Menikah Dengan Calon Kakak Ipar Ku

Menikah Dengan Calon Kakak Ipar Ku
Meresahkan


__ADS_3

Setelah kepergian Wisnu Refa kembali menangis. Benar apa yang dikatakan Kaka nya sudah saatnya ia mengikhlaskan segalanya tentang Windi, Masih banyak cinta yang menanti dirinya.


Benar apa yang dikatakan kakak, Aku tidak bisa terus-terusan seperti ini. Aku harus melupakan cinta yang hanya sepihak ini dalam hati ku dan mengubur nya dalam-dalam ke dasar jurang yang paling dalam. Tapi Maaf kan aku jika sewaktu-waktu aku tidak bisa menahan diriku untuk berbuat kesalahan. Batin Refa.


Dengan langkah lesu Refa berjalan ke arah nya, sesampainya di kamar Refa mendarat tubuhnya di ranjang. Ia mengambil sesuatu di dalam laci, mata nya berkaca-kaca ketika memandang benda yang sedang ia pegang.


Tuhan mungkin sudah waktunya untuk ku mengikhlaskan segalanya tentang Windi. Batin Refa.


Refa kembali meletakkan benda itu ke dalam laci, Ia menghela nafas nya perlahan.


°°°


Windi yang mengetahui kehamilan nya membuat nya sedikit berhati-hati dalam melakukan setiap kegiatan nya. Bukan hanya itu Wisnu juga berjaga-jaga untuk antisipasi hal-hal yang tidak di inginkan Windi, ia menyuruh beberapa pengawal untuk berjaga-jaga di sekitar area pabrik tempat Windi bekerja. Awal nya Windi menolaknya karena menurut nya terlalu berlebihan tapi ini lebih baik dari pada Wisnu Menyuruh berhenti bekerja lebih baik Windi memilih ada nya beberapa pengawal yang akan menjaga nya.


Untuk sementara waktu Wisnu dan Windi masih merahasiakan kehamilan nya dari mama dan papa nya Wisnu.


Selain itu tingkat ke posesif an Wisnu bertambah lima puluh persen. Ia bahkan tidak membiarkan Windi untuk masak. Seperti kejadian tadi pagi ketika Windi hendak membuat sarapan Wisnu langsung mengambil alih pekerjaan Windi dan menyuruh nya untuk duduk diam di meja makan sembari dirinya menyiapkan makanan pagi untuk mereka.


Windi hanya bisa pasrah melihat Wisnu yang tingkat posesif nya semakin bertambah untuk dirinya, Windi mengelus perut nya yang masih rata dan tersenyum manis mengingat awal-awal pernikahan mereka yang di awali karena kesalahpahaman di antara papa dan juga Wisnu. Tapi kini baik dirinya maupun Wisnu saling menyayangi dan mencintai satu sama lain.


Windi yang terlalu larut dalam fikiran hingga tidak menyadari jika Wisnu sudah berada di hadapan nya dengan membawa Dua buah piring yang terdapat sandwich buat Wisnu. Wisnu memperhatikan Windi yang sedari tadi hanya diam dan senyum-senyum sendiri membuat kening nya berkerut heran.


Apa yang sedang ia Fikir kan sampai senyum-senyum begitu? Batin Wisnu.


"Ehm... Baby.." Panggil Wisnu.


Mendengar suara Wisnu membuat nya tersadar dalam lamunan nya. "Isnu.." Ujar Windi seraya tersenyum manis kearah Wisnu.


"Baby apa yang sedang kamu fikir kan hm?"


"Aku hanya memikirkan tentang perjalanan kisah kita yang berawal dari kesalahpahaman hingga akhirnya kita saling mencintai dan melengkapi satu sama lain. " Ujar Windi disertai Seulas senyuman manis yang merekah di bibir merah mudanya.


Wisnu melangkah ke arah Windi yang berada di hadapan nya. "Baby, Kisah kita di awali dengan perasaan tidak suka dan berubah menjadi perasaan suka di hati kita, Hingga..." Wisnu menatap ke arah perut rata Windi. Wisnu menundukkan tubuhnya hingga sejajar dengan perut Windi. Wisnu meraih tangan Windi dan membawa nya dalam genggaman nya.


"Hingga pada akhirnya kita juga saling mencintai dan mendapat kepercayaan dari Tuhan untuk memiliki malaikat kecil di keluarga kita. " Sambung Wisnu.


Windi tersenyum mendengar perkataan Wisnu. "Isnu dalam hidup ku tidak pernah terfikir oleh ku untuk menikah dengan mu." Ujar Windi.


"Pria dengan karisma yang luar biasa, Posesif, cuek, pendiam, dingin, kaku, dan juga memiliki tatapan tajam yang dapat membuat musuh takut ketika menatap mu.... Tapi satu hal yang membuat ku langsung merubah pemikiran ku tentang mu yaitu kamu hanya akan bersikap seperti itu kepada masyarakat umum. Tapi tidak dengan ku kamu berubah menjadi kebalik dari apa yang orang liat. " Sambung Windi.

__ADS_1


Wisnu tersenyum bahagia mendengar perkataan istrinya yang setiap perkataan nya seolah-olah Windi begitu beruntung memiliki dirinya, Tapi bukan hanya Windi yang beruntung memiliki dirinya. Sama halnya dengan Windi, Wisnu begitu beruntung bisa memiliki Windi untuk selamanya. Wisnu mengecup lembut punggung tangan Windi, dan menatap nya dengan penuh cinta.


