Menikah Dengan Calon Kakak Ipar Ku

Menikah Dengan Calon Kakak Ipar Ku
Childish


__ADS_3

"Ahk..."


"Ishnu...Pelan-pelan...Ahk.."


"Tahan lah sebentar Cutie, ini sudah hampir selesai.."


"Ahkk...Isnu.." Pekik Wilhemina ketika Wisnu semakin menekan kapas yang di gunakan untuk membersihkan sudut bibir Wilhemina yanh terluka.


"Ck, Cutie kamu berisik sekali." Keluh Wisnu.


"Aku berisik?!" Ujar Wilhemina tak terima.


Wisnu langsung gelagapan menyadari kalau saat ini, Amarah Wilhemina hanya meredah bukan menghilang.


"A-ah..Bu-bukan gi-gitu.."


"Awas, Aku mau mandi.." Wilhemina berusaha mendorong tubuh besar Wisnu, Namun seperti nya tidak bisa.


"Cutie, Maaf.." Cicit Wisnu.


Wisnu benar-benar takut jika Wilhemina, Sudah marah kepadanya. Maka bisa di pastikan kalau ia akan tidur di luar.


"Minggir." Ujar Wilhemina dengan dingin.


Wisnu hanya menggelengkan kepalanya, ia benar-benar tidak mau Wilhemina marah kepadanya.


"Cutie, Please..." Wisnu menunjuk puppy eyes nya.


"Aish.." Wilhemina mendecak sebal, Melihat Ekspresi Wisnu yang sangat menggemaskan.


"Honey, Aku tidak marah... jadi minggir lah aku mau ke kamar." Ujar Wilhemina dengan sungguh-sungguh.


Tapi Wisnu masih menganggap, Wilhemina masih marah dengannya.


Astaga, kenapa jadi childish begini?


Sambil mengehela nafasnya, Wilhemina menghampiri Wisnu."Honey, Lihat aku.."


Wisnu menggelengkan kepalanya, Ia hanya menunduk.


"Honey, Apa kau benar-benar ingin aku marah?"


Wisnu hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawabannya.


Ck!


"Lihat! Aku Honey." Ujar Wilhemina.


Wisnu mengangkat wajahnya, betapa terkejut nya Wilhemina. Melihat mata Wisnu yang memerah dan menahan tangis. Hal itu, seketika membuat Wilhemina gelapan.


"Honey, " Tangannya, terulur menangkup wajah Wisnu.


"Hiks...Hiks.."


Mata Wilhemina melotot mendengar suara isakan Wisnu."Hey...Jangan nangis, Aku tidak marah sungguh.."


Wisnu menegakkan tubuh nya, tangan nya menghapus air mata sialan yang keluar. Entah kenapa setiap Wilhemina mengambil posisi Windi, maka kepribadiannya akan berubah menjadi melow dan childish.


"Hiks..Hiks..Cutie tidak sayang pada ku.." Rengek Wisnu.


Tidak ada yang dapat dilakukan Wilhemina selain melototkan mata nya tak percaya."Ho-honey, Bu-bukan begitu...A-aku..tentu nya sangat menyayangi mu.." Ujar Wilhemina dengan gelagapan.


Wisnu menggelengkan kepalanya, dan langsung meninggalkan Wilhemina yang mematung menatap kepergian Wisnu.


Benarkah dia, Pria yang telah ku nikahi? Kenapa dia menjadi Childish sekali.


Wilhemina menghela kasar nafasnya, Ia beranjak menyusul Wisnu yang mungkin sekarang berada di kamar mereka.


Ceklek!


Hal pertama kali yang Wilhemina lihat ada Wisnu yang sedang tengkurap. Dan kepala nya yang di tutupi bantal.


"Honey.."

__ADS_1


Hiks..hiks...


Suara isakan Wisnu terdengar jelas di telinga Wilhemina. Mendengar itu membuat Wilhemina langsung membalik tubuh Wisnu menghadapnya.


