Menikah Dengan Calon Kakak Ipar Ku

Menikah Dengan Calon Kakak Ipar Ku
Takut kehilangan


__ADS_3

Wisnu sudah menunggu Windi sedari tadi tapi Windi belum menunjukkan tanda-tanda keluar dari kamarnya.


Aish apa wanita selama itu untuk berdandan? berapa lama lagi aku harus menunggu nya? Padahal cuman ke taman Apartemen tapi dia lama sekali. Grutu Wisnu


Lima menit kemudian Windi keluar dari kamar nya dengan mengenakan pakaian casual berwarna hitam kemeja dress selutut dengan rambutnya di biarkan terurai kebawah semakin menambah kecantikan nya. Tidak lupa dengan make up simpel yang menghiasi wajah cantik Windi yang semakin menambah kecantikan dari Windi. Sepatu kets bertali warna putih itu semakin melengkapi penampilan Windi. Meskipun terkesan sederhana tapi di mata lelaki yang sedang menatap nya dari bawah membuat terpanah akan kecantikan Natural Yang di miliki Windi.



Windi Tersenyum manis ke arah Wisnu yang masih terus menatap nya dengan intens.


Benarkah itu Windi? Kenapa dia cantik sekali? Batin Wisnu


" Wisnu ayo... Aku sudah siap." Ujar Windi ketika ia sudah berdiri di hadapan Wisnu. Tak lupa dengan senyuman manis yang ia lemparkan ke arah Wisnu.


Sedangkan Wisnu ia masih terus menatap Windi dari atas sampai bawah. Ia sedang mencari sesuatu yang dapat ia kritik dari penampilan Windi, Namun sayang nya tidak ada karena penampilan Windi benar-benar sangat sempurna di matanya.


Cantik. Gumam Wisnu


" Ha? kau mengatakan sesuatu Isnu ? " Tanya Windi


Wisnu yang sadar segera menetralkan ekspresinya. " Ehm tidak... Ayo kita Jalan." Ujar Wisnu seraya menarik lembut tangan Windi.


" Ayo.." Windi melangkah Semangat meninggal apartemen dengan masih tetap menggenggam tangan Wisnu.


Mereka berdua saling bergandengan tangan dan melemparkan senyum satu sama lain. Saat di lift pun Wisnu masih tetap menggenggam tangan Windi dengan begitu erat.


" Isnu apa aku cantik?" Tanya Windi seraya melepaskan genggaman tangan nya dan memutar tubuhnya.


Mata Wisnu menelisik setiap bentuk tubuh Windi dari ujung rambut sampai ujung kaki nya sejurus kemudian ia mengangguk kepalanya." Iya." Setelah mengatakan itu ia langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain karena ia takut jika terus-terusan menetap Windi bisa membuat nya kehilangan kendali.


Windi mengendus kesal ketika Wisnu hanya membalas pertanyaan nya dengan begitu cuek. " Menyebalkan." Gumam Windi


Kedua nya saling diam satu sama lain, Windi hanya diam dengan wajah cemberut dan kesalnya. Karena ia masih sangat kesal dengan jawaban Wisnu terhadap Pertanyaan sebab tidak sesuai dengan harapan yang ada Fikir nya. Ia berfikir kalau Wisnu akan memujinya karena berpenampilan cantik seperti ini.


Aku kira dia akan memujiku dan mengatakan oh my baby kamu cantik sekali hari ini. Kamu seperti bintang yang begitu berkilau... Aish memikirkan nya saja membuat ku kesal dan tidak ingin pergi dengan nya tapi aku juga merasa bosan di dalam apartemen saja.


Pintu lift terbuka Windi melangkah duluan meninggalkan Wisnu yang mematung dengan sikap Windi yang tiba-tiba saja meninggalkan nya dan pergi duluan.


Ada apa dengannya? kenapa dia terlihat begitu kesal? Wisnu terus memikirkan perubahan raut wajah dan sikap Windi yang berubah.


Wisnu tersadar ia mengikuti langkah Windi dan mengejar nya. " Hei Baby kenapa dengan mu? Kenapa kamu berjalan cepat Sekali." Ujar Wisnu dengan sedikit teriak.


Suara teriak kan Wisnu membuat semua orang menatap kearah mereka berdua. Wisnu yang menyadari tatapan dari orang-orang membuat cepat-cepat mengejar Windi dan mencekal lengan nya.


