Mengejar Cinta Om Duda

Mengejar Cinta Om Duda
Ke pekaan


__ADS_3

"Lo ada masalah apa sih sama Jenar?" Tanya Dimas yang kini memasuki ruangan Arya.


"Gak ada." Jawab Arya singkat sambil meneliti beberapa berkas.


"Arya." Tekan Dimas.


"Gak ada apa apa bang. Dia aja kali yang lagi jenuh." Ucap Arya tanpa menatap ke Dimas.


"Dia yang jenuh atau lo yang jenuh." Ucap Dimas dingin.


Deg!


Seketika Arya menghentikan aktifitas nya lalu ia menatap ke arah Dimas yang kini tengah menatapnya dengan wajah datar.


"Bang." Ucap Arya pada akhirnya.


"Apa?" Tanya Dimas.


Arya menghembuskan napasnya dengan kasar. Lalu ia menyandarkan kepalanya pada Sandara kursi.


"Ngomong sama gue." Ucap Dimas.


Arya menyerahkan beberapa berkas kepada Dimas, berkas yang sukses membuat Dimas sama terkejut nya dengan Arya, namun Dimas tidak mengambil pusing.


"Lalu?" Tanya Dimas sambil menyerahkan berkas itu kembali pada Arya.


"Menurut lo gimana?" tanya Arya.

__ADS_1


"Menurut gue? Lo tanya pendapat gue? Ya kalau menurut gue bodo amat. Hidup dia ini ngapain gue perduli." sarkas Dimas.


"Jadi ini yang buat sikap lo dingin sama Jenar hah?" Tanya Dimas tidak suka.


"Dia sendiri yang ngediemin gue Bang? Lo tau dia semalam malah lebih milih tidur di kamar anak anak daripada kembali ke kamar. Dia mandi di sana dan lo lihat sendiri tadi waktu sarapan? Ada gak dia negur gue nawarin gue sarapan apa? Dia malah diam dan pergi kan." Ucap Arya dengan mengusap wajahnya kasar.


"Kalau semisal orang dari masa lalu Jenar datang dan ganggu pikiran Jenar, apa yang akan lo buat?" Tanya Dimas.


"Ada kala nya seorang perempuan itu diam Ar, bukan karena ia marah tapi karena dia lelah. Lelah kau abaikan dan lelah berbicara, karena saat dia sudah berbicara maka hanya akan ada pertengkaran dan luka yang semakin dalam." Ucap Dimas membuat Arya terdiam.


"Bang Dimas ngomong nya Jleb banget." Ucap Arlan yang entah sejak kapan sudah berada di belakang Dimas.


"Oh itu bukan omongan gue tapi istri gue." Ucap Dimas terkekeh. Yups itu adalah kata kata dari Chaca tadi pagi saat mereka membahas Arya dan Jenar.


"Elah, kirain dari abang sendiri." Ucap Arlan.


"Nah cakep." Kata Dimas.


"Oh ya Arlan, gue ada kerjaan sedikit sama lo." Ucap Dimas lalu langsung merangkul bahu Arlan dan membawa nya keluar dari ruangan Arya.


Sedangkan di dalam ruangan, Arya terdiam mencerna setiap sindiran dan sindiran yang di ucapkan oleh Arlan dan Dimas.


"Ngapain sih lo cari tau masalah begituan hem?" tanya Dimas dengan menatap tajam ke arah Arlan, saat ini mereka Tenga berada di ruangan Arlan.


"Haiss dia yang minta bang." Kata Arlan.


"Ya tapi kenapa lo mau ogeb." Ucap Dimas.

__ADS_1


"Tuntutan pekerjaan Bang." Kata Arlan. "Gue mau nolak gak bisa."


"Lo tau gak sekarang Jenar lagi ngediemin itu anak." Kata Dimas.


"Hah serius? Kenapa?" Tanya Arlan.


"Ya menurut elo?" Tanya Dimas balik.


"Hemm gue rasa gara gara Tata, iya gak?" Ucap Arlan.


"Dodol pake nanya." Sungut Dimas kesal.


"Jangan sampai mama atau papa tau masalah ini, atau lo dalam bahaya Lan." Ucap Dimas.


Glek.


Arlan menelan Saliva nya dengan susah saat mendengar nama orang tua Dimas dan Arya.


"Te--terus gimana bang?" Tanya Arlan.


"Emang dia dimana sekarang?" Tanya Dimas.


"California." Jawab Arlan.


"Apakah Arya mau kesana?" Tanya Dimas.


"Entahlah." Jawab Arlan dengan mengedikkan bahunya.

__ADS_1


__ADS_2