"Hei kenapa hm?" Tanya Wilhemina seraya mengelus-ngelus lembut kepala Wisnu.


"Hiks..hiks.." Wisnu menggelengkan kepalanya, dan air mata yang masih menetes. Bisa di pastikan Wajah Wisnu memerah karena menangis.


"Kenapa nangis?" Tanya Wilhemina sekali lagi.


Lagi-lagi bukannya menjawab pertanyaan Wilhemina, Wisnu hanya menggelengkan kepala sebagai jawabannya. Wilhemina yang jengah, beranjak dari tempat tidur.


"Baikla, Kalau begitu malam ini aku akn tidur di manssion Daddy." Ujar Wilhemina dengan serius.


Mendengar itu tangis Wisnu semakin pecah."Huwa...Cutie jahat, Cutie udah enggak sayang lagi sama Aku..Hiks..Hiks.."


Wilhemina mendecak sebal, Ia bingung kenapa ketika bersama nya Wisnu berubah menjadi kepribadian yang sangat berbanding kebalik ketika bersama Windi.


Ngomong-ngomong tentang Windi, Saat ini jiwa Windi sedan beristirahat, Jadi untuk saat ini Wilhemina yang akan menggantikan peran Windi.


Balik ke topik,


Dengan langkah panjang Wilhemina kembali menghampiri Wisnu yang sedang terduduk seraya nangis senggugukan.


Ketika berada di hadapan Wisnu, Wisnu langsung memeluk erat pinggang Windi. Menenggelamkan kepala nya di perut rata Wilhemina.


Senyuman cantik, terpantri di wajah Wilhemina. Ia sangat gemas melihat Sikap Childish Wisnu, yang benar-benar membuat nya sangat gemas.


"Jangan pergi...Hiks..Hiks.." Ujar Wisnu, diiringin dengan isak tangis nya.


Wilhemina menganggukkan kepala."Aku tidak akan pernah pergi kecuali kamu yang mintak, Aku buat pergi dari Hidup mu." Tangannya terulur mengelus lembut rambut tebal Wisnu.


"Tidak, Sampai kapan pun kamu akan selalu di samping ku." Wisnu mendongakkan kepala nya menatap Wilhemina yang juga menatapnya.


"Ehm..Baik la, " Wilhemina kembali memeluk erat tubuh Wisnu dalam dekapannya.


...***...


"Ya kau benar, bahkan tadi ia juga berpura-pura melindungi Windi."


"Lalu? Apa kita masih melanjutkan rencana nya?"


Mendengar pertanya itu, membuat nya termenung. Jika ia tetap melanjutkan rencananya bisa saja nyawa windi terancan bahaya.


Ia hanya bisa menghela nafasnya kembali."Entahlah aku juga bingung, prince." Ia bingung harus bagaimana, Di satu sisi nyawa Adiknya yang terancam, di satu sisi ia harus menangkap bajingan sialan itu.


"Ha..Sepertinya, kita perlu diskusi lagi dengan mereka. Karena masalah tidak semudah yang kita bayangkan."


"Kau benar prince, dia begitu pintar dalam hal bersandiwara." Ia memijt pelipis nya yang terasa pusing.


Wanita bermata tajam itu, langsung menangkap dalang di balik kekacauan ini. Ia melihat dengan jelas terpancar di wajah nya ketika menatap Adik ipar nya, dengan tatapan bencinya. Tapi di satu sisi ia juga melihat dari matanya tatapan kagum dan hangat kepada adiknya.


Ia menompang Wajahnya dengan kedua tangan, dengan masih terus memikirkan rencana nya dengan baik-baik. Tapi di satu sisi, fikirnya terpecah oleh pria dari masa lalu nya itu.


Setelah sekian lama akhirnya mereka bertemu kembali. Ia berulang kali menggelengkan kepala nya untuk fokus dengan tujuannya. Tapi sepertinya bayangan pria itu, sudah menghantui dirinya.