" Hei ada apa denganmu baby? kenapa kau terlihat begitu kesal?" Tanya Wisnu dengan lembut


Sedang kan Windi hanya membuang muka dan mengacuhkan pertanyaan Wisnu.


Wisnu mengarahkan dagu Windi dengan tangannya untuk menatap matanya. " Ada apa hm? Apa aku membuat salah pada mu?"

__ADS_1


Mata keduanya saling menatap satu sama lain, bibir Windi enggan untuk menjawab pertanyaan Wisnu.


Hei lihat lah si pria sedang membujuk wanita nya.


Ia dia begitu romantis dan tampan sekali..


Wanita itu sungguh beruntung sekali mendapatkan pria seperti itu..


Aku juga ingin menjadi wanita itu agar bisa bersama dengan pria tampan itu.


Windi yang mendengar perkataan orang-orang yang memuji ketampanan Wisnu membuat nya semakin kesal dan geram. Ia kembali meninggalkan Wisnu yang masih berdiri menatap bingung ke arah nya.


Sedangkan Wisnu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Seperti nya dia akan menjadi posesif ketika ada yang memuji ketampanan ku. Batin Wisnu seraya tersenyum kecil.


Windi yang semakin menjauh membuat Wisnu berlari mengejar Windi. Ia mengedarkan pandangannya mencari Windi. Ia melihat Windi yang sedang duduk di kursi taman yang menampilkan keindahan dari danau buatan dan para angsa-angsa yang sedang berenang bersama pasangan nya. Terlihat jelas senyuman manis terpancar dari wajah Windi ketika Melihat Pemandangan itu.


Aku iri sekali melihat pasangan-pasangan angsa itu, mereka terlihat begitu romantis sekali, mereka begitu setia dengan pasangan nya. Hah andai saja aku menikah dengan orang yang aku cintai begitu juga dengannya yang mencintai diriku pasti aku akan bahagia... Tapi meskipun begitu pernikahan ini juga membuat ku merasa bahagia dan merasa nyaman dengan memiliki Wisnu.. Aku tidak tau dengan perasaan ku sendiri saat ini... Apakah aku sudah mencintai nya atau belum diri ku sendiri tidak tau... Namun yang jelas ketika dia berada di samping ku aku merasakan sesuatu yang membuat tubuh ku beraksi dan membuat jantung ku berdetak tiga kali cepat... Bahkan ketika bersama Refa aku tidak merasakan apa yang aku alami ketika aku bersama Isnu... Ahh entahlah aku terlalu bimbingan dalam perasaan ku saat ini... Entah aku masih mencintai Refa atau aku sudah mencintai Isnu...


Sedangkan Wisnu yang sedari tadi memperhatikan wajah tenang dan senyuman Windi membuat nya ikut tersenyum dan merasakan kebahagiaan yang tidak dapat ia jelaskan dalam dirinya. Rasanya ia ingin sekali memeluk dan mencium Windi saat ini namun ia harus tahan karena saat ini mereka sedang berada di tempat umum.


Windi melihat wajah mu yang menampilkan senyuman ketenangan membuka jiwa dan hati ku bergetar dan bahagia akan senyuman itu... Aku berjanji pada cinta ku kepada mu bahwa aku akan selalu membuat mu bahagia... Dan semoga saja kau juga mencintai ku seperti aku yang mencintaimu Windi.


Kaki Wisnu perlahan mendekat kearah Windi, Tangannya melingkar di leher Windi. " Apa yang membuat mu Tersenyum seperti? Kau tau aku merasa jengkel ketika melihat para pria itu melihat senyuman cantik mu itu Baby." Ujar Wisnu tak lupa memberi kan kecupan di pipi sebelah kanan Windi.


Windi yang mendapat kan kecupan dari Wisnu membuat kedua bola matanya mendelik tajam. " Lepaskan! kau tidak tau tempat sama sekali... Sekarang kita sedang berada di tempat umum dan kau memelukku seenaknya saja.. dan malah mencium ku pula... Dasar pria mesum.." Grutu kesal Windi.


Wisnu yang mendengar perkataan Windi membuat nya terkekeh ia melepaskan pelukannya, kini ia sudah berada di hadapan Windi Tubuhnya ia jongkok di hadapan Windi. " Kau tau wajah kesal mu itu benar-benar sangat menggemaskan Baby.. Rasanya aku ingin memakan mu saat ini juga."


Senyuman manis terukir di bibir Wisnu tapi menurut Windi itu senyuman menjengkelkan." Berhentilah Tersenyum seperti itu kepada ku."