"Baby apa kamu sangat mencintai ku?"


Entah kenapa Windi merasa kesal dengan pertanyaan Wisnu. "Apa yang kamu kata? Apa kamu meragukan cinta ku? " Tanya Windi dengan sengit.


"A-ah bukan gitu maksud ku baby, Aku hanya ingin bertanya saja. " Wisnu menghela nafas nya panik, Ia lupa kalau wanita hamil sangat sensitif sekali.


Harus sabar Wisnu, Kamu yang buat dan kamu yang harus bertanggung Jawab untuk semua yang di alami Windi. Batin Wisnu.


"Huh, Jika aku tidak mencintaimu aku tidak akan mau Menyerahkan seluruh hidupku untuk diri mu dan juga mengandung anak mu. " Windi mengerucutkan bibirnya dan menatap sebal ke arah suami nya.


Melihat ekspresi Windi yang menggemaskan membuat Wisnu tidak tahan untuk mencium bibir lembut Windi. "Baby, aku tau itu kalau kamu sangat mencintai mu. Kamu bahkan sudah memberikan hadiah terbaik untuk ku tahun ini. " Wisnu mengelus lembut kedua pipi Windi.


Keduanya saling pandang dan menatap penuh cinta satu sama lain. Wisnu memajukan wajahnya hendak menciumi Windi, Namun ketika sudah hampir mencium bibir Windi terdengar suara Perut Windi yang begitu nyaring. Lantas keduanya saling tertawa satu sama lain.


"Ah baik lah kita sarapan terlebih dahulu, Seperti nya Wisnu junior sudah sangat lapar sekali. " Windi hanya diam mendengar perkataan Wisnu yang begitu lembut dan membuat kedua pipinya merona merah.


Astaga sayang kamu seperti nya tidak suka jika Mommy sedang romantis sama Daddy mu. Batin Windi seraya mengelus lembut Perut rata Windi.


Wisnu yang melihat Windi hanya diam dan tersenyum membuat nya bingung. "Baby ada apa? Apa Wisnu junior Sangat meresahkan?" Tanya Wisnu dengan polos.


Pletak!


"Baby kenapa kamu menyentil ku, " Ujar Wisnu dengan cemburut


"Siapa suruh kamu bilangin anak ku meresahkan?!"


"Baby kenapa dia hanya anak mu? Dia juga anak ku? Kan aku yang menanamkan benihnya di kamu. " Ujar Wisnu tak terima.


Windi membelalakkan matanya mendengar perkataan Wisnu. Bagaimana bisa dia mengatakan hal tidak pantas begitu di depan anak nya, Bagaimana nanti Wisnu junior mendengar perkataan Wisnu barusan? Aish dasar.


"Sudah lah ayo makan kami sudah sangat lapar sekali. "


"Tapi kan..." Windi yang tidak ingin ribut dengan Wisnu memilih menarik Wisnu untuk duduk dan menikmati hidangan mereka, Selain itu mereka bisa terlambat jika terus-terusan berbicara. Sedangkan Wisnu hanya menatap sebal ke arah Windi


"Huh Menyebalkan sekali. " Wisnu memberengut kesal melihat Windi yang menjintak nya. Tapi ia dibalik itu semua ia merasa senang kerena Windi sedang mengandung buah hatinya.


°°°

__ADS_1


Selesai sarapan keduanya bersiap-siap untuk bekerja, Karena Windi tidak ingin berhenti bekerja membuat Wisnu terpaksa menyuruh pengawal nya untuk berjaga-jaga di sekitar area pabrik.


Keduanya berjalan beriringan ke luar apartemen, tanpa mereka sadari ada seseorang yang sedang memperhatikan gerak-gerik mereka berdua dari jarak dekat. Bahkan tak jarang matanya mencuri-curi pandang kepada Windi.


"Dia sangat cantik, Jika dia menjadi milik ku. "


Namun perhatian nya teralihkan ketika melihat beberapa pengawal mengikuti Windi dan Wisnu dari Belakang.


"Ada apa kenapa beberapa pengawal mengikuti mereka?"


Pria itu melirik ke arah salah satu orang yang juga menjaga apartemen Wisnu. "Hei ada apa kenapa beberapa pengawal mengikuti tuan dan nona muda? "


"Apa kau tidak tau? Kalau nona muda saat ini sedang mengandung calon tuan muda. "


Mendengar perkataan temannya tanpa sadar tangan nya terkepal kuat. Bagaimana mungkin mereka sudah memiliki anak? sedang kan yang ia tau kalau Wisnu dan Windi tidak memiliki hubungan yang harmonis, Tapi sekarang? Windi sedang mengandung anak Wisnu?


Pria itu yang melihat perubahan wajah nya membuat pria itu mengerutkan kening heran. "Ada apa? " Tanya dengan penuh selidik.


"A-ah tidak apa-apa. " Ujar nya dengan sedikit gugup


Karena Pria itu yang merasa di curigai, Ia langsung kembali ke tempat ia bertugas, pria itu masih memikirkan apa yang di katakan temannya.


Sial! Kurang ajar sekali, Lihat saja Aku akan merebut Windi dari bajingan itu!


.


.


.


.


Maaf ya teman-teman tercinta ku baru bisa Update Segini dulu, Tapi insyaallah sore atau malam nanti Update lagi yah...


.


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa dukung like,koment,vote, Rate 5 dan tambahkan di daftar favorit kalian yah:)


__ADS_2