"Akh sialan kau," Pekik Wanda,


Ken yang sedang bersama Wanda membuat nya terkejut. Alis nya berkerut bingung menatap adik tengah nya yang tampak gelisah."Hey ada apa? Kenapa kau terlihat sangat gelisah? dan apa tadi? Sialan?" Tanya Ken, seraya memicingkan mata nya.


Mendengar pertanya Ken membuat nya sedikit gugup."A-ahk..A-aku tadi.. mengatakan sialan kepada pria sialan itu." Ujar Wanda dengan gugup.


"Benarkah?" Kali ini Ken lebih dalam menatap Wanda dengan curiga.


Wanda yang di tatap Ken dan penuh kecurigaan membuat ia semakin gugup, Ia berusaha menghilangkan kegugupnya dengan tertawa."Ha..ha..kenapa kamu seperti mengintrogasi diri ku?" Tanya Wanda yang tak mau kalah.


Ken hanya diam, ia kembali memicingkan matanya dan menatap dalam. Ia yakin ada yang salah dengan adiknya yang satu ini.


"Hentikan menatap ku seperti Prince." Ujar Wanda ketus.


"Ha..Terserah, " Ujar Ken dengan singkat.


"Kau.." Desis Wanda.

__ADS_1


...***...


Korea


Setiba nya di korea, Refa dan Dito langsung bergegas ke tempat Proyek.


"Bagaimana ini bisa terjadi?"


Dito yang sedang fokus melihat drive tentang kekacaun yang terjadi, kini teralih kan menatap Refa. "Salah satu pilar bangun roboh, dan merambat ke bangun di mana pilar itu berdiri kokoh. Selain itu, Selama kita kembali terjadi kekacaun di sekitar pembangunan."


"Masyarakat tempat dulu mereka tinggal kini kembali mendatangi tempat nya, dan mengatakan kalau uang kompensesi nya kurang dan tidak susai dengan bangun rumah dan tanah mereka."


"Bahkan sempat terjadi bentrokan di sekitar pembangunan antara warga setempat dan petugas keamanan."


Refa hanya menghela kasar nafasnya, Kepergiannya selama Dua minggu ternyata bisa mengakibatkan terhambat nya pembanguan resot. Padahal ia hanya memiliki waktu dua bulan lagi untuk menyelesaikan pembangunannya. Dan sekarang dirinya harus kembali bekerja keras agar target nya tercapai.


Hah, dia kembali setelah sekian lama. Maafkan aku tapi keadaan kita yang tidak mungkin bersama, Kau seorang nona muda sedang kan aku? Hanya seorang Asisten pribadi tuan muda.


.


.


.


.


Sedangkan jauh disana seorang pria tengah berteriak dan menghancur segala sesuatu yang berada di hadapannya.


Sial!Kenapa mereka semakin dekat? dan kenapa Tiba-tiba saja Windi jadi sosok yang kuat?


Arrhkkkk....


Ia kembali menghancur barang-barang di sekitar nya dan tanpa terasa darah segar mengalir di tangannya.


Mata nya menatap ke arah bingkai foto sedang, seorang gadis mungil berkulit putih yang sedang tersenyum.


Aku akan merebut mu.


Ia mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang. "Lakukan sekarang!" Setelah mengatak dua kata itu, ia langsung mematikan sambungan telfonnya.


Kau milik ku!


Seulas senyuman devil, terpancar di wajah ketika menatap foto itu.


.


.


.


.


Bagaimana tanggapannya? disini bukannya konfliknya bertele-tela tapi di sini, aku akan kasih sedikit teka-teki untuk kalian tebak siapa sebenar nya peran Antagonis sebenarnya.


.


.


.


.


Monggo tempat dan waktu di persilahkan untuk mengkritik, Dan maafkan atas segela pertypo an hehehe


.


.


.


.


Jangan lupa dukung like,koment,vote, Rate 5 dan tambahkan di daftar favorit kalian yah:)

__ADS_1


__ADS_2