
"Chaca, kamu gak makan sayang?" Tanya Tamara saat memasuki kamar Chaca dan Dimas.
"Enggak Mah, Chaca mau nungguin mas Dimas aja." Kata Chaca lirih.
"Sayang, kamu sakit?" Tanya Tamara.
"Enggak Mah, Chaca hanya mengantuk sedikit." Jawab Chaca.
"Baiklah kamu istirahat saja. Nanti kalau Dimas pulang kamu harus makan yah." Ucap Tamara lalu kembali menutup pintu kamar Chaca.
Sedangkan Dimas kini sudah berada di dalam kamar di rumah nya. ia merasa sangat lelah akibat pekerjaan nya seharian ini di kantor. Aiden sedang bersama dengan Astrid untuk beberapa hari ke depan. Dan Dimas sudah memberitahukan nya kepada Tamara. Dimas lupa memberitahu Chaca atau memang belum sempat memberitahu entahlah.
Chaca mulai mengerjabkan matanya saat mendengar suara alarm di hape nya.
Sudah jam lima pagi namun Chaca tidak mendapati Dimas di samping nya. Apakah Dimas sudah berangkat ke kantor sepagi ini? Batin Chaca.
Chaca pun segera mencuci wajahnya dan menggosok gigi sebelum akhir nya keluar kamar dan turun ke dapur.
"Pagi Mah, Pagi Jenar." sapa Chaca saat sudah berada di dapur bertemu dengan ipar dan mertua nya.
"Cha, wajah kamu pucet banget." Kata Jenar.
"Hah masak sih?" tanya Chaca sambil memegang wajah nya.
"Kamu semalam gak jadi makan?" Tanya Takara sambil menatap ke arah Chaca.
__ADS_1
"Chaca ketiduran Mah." Jawab Chaca pelan. "Oh ya Je si Arya udah berangkat ke kantor?" Tanya Chaca membuta Jenar memberhentikan aktifitas nya.
"Kantor mana yang buka jam segini Cha?" Tanya Jenar.
"Tau kamu ini Cha ada ada saja. Ngapain Arya harus ke kantor jam segini?" Tanya Tamara.
"Mas Dimas gak ada di kamar, dia gak pulang atau udah prgi ke kantor ya Mah?" Tanya Chaca pelan lagi lagi membuat Jenar dan Tamara bingung.
"Dimas gak pulang?" Tanya Tamara dan Chaca mengangguk.
"Kamu udah bilang kalau kamu disini kan?" Tanya Jenar dan Chaca kembali mengangguk.
"kita tunggu sampai sarapan nanti, kalau dia gak kesini, mama yang akan buat perhitungan buat dia." Ucap Tamara sambil memotong cabai dengan kasar hingga membuat Chaca dan Jensr menelan Saliva nya dengan kasar.
...Sarapan pagi...
"Entah." Jawab Chaca singkat.
"Mas." Kata Jenar lalu ia menggelengkan kepalanya ke arah Arya.
"Semalam kalian pulang jam berapa?" Tanya Chaca pada Arya.
"Jam 11." Jawab Arya singkat.
"Bagaimana proyek nya Ar?" Tanya Adi.
__ADS_1
"Lancar dong Pah, tinggal sedikit lagi. Paling kurang dari seminggu selesai." Jawab Arya.
"Bagus lah." Kata Adi senang.
Saat semua orang tengah menikmati makan pagi nya tiba tiba Dimas datang dengan tergesa gesa.
"Pagi semua nya." Ucap Dimas lalu ia segera mendudukkan dirinya di dekat Chaca.
"Kemana aja kamu? Udah tau istri disini malah gak pulang kesini." Semprot Tamara.
"Dimas kecapean Mah, Dimas juga lupa gak buka Hape makanya gak tau Chaca disini." Ucap Dimas. "Maaf sayang." Kata Dimas pelan hendak mencium Chaca namun Chaca segera menghindar.
"Sayang, maaf Mas benar benar gak buka pesan kamu, maaf." Ucap Dimas tulus dan hendak meraih tangan Chaca namun Chaca segera menepis nya.
"Mampus!" Ucap Arya tanpa suara ke arah Dimas sambil menahan tawa nya.
"Sial." Balas Dimas tanpa suara juga menatap ke arah Arya.
"Sayang." Kata Dimas.
"Jangan dekat dekat." Kata Chaca lalu menjauhkan kursi nya dari kursi Dimas.
"Sayang, Mas kan sudah minta maaf." Kata Dimas.
"Ihh di bilang jangan dekat dekat. Kamu itu bau aku gak suka!" Seru Chaca lalu ia segera berlari menuju kamar nya di lantai dua.
__ADS_1
"Lah, gue udah mandi deh perasaan." Gumam Dimas pelan sambil menciumi aroma tubuhnya sendiri. Lalu ia segera menyusul Chaca ke kamar.