermain di pipi baby Queen.


"Ayo kita ke kamar Mami," kata Dimas sambil menggendong putri nya dan menuju kamar Chaca yang berada di sebelah.


Saat Dimas dan Aiden memasuki ruangan Chaca, rupanya Chaca sudah bangun dan kini dirinya tengah makan dengan di suapi oleh Lana.


"Anak Chaca!" Seru Chaca langsung berusaha bangkit dari posisi nya namun langsung di tahan oleh Lana.


"Chaca!"Pekik Lana kesal karena Chaca sangat sulit di kasih tau.


"Hati-hati," kata Dimas sambil meletakkan bayi nya di pangkuan Chaca.


"Mamah, Chaca sudah punya anak hiks hiks," tiba tiba Chaca terisak saat menggendong baby Queen nya.


"Chaca gak nyangka ternyata Chaca bisa melahirkan anak secantik dan sesempurna ini hiks hiks," imbuhnya, dengan segera Lana pun memeluk kepala Chaca dan mengusapnya perlahan.


"Sekarang kamu sudah menjadi orang tua. Harus bisa bersikap dewasa. Jangan kaya anak anak lagi. Maafin Mama yang selama ini tidak bisa menjadi Mama yang baik buat Chaca. Tapi Mama selalu berdoa untuk kebahagiaan chaca." Ucap Lana.


"Mama gak mau ngasih nama buat anak Chaca?" tanya Chaca pelan sambil menatap mata Lana.

__ADS_1


"Caramel," kata Lana tersenyum dan langsung di setujui oleh Chaca. "Karena dia begitu manis sama seperti Mama nya." Imbuh Lana.


"Bagaimana Mas?" Tanya Chaca kini menatap Dimas.


"Cantik," jawab Dimas setuju. "Sangat pas kaya kamu yang suka makan manis saat hamil," imbuh Dimas terkekeh.


"Aiden juga setuju," Ucap Aiden. "Hallo Baby Cara," panggil nya. Kini Aiden sudah duduk di dekat Chaca dan Baby Queen.


Chaca sangat bersyukur karena kini, dia sudah mempunyai anak perempuan dan laki-laki. Hidupnya sudah terasa semakin sempurna di tambah kini Lana sudah baik kepadanya.


Meskipun masih banyak teka teki yang ingin Chaca tanyakan kepada Lana atas sikapnya selama ini. Namun Chaca tidak ingin merusak momen bahagia nya. Cukup Lana bisa menganggap dan menyayangi baby Caramel sebagai cucu nya itu sudah cukup untuk Chaca.


.


.


.


Welcome to the world baby Caramel , , 😘🥳🥳🥳


__ADS_1


__ADS_2