" Kenapa? Apa kamu mulai mencintai ku karena senyuman ku itu?"


" Kau..."


" Aku hanya bercanda Baby.." Wisnu mendudukkan tubuhnya di sebelah Windi, Ia mengenggam lembut tangan Windi.


" Jangan seperti itu Baby kau terlihat jelek sekali... dengan wajah kesal mu itu... Tapi semakin membuat ku merasa gemas melihat mu Baby.. Jika disini tidak ada orang mungkin aku akan menciumi bertubi-tubi Baby." Wisnu memeluk Windi dari samping dan menyadarkan kepalanya dia bahu Windi dengan mata tidak lepas menatap wajah cantik Windi.


" Huh... Diam la... Aku sedang kesal.."


" Apa yang membuat mu kesal seperti ini? apa aku membuat salah? Jika benar kata kan saja maka aku akan minta maaf kepada mu... dan memperbaiki kesalahan ku Baby... Jangan seperti itu kau membuat ku takut jika kau sedang kesal terhadap ku.." Mata Wisnu kini berubah sendu ketika mengatakan hal itu.


" Takut? Apa seorang Wisnu Surya Witamma takut? hshshshshshs..." Ujar Windi meledek


" Tentu saja aku takut.. Aku takut kamu akan membenciku...Aku takut kamu akan menjauh dari ku... Aku Takut kamu akan menghilang dari genggaman ku... Aku takut kamu akan berpaling dari ku... Aku takut akan segala hal tentang mu Windi..." Wisnu mengatakan nya dengan mata berkaca-kaca, Matanya juga menatap intens ke arah Windi.


" Kenapa kamu takut tentang diriku?"


" Karena... Karena..."

__ADS_1


" Karena apa Isnu?" Desak Windi.


Ayo katakan kalau kamu mencintai ku... Jika kamu mengatakan itu maka mulai hari ini aku akan melupakan masa laluku...


Kedua mata saling beradu bergerak ke kanan dan ke kiri secara seirama. Segurat rasa penasaran terpancar dari wajah Windi menunggu jawaban dari pertanyaan.


" Karena Aku..."


dret!dret!


Suara ponsel Wisnu membuat perkataan Wisnu terpotong.


" Angkat saja dulu Isnu... Siapa tau penting." Ujar Windi seraya tersenyum.


Huh! Wisnu menganggukkan kepalanya ia melepaskan pelukannya nya dan tersenyum kearah Windi. Ia merogoh ponselnya dari saku celananya.


" Halo? "


"..."


" Hm... Baik la sebentar lagi aku akan ke sana."


"..."


Wisnu segera mematikan telfonnya ia kembali menatap kearah Windi dan memasukkan kembali ponselnya kedalam saku.


" Sudah?"


" Iya." Wisnu menganggukkan kepalanya


" Apa kamu mau pergi?"


" Iyah tapi aku akan menghabiskan waktu ku terlebih dahulu dengan mu... Setelah itu aku akan pergi.." Wisnu kembali memeluk Windi dari samping dan bersandar di bahu Windi.. Tidak ada yang lebih nyaman dari bahu Windi.


" Baik la.. Jadi apa yang ingin kamu katakan tadi?"


" Yang mana?"


" Yang tadi Isnu.."


Wisnu sebenarnya tau apa yang di katakan Windi tapi ia berpura-pura tidak mengetahui perkataan Windi.


" Aish sudah la... Kamu kan memang pelupa... Menyebalkan.." Windi kembali memasang wajah cemberut nya.


" Hshshshshshs kau tau.. Kau benar-benar menggemaskan... Aku tau apa yang kau maksud tapi waktu nya belum tepat... Mungkin akan tiba waktunya aku akan mengatakan nya dengan keberanian yang lebih besar." Ujar Windi seraya mengecup pucuk kepala Windi.


Belum saat nya kau mengetahui perasaan ku Windi... Tapi aku berjanji akan mengatakan nya secepat nya Windi. Batin Windi.


Sedangkan di tempat yang lain...

__ADS_1


Sial!! Ternyata dugaan ku benar Windi sudah memiliki pria lain... Tapi siapa dia? yang dengan mudah nya merebut hati Windi secepat itu? Aku tidak bisa membiarkan nya lebih lama lagi.. Atau aku akan kehilangan Windi selamanya... Dan itu tidak akan kubiarkan.


Matanya berubah menjadi merah dengan senyuman devil di sudut bibirnya.


__ADS_2